Lukman Sardi, produser dan pemain film Mungkin Kita Perlu Waktu (Sumber foto: Hypeabis.id/Robby Fathan)

Reaksi Pertama Lukman Sardi saat Membaca Naskah Film Mungkin Kita Perlu Waktu

06 May 2025   |   19:31 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Aktor Lukman Sardi mengungkapkan kesan mendalam yang dia rasakan ketika pertama kali membaca naskah film Mungkin Kita Perlu Waktu, sebuah drama keluarga yang sarat emosi. Dalam film ini, Lukman tak hanya berperan sebagai pemain, tetapi juga produser di bawah naungan Kathanika Films. 

Film yang disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja ini mengangkat dinamika keluarga yang retak akibat trauma dan kurangnya komunikasi. Lukman memerankan tokoh Restu, seorang ayah yang berjuang menjaga keseimbangan keluarga setelah kehilangan putri sulungnya.

Lukman menyebut naskah film ini memberikan dampak emosional yang kuat sejak pertama kali dia baca. Naskah ini pun punya arti spesial untuknya. Hal ini pulalah yang membuatnya memutuskan tak hanya menjadi pemain, tetapi juga produser. 

“Teddy itu datang dengan cerita ini sudah cukup lama. Waktu itu, saya baca premis ceritanya secara personal. Dalam artian belum tahu kalau gue yang akan main juga,” ungkap Lukman Sardi kepada Hypeabis.id saat ditemui di sela-sela gala premier film Mungkin Kita Perlu Waktu di Jakarta, Selasa, (6/5/2025). 

Baca juga: Fakta Menarik Film Mungkin Kita Perlu Waktu, Siap Tayang 15 Mei 2025

Lukman mengatakan naskah yang digarap Teddy sejak 2020 ini punya premis yang kuat dan menggugah. Sedari awal, dirinya telah menjadi semacam teman diskusi bagi Teddy terkait naskah tersebut. Seiring waktu, naskahnya makin berkembang dan dia pun makin tertarik. 

Menurutnya, film ini cukup unik dan berbeda dari pola penceritaan yang sudah ada. Sebab sebenarnya film ini mencoba bercerita tentang sesuatu yang sederhana, yang mungkin banyak dialami oleh keluarga kebanyakan, tetapi di antara mereka merasa masih tabu untuk memulai terbuka berbicara akan hal tersebut. 

Secara cerita, lanjutnya, film ini juga punya alur yang menarik untuk mengajak penonton masuk lebih dalam ke permasalahan, tetapi tanpa berusaha mengeksploitasi kesedihan. “Jadi, sangat realis gitu. Pas. Bagi aku, itu sangat menarik. Sering kali kita disuguhkan pada cerita drama yang terjebak pada sesuatu yang meledak-ledak,” imbuhnya.
 

Para pemain film Mungkin Kita Perlu Waktu  (Sumber foto Hypeabis.id/Robby Fathan)

Para pemain film Mungkin Kita Perlu Waktu  (Sumber foto Hypeabis.id/Robby Fathan)

Padahal, Lukman merasa permasalahan di dalam keluarga, termasuk tentang perasaan duka, tidak selalu output-nya meledak-ledak. Justru, lanjutnya, lebih sering orang memendam itu dan terjebak dalam pikirannya sendiri. 

Menurut Lukman, pijakan psikologi itu yang membuat film ini menarik. Film ini mencoba membicarakan kehilangan dengan cara yang serealis mungkin.

“Kalau kita ngomongin kehilangan, semua orang di level apa pun pasti pernah mengalami kehilangan. Tapi, tidak semua orang tahu atau mau ngomongin itu, yang kemudian itu berdampak pada hubungan di dalam keluarga itu sendiri,” jelasnya. 

Lukman mengatakan terkadang orang-orang yang berduka itu tidak mengetahui atau denial dirinya tengah bersedih. Di sisi lain, ada pula yang merasa bisa melalui itu tanpa perlu bantuan apa pun. 

Dalam film ini, Lukman yang berperan sebagai Restu, ayah dari keluarga yang tengah berduka, mencoba untuk mengetengahkan permasalahan tersebut. Dia berusaha menyeimbangkan emosi istrinya dan anaknya, yang sama-sama berduka, tetapi punya kerenggangan.

Di sisi lain, tanpa disadari, karakternya pun sebenarnya masuk ke dalam fase duka. Dinamika-dinamika itu akan tersaji sepanjang film. “Meski terdengar cukup dalam, cerita film ini digarap dengan alur yang mengalir dan tiap layer yang kemudian muncul, sangat menarik untuk diikuti,” katanya. 

Mungkin Kita Perlu Waktu mengisahkan sebuah keluarga yang terdiri dari Restu (diperankan oleh Lukman Sardi), Kasih (Sha Ine Febriyanti), dan Ombak (Bima Azriel), yang berjuang menghadapi trauma akibat kehilangan Sarah (Naura Hakim), anak perempuan sekaligus kakak Ombak, akibat kecelakaan.

Hubungan mereka yang tadinya adalah keluarga bahagia, kini jadi memburuk. Ombak yang kerap dihantui rasa bersalah dan depresi mencoba mencari kebahagiaan di luar rumah sejak bertemu dengan Aleiqa (Tissa Biani), seorang gadis penyandang bipolar yang membawa secercah harapan dalam hidupnya. 

Di sisi lain, Kasih memendam amarah yang tak terucap dan memutuskan untuk menunaikan umroh sebagai cara menghadapi kehilangan. Ketidakhadiran komunikasi yang sehat dan luka lama yang belum sembuh membuat konflik dalam keluarga ini kian kompleks.

Film ini mengajak penonton menyelami perjalanan emosional keluarga Ombak dalam menghadapi kenyataan yang menyakitkan. Film yang diproduksi oleh Kathanika Films, Adhya Pictures, dan Karuna Pictures direncanakan tayang 15 Mei 2025.

Baca juga: Film Mungkin Kita Perlu Waktu Rilis Official Trailer, Perlihatkan Situasi Keluarga yang Renggang

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Keberagaman Film Indonesia Siap Tampil di Marche du Cannes Paris 2025

BERIKUTNYA

Brand Skincare Bayi Loluna Punya 5.000 Titik Penjualan di Indonesia, Gimana Caranya?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga