Hypereport: Ketika Golf Jadi Standar Gaya Hidup & Hobi Anak Muda
30 April 2025 |
08:06 WIB
Identik dengan citranya yang mewah, eksklusif, dan penuh prestise, golf selama ini dikenal sebagai olahraga yang hanya dilakukan oleh bos atau petinggi-petinggi perusahaan. Sambil memukul bola dengan tongkat, orang-orang ini melakukan pembicaraan bisnis dan membangun koneksi.
Namun, golf kini mulai dilirik berbagai kalangan usia, terutama anak muda yang mulai mengubah citra olahraga ini jadi lebih playful. Meski identik dengan biaya tinggi dan fasilitasnya yang eksklusif, ruang untuk menjelajah dunia olahraga golf makin terbuka lebih lebar.
Baca juga: Hypereport: Memacu Kecepatan Mobil, Penuh Kesenangan dan Tantangan
Adapun golf adalah olahraga yang dimainkan di lapangan terbuka dengan tujuan memasukkan bola ke dalam lubang (hole) sebanyak mungkin, menggunakan stik golf dengan jumlah pukulan seminimal mungkin.
Terhitung per 2022, Indonesia memiliki sekitar 170 lapangan golf yang tersebar di berbagai daerah. Pemerintah Indonesia, mendorong pengembangan 25 lapangan golf baru di lima Destinasi Super Prioritas (DSP) sampai 2025. Langkah ini bertujuan untuk menarik total 66 juta pemain golf global, yang diharapkan dapat meningkatkan industri pariwisata dan pertumbuhan ekonomi negara.
Popularitas golf di tengah masyarakat pun terus meningkat. Mengacu pada data Garmin, golf menjadi salah satu aktivitas favorit bagi pengguna Garmin di Indonesia. Tercatat ada sebanyak 230.425 aktivitas golf sepanjang 2024. Pertumbuhan jumlah lapangan umum, ketersediaan peralatan dengan harga yang relatif terjangkau, serta format permainan yang lebih fleksibel menjadikan golf kini lebih mudah diakses oleh kalangan lebih muda.
Sementara di segmen profesional, persatuan Golf Indonesia (PGI) mencatat, pada 2025 akan diselenggarakan setidaknya 120 turnamen golf di seluruh Indonesia, mencakup berbagai kategori dari junior hingga profesional.
Coach Aziz, dari komunitas golf Daddies Golfer memaparkan golf memang selama ini dianggap sebagai olahraga mahal dan eksklusif. Namun sejak pandemi, tren ini mulai bergeser, terutama di kalangan anak muda yang tinggal di kota-kota besar.
“Golf telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang lebih dinamis, sekarang banyak dari mereka yang mulai mencoba dan menjadikannya hobi,” katanya.
Bagi pemula yang belum pernah ke lapangan golf, dia menyarankan untuk memulai dengan mengunjungi driving range untuk belajar etika dan peraturan dasar dari golfer yang lebih berpengalaman atau pelatih profesional.
Tak perlu langsung beli perlengkapan golf mahal. Cukup siapkan perlengkapan dasar seperti pakaian dan sepatu olahraga. Nanti, di driving range biasanya bisa meminjam atau menyewakan stick golf.
Apabila ingin mulai serius mempelajari golf, penting sekali memiliki pelatih profesional. Menurutnya, golf bukanlah olahraga yang bisa dipelajari secara otodidak, lantaran bisa berisiko cedera jika tekniknya salah. Pemain golf tersebut juga akan mudah frustasi dan berhenti bermain dalam waktu dekat.
"Saya sangat tidak merekomendasikan untuk belajar melalui YouTube ataupun sosial media lainnya, sebaiknya berlatih dengan coach profesional dan bersertifikat yang bisa memberikan bimbingan langsung," ujarnya.
Baca juga: Hypereport: Menyelami Serunya Dunia Bawah Laut dengan Diving
Untuk bisa menguasai teknik dasar golf sampai turun ke lapangan, pemula membutuhkan waktu sekitar 3 bulan atau 12 hingga 15 kali latihan di driving range dengan bimbingan pelatih. Namun, untuk mencapai tingkat profesional, seseorang bisa membutuhkan waktu 5 hingga 10 tahun. Ini semua tergantung pada seberapa serius seseorang dalam berlatih.
Untuk berlatih tak perlu langsung terjun ke lapangan, para pemula bisa mencoba di driving range. Ini merupakan fasilitas khusus yang dirancang untuk berlatih memukul bola, terutama untuk meningkatkan teknik ayunan dan pukulan jarak jauh.
Tempat ini sangat ideal bagi pemula yang ingin mempelajari dasar-dasar golf, seperti cara memegang stik (grip), posisi tubuh, dan teknik ayunan. Terkadang, pegolf profesional juga memanfaatkannya untuk pemanasan, menguji stik baru, serta menjaga konsistensi dan akurasi pukulan mereka.
Coach Aziz merekomendasikan beberapa driving range yang cocok untuk pemula dengan harga yang terjangkau, seperti Top Golf Fatmawati, Arjuna Driving Range, dan Power Golf Alam Sutera.
“Tempat-tempat ini cocok untuk pemula karena lebih bersifat rekreasional dan tidak terlalu serius,” tambahnya.
Untuk menjaga motivasi, Coach Aziz menekankan bahwa seseorang harus memiliki alasan untuk terus berlatih. Motivasi setiap orang bisa berbeda-beda. Bisa sesederhana ingin ikut tren dan komunitas olahraga, atau ingin bermain bersama bos dan rekan kerja di kantor. Yang paling penting pantang menyerah karena golf tidak mudah, jadi butuh kemauan dan tekad yang kuat.
Sebagai orang yang menekuni golf sejak lama, dia sangat optimis mengenai masa depan golf di Indonesia dan percaya olahraga ini akan semakin populer. Terlebih, golf bisa dimainkan oleh berbagai kalangan usia, muda sampai tua. Manfaatnya pun banyak, baik untuk kesehatan dan membangun relasi dalam pekerjaan, maupun bisnis.
Adapun Daddies Golfer sendiri merupakan komunitas golf asal Indonesia yang menggabungkan hiburan, edukasi, dan ulasan lapangan golf. Mereka aktif di platform seperti Instagram, YouTube, dan Facebook, serta memiliki klinik golf resmi di bawah nama Daddies Golf Clinic.
Melalui video pendek, mereka berbagi tips bermain golf, teknik ayunan, dan pengalaman pribadi di lapangan. Selain itu, juga menawarkan pelatihan dan bimbingan bagi para golfer melalui Daddies Golf Clinic yang bekerja sama dengan merek apparel Topgolf Indonesia dan Bridgestone Golf.
Golf tak lagi harus dimainkan di lapangan terbuka atau driving range. Kini, hadir pilihan baru yang lebih variatif dan menyenangkan untuk pemula, yakni dengan golf simulator. Ini merupakan teknologi yang memungkinkan pemain merasakan sensasi bermain golf di dalam ruangan dengan peralatan golf asli. Menggunakan layar proyeksi besar, sensor, dan perangkat analisis gerakan untuk menciptakan pengalaman bermain yang mendekati nyata.
Awan Eight - Golf Simulator, yang terletak di rooftop Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Bandung, menawarkan pengalaman bermain golf virtual yang canggih. Ini memberikan kesempatan bagi para golfer, baik yang berpengalaman maupun pemula untuk merasakan sensasi bermain di lapangan golf terbaik dunia seperti golf course di China, Thailand, Korea, Inggris, United Kingdom dan Skotlandia.
Adapun, teknologi yang digunakan dikembangkan Neo Golf Simulator, sebuah perusahaan Korea yang berpengalaman dan memiliki sertifikasi dalam pembuatan golf simulator. Teknologinya sangat canggih dan akurat dengan tiga dimensi analisis yang bisa melacak lintasan, putaran dan kecepatan bola sehingga memberikan representasi permainan yang sangat realistis dan akurat hingga 99 persen.
"Kalau untuk golfer prosesional, kelebihan golf simulator ini untuk training (latihan), karena ada kamera yang bisa mendeteksi gerakan mereka sudah benar atau belum," papar Yuliana, Residence Manager Mason Pine Hotel.
Mereka bisa memantau catatan performa saat main golf. Misalnya melatih teknik swing-nya sampai benar, sehingga membantu saat bermain di lapangan. Selain itu, juga memposisikan dan mengayunkan stiknya harus seperti apa, serta gerakan tangan dan kaki harus bagaimana.
Sementara, bagi pemula, bermain golf simulator akan sangat membantu ketika bermain di lapangan. Mereka bisa belajar dengan instruktur di sana yang akan memberikan bekal bagaimana cara bermain golf yang benar.
Baca juga: Hypereport: Uji Adrenalin Sambil Bangun Relasi Bisnis dari Hobi Jetski
Kecanggihan teknologi golf simulator makin lengkap dengan adanya automatic return ball, sehingga bola tidak harus diambil secara manual saat bermain di open bay. Selain itu, dari sisi keamanan juga dipastikan menjamin keamanan dan keselamatan para golfer.
“Ketika memukul bola ke layar, bolanya tidak akan mantul ke golfer, tetapi akan turun ke bawah sehingga dari sisi safety, ini sangat aman, dindingnya dikasih peredam, jadi tidak akan memantul," katanya.
Adapun harga bermain golf di Awan Eight - Golf Simulator, mulai dari Rp200.000-Rp250.000 per jam dengan maksimal empat orang untuk open bay dan Rp350.000-Rp450.000 per jam dengan maksimal 6 orang di VIP Room plus karaoke.
Namun, golf kini mulai dilirik berbagai kalangan usia, terutama anak muda yang mulai mengubah citra olahraga ini jadi lebih playful. Meski identik dengan biaya tinggi dan fasilitasnya yang eksklusif, ruang untuk menjelajah dunia olahraga golf makin terbuka lebih lebar.
Baca juga: Hypereport: Memacu Kecepatan Mobil, Penuh Kesenangan dan Tantangan
Adapun golf adalah olahraga yang dimainkan di lapangan terbuka dengan tujuan memasukkan bola ke dalam lubang (hole) sebanyak mungkin, menggunakan stik golf dengan jumlah pukulan seminimal mungkin.
Terhitung per 2022, Indonesia memiliki sekitar 170 lapangan golf yang tersebar di berbagai daerah. Pemerintah Indonesia, mendorong pengembangan 25 lapangan golf baru di lima Destinasi Super Prioritas (DSP) sampai 2025. Langkah ini bertujuan untuk menarik total 66 juta pemain golf global, yang diharapkan dapat meningkatkan industri pariwisata dan pertumbuhan ekonomi negara.
Popularitas golf di tengah masyarakat pun terus meningkat. Mengacu pada data Garmin, golf menjadi salah satu aktivitas favorit bagi pengguna Garmin di Indonesia. Tercatat ada sebanyak 230.425 aktivitas golf sepanjang 2024. Pertumbuhan jumlah lapangan umum, ketersediaan peralatan dengan harga yang relatif terjangkau, serta format permainan yang lebih fleksibel menjadikan golf kini lebih mudah diakses oleh kalangan lebih muda.
Sementara di segmen profesional, persatuan Golf Indonesia (PGI) mencatat, pada 2025 akan diselenggarakan setidaknya 120 turnamen golf di seluruh Indonesia, mencakup berbagai kategori dari junior hingga profesional.
Coach Aziz, dari komunitas golf Daddies Golfer memaparkan golf memang selama ini dianggap sebagai olahraga mahal dan eksklusif. Namun sejak pandemi, tren ini mulai bergeser, terutama di kalangan anak muda yang tinggal di kota-kota besar.
“Golf telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang lebih dinamis, sekarang banyak dari mereka yang mulai mencoba dan menjadikannya hobi,” katanya.
Bagi pemula yang belum pernah ke lapangan golf, dia menyarankan untuk memulai dengan mengunjungi driving range untuk belajar etika dan peraturan dasar dari golfer yang lebih berpengalaman atau pelatih profesional.
Tak perlu langsung beli perlengkapan golf mahal. Cukup siapkan perlengkapan dasar seperti pakaian dan sepatu olahraga. Nanti, di driving range biasanya bisa meminjam atau menyewakan stick golf.
Apabila ingin mulai serius mempelajari golf, penting sekali memiliki pelatih profesional. Menurutnya, golf bukanlah olahraga yang bisa dipelajari secara otodidak, lantaran bisa berisiko cedera jika tekniknya salah. Pemain golf tersebut juga akan mudah frustasi dan berhenti bermain dalam waktu dekat.
"Saya sangat tidak merekomendasikan untuk belajar melalui YouTube ataupun sosial media lainnya, sebaiknya berlatih dengan coach profesional dan bersertifikat yang bisa memberikan bimbingan langsung," ujarnya.
Baca juga: Hypereport: Menyelami Serunya Dunia Bawah Laut dengan Diving
Untuk bisa menguasai teknik dasar golf sampai turun ke lapangan, pemula membutuhkan waktu sekitar 3 bulan atau 12 hingga 15 kali latihan di driving range dengan bimbingan pelatih. Namun, untuk mencapai tingkat profesional, seseorang bisa membutuhkan waktu 5 hingga 10 tahun. Ini semua tergantung pada seberapa serius seseorang dalam berlatih.
Untuk berlatih tak perlu langsung terjun ke lapangan, para pemula bisa mencoba di driving range. Ini merupakan fasilitas khusus yang dirancang untuk berlatih memukul bola, terutama untuk meningkatkan teknik ayunan dan pukulan jarak jauh.
Tempat ini sangat ideal bagi pemula yang ingin mempelajari dasar-dasar golf, seperti cara memegang stik (grip), posisi tubuh, dan teknik ayunan. Terkadang, pegolf profesional juga memanfaatkannya untuk pemanasan, menguji stik baru, serta menjaga konsistensi dan akurasi pukulan mereka.
Coach Aziz merekomendasikan beberapa driving range yang cocok untuk pemula dengan harga yang terjangkau, seperti Top Golf Fatmawati, Arjuna Driving Range, dan Power Golf Alam Sutera.
“Tempat-tempat ini cocok untuk pemula karena lebih bersifat rekreasional dan tidak terlalu serius,” tambahnya.
Untuk menjaga motivasi, Coach Aziz menekankan bahwa seseorang harus memiliki alasan untuk terus berlatih. Motivasi setiap orang bisa berbeda-beda. Bisa sesederhana ingin ikut tren dan komunitas olahraga, atau ingin bermain bersama bos dan rekan kerja di kantor. Yang paling penting pantang menyerah karena golf tidak mudah, jadi butuh kemauan dan tekad yang kuat.
Sebagai orang yang menekuni golf sejak lama, dia sangat optimis mengenai masa depan golf di Indonesia dan percaya olahraga ini akan semakin populer. Terlebih, golf bisa dimainkan oleh berbagai kalangan usia, muda sampai tua. Manfaatnya pun banyak, baik untuk kesehatan dan membangun relasi dalam pekerjaan, maupun bisnis.
Adapun Daddies Golfer sendiri merupakan komunitas golf asal Indonesia yang menggabungkan hiburan, edukasi, dan ulasan lapangan golf. Mereka aktif di platform seperti Instagram, YouTube, dan Facebook, serta memiliki klinik golf resmi di bawah nama Daddies Golf Clinic.
Melalui video pendek, mereka berbagi tips bermain golf, teknik ayunan, dan pengalaman pribadi di lapangan. Selain itu, juga menawarkan pelatihan dan bimbingan bagi para golfer melalui Daddies Golf Clinic yang bekerja sama dengan merek apparel Topgolf Indonesia dan Bridgestone Golf.
Golf Simulator
Awan Eight - Golf Simulator, yang terletak di rooftop Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, Bandung, menawarkan pengalaman bermain golf virtual yang canggih. Ini memberikan kesempatan bagi para golfer, baik yang berpengalaman maupun pemula untuk merasakan sensasi bermain di lapangan golf terbaik dunia seperti golf course di China, Thailand, Korea, Inggris, United Kingdom dan Skotlandia.
Adapun, teknologi yang digunakan dikembangkan Neo Golf Simulator, sebuah perusahaan Korea yang berpengalaman dan memiliki sertifikasi dalam pembuatan golf simulator. Teknologinya sangat canggih dan akurat dengan tiga dimensi analisis yang bisa melacak lintasan, putaran dan kecepatan bola sehingga memberikan representasi permainan yang sangat realistis dan akurat hingga 99 persen.
"Kalau untuk golfer prosesional, kelebihan golf simulator ini untuk training (latihan), karena ada kamera yang bisa mendeteksi gerakan mereka sudah benar atau belum," papar Yuliana, Residence Manager Mason Pine Hotel.
Mereka bisa memantau catatan performa saat main golf. Misalnya melatih teknik swing-nya sampai benar, sehingga membantu saat bermain di lapangan. Selain itu, juga memposisikan dan mengayunkan stiknya harus seperti apa, serta gerakan tangan dan kaki harus bagaimana.
Sementara, bagi pemula, bermain golf simulator akan sangat membantu ketika bermain di lapangan. Mereka bisa belajar dengan instruktur di sana yang akan memberikan bekal bagaimana cara bermain golf yang benar.
Baca juga: Hypereport: Uji Adrenalin Sambil Bangun Relasi Bisnis dari Hobi Jetski
Kecanggihan teknologi golf simulator makin lengkap dengan adanya automatic return ball, sehingga bola tidak harus diambil secara manual saat bermain di open bay. Selain itu, dari sisi keamanan juga dipastikan menjamin keamanan dan keselamatan para golfer.
“Ketika memukul bola ke layar, bolanya tidak akan mantul ke golfer, tetapi akan turun ke bawah sehingga dari sisi safety, ini sangat aman, dindingnya dikasih peredam, jadi tidak akan memantul," katanya.
Adapun harga bermain golf di Awan Eight - Golf Simulator, mulai dari Rp200.000-Rp250.000 per jam dengan maksimal empat orang untuk open bay dan Rp350.000-Rp450.000 per jam dengan maksimal 6 orang di VIP Room plus karaoke.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.