Konklaf (Sumber gambar: Unsplash/ Christian Lendl)

Asap Hitam Mengepul di Kapel Sistina Hari Pertama, Belum Ada Pope Terpilih

08 May 2025   |   09:19 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Asap hitam mengepul dari cerobong asap di atas Kapel Sistina, Vatikan, pada Rabu malam (7/5/2025) atau Kamis (8/5/2025) dini hari WIB. Asap tersebut terlihat keluar sekitar pukul 21.00 WIB. Ini adalah asap pertama yang keluar sejak rangkaian konklaf benar-benar berlangsung.

Asap yang keluar dari cerobong Kapel Sistina menjadi simbol paling terkenal dari proses konklaf. Jika hasil pemungutan suara belum menghasilkan suara mayoritas dua pertiga, maka kertas suara dibakar dengan zat kimia yang menghasilkan asap hitam, tanda bahwa belum ada Paus terpilih.

Sebaliknya, ketika sudah ada keputusan final, asap putih mengepul sebagai kabar gembira bahwa Paus baru telah terpilih. Tradisi asap ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh umat Katolik dan media dari seluruh dunia. Ribuan orang biasanya berkumpul di Lapangan Santo Petrus untuk menyaksikan asap yang keluar dari cerobong.

Baca juga: Sejarah Arsitektur & Interior Kapel Sistina, Tempat Konklaf Pemilihan Paus Baru

“Tidak ada Paus yang terpilih setelah pemungutan suara pertama konklaf untuk memilih Paus ke-267,” bunyi pengumuman Vatikan dalam laman resminya.

Saat pemungutan suara pertama berlangsung, puluhan ribu orang diketahui memadati Lapangan Santo Petrus untuk menantikan pengumuman terpilihnya Paus baru. Vatikan menyebut ada sekitar 45.000 orang hadir di lokasi tersebut yang menunggu hasil pengumuman pertama.

Belum tercapainya suara mayoritas dalam putaran pertama bukanlah hal yang luar biasa dalam sejarah konklaf. Justru, banyak pemilihan Paus berlangsung hingga beberapa hari.

Kendati demikian, kejadian ini tetap menambah ketegangan dan antisipasi publik. Umat Katolik dari katedral megah di Eropa hingga komunitas-komunitas kecil di belahan dunia lainnya kini terus menantikan sosok yang akan melanjutkan tongkat estafet kepausan.

Pada tahun ini, sebanyak 133 kardinal berpartisipasi dalam konklaf. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu pemilihan Paus dengan jumlah elektor terbanyak dalam sejarah Gereja Katolik.

Jumlah yang signifikan ini mencerminkan keragaman geografis dan latar belakang para peserta. Mereka berasal dari berbagai penjuru dunia serta membawa pandangan dan pengalaman yang berbeda terkait tantangan dan harapan umat Katolik masa kini.

Para kardinal tersebut mewakili suara umat dari berbagai wilayah, termasuk Eropa, Amerika Latin, Afrika, Asia, dan Oseania. Namun, perlu diketahui tidak semua kardinal di dunia memiliki hak untuk memilih.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, hanya kardinal yang belum berusia 80 tahun pada saat wafat atau pengunduran diri Paus yang diperkenankan ikut serta dalam proses pemilihan.

Batasan usia ini diberlakukan untuk memastikan bahwa para pemilih adalah figur-figur Gereja yang masih aktif secara pastoral, memiliki energi, dan terlibat langsung dengan isu-isu aktual yang dihadapi oleh umat Katolik di seluruh dunia.

Namun, kardinal yang telah melampaui usia 80 tahun tetap dapat hadir di Vatikan selama konklaf berlangsung, tetapi hanya sebagai penasihat atau saksi, tanpa hak untuk memberikan suara.

Sebelumnya, Kardinal Giovanni Battista Re, Dekan Dewan Kardinal, sempat menyerukan persatuan dalam iman dan doa saat para Kardinal mulai memasuki masa konklaf. Dia juga memohon bantuan Roh Kudus agar Paus yang terpilih menjadi orang yang dibutuhkan.

"Semoga Paus yang terpilih adalah dia yang dibutuhkan Gereja dan umat manusia pada titik balik sejarah yang sulit, kompleks, dan bermasalah ini," harapnya.

Setelah ini, pemungutan suara akan dilanjutkan dua kali pada pagi hari dan dua kali pada sore hari, hingga seorang kandidat berhasil memperoleh suara yang cukup.

Jika hal tersebut terjadi, cerobong Kapel Sistina akan mengeluarkan asap putih, pertanda bahwa Paus baru telah terpilih. Tak lama kemudian, Paus terpilih akan diperkenalkan kepada publik dari balkon Basilika Santo Petrus dengan pernyataan bersejarah: “Habemus Papam” atau “Kita memiliki Paus”.

Baca juga:  Serba-serbi Konklaf, Prosesi Pemilihan Paus Baru yang Penuh Aturan Ketat

SEBELUMNYA

Tayang Hari Ini, Fakta-fakta Menarik Film Sayap-Sayap Patah 2: Olivia

BERIKUTNYA

Balai Pustaka Gelar Festival Literasi Parade Masa, Cek Rangkaian Acaranya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga