Christine Hakim. (Sumber gambar: The Journey of Christine Hakim)

3 Srikandi Indonesia Mejeng di Daftar 50 Over 50 Asia 2024, Christine Hakim hingga Dian Siswarini

17 January 2024   |   20:29 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Forbes baru saja merilis 50 Over 50 Asia 2024, daftar 50 perempuan Asia berprestasi berusia di atas 50 tahun. Ada tiga perempuan Indonesia yang masuk ke dalam daftar tersebut, yakni aktris senior Christine Hakim, Direktur Utama sekaligus CEO XL Axiata Dian Siswarini, dan desainer Josephine Komara.

Nama mereka bersanding dengan sejumlah perempuan Asia berpengaruh lainnya dari berbagai negara seperti Kepala Bank Sentral Australia Michele Bullock, Direktur Eksekutif Sekretariat APEC Rebecca Fatima Sta Maria dari Malaysia, CEO SK-II Global Lee Sue-kyung dari Korea Selatan, CEO Suntory Beverage & Food Makiko Ono dari Jepang, dan Menteri Keuangan & Urusan Korporat Nirmala Sitharaman dari India.

Baca juga: Kenalan dengan Ibu Arsitek, Komunitas Berbagi Ruang & Dukungan Bagi Arsitek Perempuan

50 Over 50 Asia merupakan daftar tahunan yang berisikan para perempuan Asia berpengaruh. Nama-nama yang tercatat terdiri dari para pendiri, CEO, dan inovator yang berasal dari 14 negara dan wilayah serta dari 20 lebih sektor profesi. Mereka yang terdaftar dianggap memberikan pengaruh luas di bidang pekerjaannya masing-masing, mulai dari fesyen, farmasi, keuangan, dan lainnya

Para perempuan inspiratif itu dianggap memberikan pengaruh signifikan terhadap masing-masing bidangnya pada usia mulai dari 50 tahun hingga 112 tahun. "50 pendiri, CEO, dan inovator di Asia Pasifik yang membuktikan bahwa tahun-tahun setelah usia 50 tahun adalah tahun yang paling tepat, zaman keemasan baru," tulis Forbes.


1. Christine Hakim

 

Christine Hakim (Sumber gambar: FFI Official Instagram)

Christine Hakim (Sumber gambar: FFI Official Instagram)

Christine Hakim dianggap sebagai grand dame sinema Indonesia. Grand dame sendiri merupakan julukan untuk seorang wanita lanjut usia yang memiliki prestise atau kemampuan tinggi. 

Lahir di Kuala Tungkal, Jambi pada 25 Desember 1956, Christine Hakim memulai debutnya dengan berperan di film Cinta Pertama (1973) yang disutradarai Teguh Karya. Peran perdananya itu langsung mengantarkannya meraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik, hingga membuatnya yakin untuk menapaki karier di dunia seni peran.

Sejak saat itu, Christine membintangi sejumlah film termasuk Badai Pasti Berlalu (1977) dan Tjoet Nja' Dhien (1988). Karier Christine Hakim membentang dari era analog hingga digital dan membintangi film-film karya sutradara-sutradara besar dan ternama Indonesia lintas generasi. Tak hanya sebagai aktris, pada 1998, dia juga menjajal sebagai produser untuk film Daun di Atas Bantal dan Pasir Berbisik.

Aktris berusia 67 tahun itu juga dikenal berkat peran pentingnya di sejumlah film seperti proyek Hollywood, Eat Pray Love (2010), Perempuan Tanah Jahanam (2019), dan serial The Last of Us (2023) yang membuatnya menjadi pembicaraan  media hingga sinefil. Sepanjang kariernya, aktris yang baru saja merayakan kiprahnya selama 50 dekade di dunia film itu telah berhasil mengantongi 9 Piala Citra, termasuk Lifetime Award di ajang Festival Film Indonesia (FFI).

Di dunia perfilman, Christine juga telah berkontribusi pada Festival Film Cannes sebagai anggota juri, dan menjabat sebagai Duta FFI pada 2023. Di luar layar perak, dia juga pernah menjabat sebagai duta besar Indonesia untuk UNESCO dari 2008 hingga 2020.


2. Dian Siswarini

 

Sumber gambar: Dian Siswarini/Instagram

Sumber gambar: Dian Siswarini/Instagram

Dian Siswarini adalah Direktur Utama sekaligus CEO XL Axiata. Dian dianggap telah mencapai puncak kariernya, dan menjadi salah satu perempuan yang sukses berkarier di perusahaan telekomunikasi XL Axiata dengan pendapatan sebesar US$1,9 miliar. 

Sebelum berkarier secara profesional, Dian mengenyam pendidikan dan memperoleh gelar sarjana Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1991. Dia juga telah mengikuti berbagai program eksekutif, salah satunya adalah Harvard Advance Management Program, Harvard Business School di Amerika Serikat pada tahun 2013.

Lulus dari ITB, Dian langsung bekerja di PT XL Axiata Tbk pada 1991 sebagai radio engineer atau perancang jaringan radio, dan berpindah ke bagian jaringan (network), IT, digital dan marketing. Dian menjadi satu-satunya perempuan yang menduduki jabatan sebagai presiden direktur dan CEO di industri telekomunikasi Indonesia. 

Dian juga dianggap memberikan pengaruh lantaran melawan stereotipe tentang perempuan yang bekerja di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). "[Posisi ini] mendorong saya untuk memiliki semangat yang lebih besar untuk mengembangkan kepercayaan diri perempuan untuk mampu bekerja di bidangnya masing-masing," tulis Dian dikutip dari laman LinkedIn pribadinya.


3. Josephine Komara

 

Sumber gambar: Tumbu Rambelan

Sumber gambar: Tumbu Rambelan

Josephine Komara adalah desainer keturunan Tionghoa-Indonesia yang dikenal sebagai pakar tekstil batik. Perempuan yang akrab disapa Obin itu bahkan dijuluki sebagai 'harta karun nasional' berkat ketekunannya dalam mendalami dan mempromosikan kain batik. 

Sejak 1970-an, Obin giat mengumpulkan kain-kain Wastra dari seluruh pelosok Nusantara, serta mulai merancang dan menciptakan pakaian berbahan kain tradisional. Pada 1986, Obin akhirnya mendirikan rumah mode Bin House di Menteng, Jakarta Pusat, dan banyak menciptakan padu padan kain batik dan tenun lewat berbagai eksperimen.

Keistimewaan batik karya Obin ialah proses pembuatannya yang tanpa mesin melainkan sepenuhnya karya tangan. Karya-karyanya pun sudah diakui sampai ke tingkat internasional. Bahkan, desainer Edward Hutabarat dan Ghea Panggabean menganggap Obin sebagai orang yang paling bertanggung jawab pada pergerakan pembaruan batik pada pertengahan tahun 2000.

Baca juga: Ada Lovelace, Perempuan Jenius Programer Pertama

Kini, BINhouse telah memiliki banyak gerai baik di dalam maupun luar negeri seperti Jepang, Singapura, Belanda, serta reseller global lainnya. Terbaru, Obin memperkenalkan koleksinya berjudul Lambaian Kain di Jakarta Fashion Week 2023, yang menampilkan desain busana mengikuti struktur tekstur bahan, yakni menghidupkan kembali pakem-pakem batik tradisional dengan terobosan baru. 

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

5 Fakta Unik Danau Toba yang Masuk Daftar Destinasi Wisata Pilihan New York Times

BERIKUTNYA

Rekomendasi 5 Wisata Populer di Danau Toba, Ada Bukit Holbung & Air Terjun Situmurun

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: