Jadi Simbol Gaya Hidup, Begini Teknik Dasar Bermain Golf untuk Pemula
06 May 2025 |
08:30 WIB
Identik dengan citra yang eksklusif, golf bagi sebagian orang memang dianggap sebagai olahraga kaum jetset. Para praktisinya dalam bayangan umum, mungkin diisi oleh para pebisnis yang menggelutinya sembari membicarakan tender atau membangun koneksi. Seiring waktu, golf nyatanya juga mulai digeluti anak-anak muda.
Terlebih dengan maraknya berbagai area atau fasilitas latihan (driving range) di sejumlah kota besar di Tanah Air, sehingga memudahkan mereka untuk menjajal olahraga luar ruang ini. Berdasarkan data laporan partisipasi Global Golf oleh R&A Grup, pada 2022, Indonesia memiliki sekitar 170 lapangan golf. Namun, jumlah ini masih kalah jauh dibanding negara tetangga seperti Malaysia (244), India (296), dan Thailand yang mencapai 319 lapangan.
Baca juga: Hypereport: Ketika Golf Jadi Standar Gaya Hidup & Hobi Anak Muda
Walakin, indikasi tersebut juga tak bisa dijadikan satu-satunya ukuran. Sebab, saat ini juga sudah banyak simulator golf yang bisa dijadikan sebagai salah satu cara awal untuk mengenali olahraga tersebut, yang mulai menjamur di lokasi aren-arena golf urban.
Coach Aziz, dari komunitas golf Daddies Golfer mengatakan, beberapa waktu terakhir sejumlah cabang olahraga memang mulai bergeser menjadi simbol gaya hidup, terutama olahraga yang lekat dengan citra mewah, eksklusif, dan penuh prestise, termasuk olahraga golf.
Eksistensi olahraga-olahraga ini juga mulai terangkat melalui media sosial dan komunitas hobi. Meski identik dengan biaya tinggi dan fasilitas eksklusif, akan tetapi ruang untuk menjelajah dunia olahraga golf kini terbuka lebih lebar, terutama di kalangan anak muda.
"Betul golf sering dianggap sebagai olahraga mahal dan eksklusif tetapi semenjak pandemi tren tersebut sudah mulai bergeser ke lifestyle di kalangan anak muda yang dinamis, serta tinggal di kota-kota besar," katanya.
Terpisah, praktisi golf di Emeralda Golf Club, Aditio Nugroho, mengatakan olahraga golf sebenarnya tidaklah semahal yang dibayangkan publik. Sebab, para pemula bisa menjajal terlebih dulu simulator golf, sehingga mereka bisa belajar teknik dasar dan cara bermain yang baik.
Lewat simulator para pemula juga bisa melihat data dari setiap pukulan yang dilakukan secara real-time. Namun, tidak seperti ketika bermain di driving range, mereka hanya dapat mengira jarak pukulan berdasarkan jatuhnya bola di lapangan, yang dinilai dapat mengasah kepekaan praktisi.
"Golf untuk drivingnya, saat ini juga tidak terlalu mahal. Dengan Rp150.000-an saat ini juga sudah dapat 100 bola. Kalau untuk lapangannya, pada hari hari biasa itu cukup terjangkau, tidak sampai Rp1 juta itu sudah all in," katanya.
Imron Ubaidillah, Head of Fitting di Top Golf, menekankan pentingnya penguasaan teknik dasar bagi siapapun yang ingin menekuni golf. Menurutnya, olahraga golf bukan hanya soal memukul bola, tetapi upaya untuk mengenal diri, karena praktisi harus menguasai tekniknya secara bertahap.
Imron menjelaskan, ada beberapa elemen dasar yang wajib dipelajari pemula seperti grip, yakni teknik memegang stik golf dengan tangan kiri berada di bawah tangan kanan. Selanjutnya ada pula stance, atau posisi berdiri yang stabil dan seimbang.
Lain dari itu, para pemain juga perlu memahami backswing, yaitu gerakan mengayun stik ke belakang hingga melewati kepala, dan downswing, teknik memukul bola secara efisien setelah backswing dilakukan.
“Kalau dasar-dasarnya sudah dikuasai, barulah pemain bisa mulai bermain di lapangan sesungguhnya,” jelas Imron.
Seiring perkembangan teknologi para pemula juga bisa semakin mudah untuk belajar. Salah satunya dengan memanfaatkan platform digital dan tutorial online “Biasanya, setelah enam bulan latihan rutin, seseorang sudah bisa bermain cukup baik,” tambahnya.
Kendati dikenal sebagai olahraga yang cukup menguras kantong, Imron menyebut peralatan golf juga bisa dibeli secara bertahap. Total biaya perlengkapan, termasuk aksesorinya berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta, tergantung merek dan tipe produk yang dipilih.
Baca juga: Hypereport: Uji Adrenalin Sambil Bangun Relasi Bisnis dari Hobi Jetski
Lebih lanjut praktisi golf ini mengungkap, perkembangan golf di Indonesia juga sudah meliputi banyak aspek, termasuk nilai ekonomi, kebermanfaatan, dan sosial budaya. Sebab, selain sebagai ajang olahraga, golf juga menjadi cara untuk memperluas jaringan.
"Sekarang juga bukan kalangan atas saja yang bermain golf. Sebab, semenjak Covid-19 sudah hampir semua kalangan yang saat ini menekuni olahraga ini," jelasnya.
Terlebih dengan maraknya berbagai area atau fasilitas latihan (driving range) di sejumlah kota besar di Tanah Air, sehingga memudahkan mereka untuk menjajal olahraga luar ruang ini. Berdasarkan data laporan partisipasi Global Golf oleh R&A Grup, pada 2022, Indonesia memiliki sekitar 170 lapangan golf. Namun, jumlah ini masih kalah jauh dibanding negara tetangga seperti Malaysia (244), India (296), dan Thailand yang mencapai 319 lapangan.
Baca juga: Hypereport: Ketika Golf Jadi Standar Gaya Hidup & Hobi Anak Muda
Walakin, indikasi tersebut juga tak bisa dijadikan satu-satunya ukuran. Sebab, saat ini juga sudah banyak simulator golf yang bisa dijadikan sebagai salah satu cara awal untuk mengenali olahraga tersebut, yang mulai menjamur di lokasi aren-arena golf urban.
Coach Aziz, dari komunitas golf Daddies Golfer mengatakan, beberapa waktu terakhir sejumlah cabang olahraga memang mulai bergeser menjadi simbol gaya hidup, terutama olahraga yang lekat dengan citra mewah, eksklusif, dan penuh prestise, termasuk olahraga golf.
Eksistensi olahraga-olahraga ini juga mulai terangkat melalui media sosial dan komunitas hobi. Meski identik dengan biaya tinggi dan fasilitas eksklusif, akan tetapi ruang untuk menjelajah dunia olahraga golf kini terbuka lebih lebar, terutama di kalangan anak muda.
"Betul golf sering dianggap sebagai olahraga mahal dan eksklusif tetapi semenjak pandemi tren tersebut sudah mulai bergeser ke lifestyle di kalangan anak muda yang dinamis, serta tinggal di kota-kota besar," katanya.
Terpisah, praktisi golf di Emeralda Golf Club, Aditio Nugroho, mengatakan olahraga golf sebenarnya tidaklah semahal yang dibayangkan publik. Sebab, para pemula bisa menjajal terlebih dulu simulator golf, sehingga mereka bisa belajar teknik dasar dan cara bermain yang baik.
Lewat simulator para pemula juga bisa melihat data dari setiap pukulan yang dilakukan secara real-time. Namun, tidak seperti ketika bermain di driving range, mereka hanya dapat mengira jarak pukulan berdasarkan jatuhnya bola di lapangan, yang dinilai dapat mengasah kepekaan praktisi.
"Golf untuk drivingnya, saat ini juga tidak terlalu mahal. Dengan Rp150.000-an saat ini juga sudah dapat 100 bola. Kalau untuk lapangannya, pada hari hari biasa itu cukup terjangkau, tidak sampai Rp1 juta itu sudah all in," katanya.
Teknik Dasar Golf
Imron Ubaidillah, Head of Fitting di Top Golf, menekankan pentingnya penguasaan teknik dasar bagi siapapun yang ingin menekuni golf. Menurutnya, olahraga golf bukan hanya soal memukul bola, tetapi upaya untuk mengenal diri, karena praktisi harus menguasai tekniknya secara bertahap.Imron menjelaskan, ada beberapa elemen dasar yang wajib dipelajari pemula seperti grip, yakni teknik memegang stik golf dengan tangan kiri berada di bawah tangan kanan. Selanjutnya ada pula stance, atau posisi berdiri yang stabil dan seimbang.
Lain dari itu, para pemain juga perlu memahami backswing, yaitu gerakan mengayun stik ke belakang hingga melewati kepala, dan downswing, teknik memukul bola secara efisien setelah backswing dilakukan.
“Kalau dasar-dasarnya sudah dikuasai, barulah pemain bisa mulai bermain di lapangan sesungguhnya,” jelas Imron.
Seiring perkembangan teknologi para pemula juga bisa semakin mudah untuk belajar. Salah satunya dengan memanfaatkan platform digital dan tutorial online “Biasanya, setelah enam bulan latihan rutin, seseorang sudah bisa bermain cukup baik,” tambahnya.
Kendati dikenal sebagai olahraga yang cukup menguras kantong, Imron menyebut peralatan golf juga bisa dibeli secara bertahap. Total biaya perlengkapan, termasuk aksesorinya berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta, tergantung merek dan tipe produk yang dipilih.
Baca juga: Hypereport: Uji Adrenalin Sambil Bangun Relasi Bisnis dari Hobi Jetski
Lebih lanjut praktisi golf ini mengungkap, perkembangan golf di Indonesia juga sudah meliputi banyak aspek, termasuk nilai ekonomi, kebermanfaatan, dan sosial budaya. Sebab, selain sebagai ajang olahraga, golf juga menjadi cara untuk memperluas jaringan.
"Sekarang juga bukan kalangan atas saja yang bermain golf. Sebab, semenjak Covid-19 sudah hampir semua kalangan yang saat ini menekuni olahraga ini," jelasnya.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.