Lukisan Penghakiman Terakhir (Sumber gambar: Michelangelo.org)

Fakta Menarik Fresko Penghakiman Terakhir Karya Michelangelo di Kapel Sistina

26 April 2025   |   11:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Di balik tembok Kapel Sistina yang megah di Vatikan, tersimpan sebuah lukisan yang tak hanya memukau mata, tetapi juga menggugah batin. The Last Judgment atau Penghakiman Terakhir, begitulah tajuk dari karya seni yang dibuat oleh seniman besar era Renaisans, Michelangelo.

Dilukis di dinding altar antara tahun 1535 hingga 1541, mahakarya ini muncul di masa ketika Eropa tengah dilanda pergolakan besar dalam kehidupan keagamaan dan sosial. Dalam situasi seperti itu, Michelangelo tak hanya menghadirkan lukisan teologis tentang hari penghakiman, tetapi juga menuangkan kecemasan dan renungannya pada zaman tersebut.

Baca juga: Gambaran Prosesi Pemilihan Paus dalam Film Conclave

Tak mengherankan bila hingga saat ini, Penghakiman Terakhir tak pernah gagal memikat dan mengundang tanya. Di bawah mahakarya inilah juga, nantinya para kardinal akan berkumpul dalam sebuah konklaf untuk memilik pemimpin Gereja Katolik baru setelah Paus Fransiskus mangkat.

Lukisan ini seolah menjadi pengingat spiritual yang kuat bahwa keputusan para kardinal tersebut bukan semata urusan duniawi, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab kekal.

Lantas apa saja hal menarik di balik lukisan Penghakiman Terakhir karya Michelangelo ini? Berikut adalah ulasannya:


1. Ada 300 Tokoh yang Dilukis

Pada awalnya, Michelangelo hanya akan melukis 12 figur Rasul saja di dinding-dinding langit Kapel Sistina. Namun, hingga akhir karyanya, dirinya membuat lebih dari 300 figur di lukisannya tersebut. Hal ini membuat lukisan Penghakiman Terakhir menjadi salah satu karya yang sangat kompleks. Terlebih, fresko ini sangat besar, berukuran sekitar 39 kaki kali 45 kaki. Sebagai perbandingan, lukisan dinding Perjamuan Terakhir karya Leonardo da Vinci berukuran sekitar 15 kaki kali 29 kaki.

Mengutip laman Michelangelo, sebagian besar sejarawan seni sepakat bahwa Michelangelo menyisipkan potret dirinya dalam lukisan dinding Penghakiman Terakhir. Selain itu, dia juga menghadirkan tokoh-tokoh dari mitologi Yunani yang dipengaruhi oleh ajaran Kristen, seperti Charon dan Minos, dalam karya tersebut.

 

Lukisan Penghakiman Terakhir (Sumber gambar: thesistinechapel.org)

Lukisan Penghakiman Terakhir (Sumber gambar: thesistinechapel.org)


2. Proses Berkarya yang Panjang

Michelangelo menyelesaikan dekorasi langit-langit dan kubah dalam waktu 4 tahun. Proses awal pengerjaan berjalan lambat karena Michelangelo belum memiliki pengalaman melukis fresko sebelum menggarap Kapel Sistina. Tantangannya makin besar karena dia harus bekerja di atas permukaan lengkung dan mempelajari teknik perspektif yang rumit.

Meskipun ada anggapan bahwa Michelangelo melukis sambil berbaring, kenyataannya tidak. Sebab, dia telah merancang sistem perancah khusus untuk mempermudah pekerjaannya.  Dalam membangun lukisan ini, Michelangelo terapksa mengorbankan beberapa karya seni lain, termasuk The Assumption of Mary karya Pietro Perugino dan dua lukisan lama dirinya sendiri, yaitu Ancestors of Christ pada bagian lunet. Selain itu, bagian dari siklus Musa dan Adoration of the Kings karya Perugino juga tertutup oleh lukisan baru ini.


3. Dituduh Amoralitas dan Sempat Disensor

Meskipun Penghakiman Terakhir kini dianggap sebagai karya ikonik, pada masanya lukisan ini memicu kontroversi. Hal yang paling disorot adalah penggambaran figur-figur telanjang dalam fresko tersebut. Michelangelo bahkan sampai dituduh tidak bermoral dan cabul oleh Kardinal Carafa karena banyak menampilkan tubuh telanjang.

Akibat hal ini, diluncurkanlah kampanye penyensoran untuk menutupi unsur yang dianggap cabul dalam lukisan itu. Para pemuka agama yang terguncang dalam Konsili Trente akhirnya menunjuk seniman Daniele da Volterra untuk menambahkan pakaian pada figur-figur telanjang tersebut. Beruntungnya, setelah proses restorasi modern, kini masyarakat bisa menikmati lukisan itu dalam bentuk aslinya seperti yang diciptakan oleh Michelangelo.


4. Makna Lukisan

Fresko ini merepresentasikan konsep Penghakiman Terakhir dalam kepercayaan Kristen, yakni saat Kristus kembali untuk mengadili seluruh umat manusia dan menentukan nasib akhir mereka, apakah masuk Surga atau Neraka. Konsep ini merupakan salah satu ajaran fundamental dalam Kristiani. Michelangelo mengusung gaya seni Renaisans tinggi, menonjolkan ketepatan anatomi dan nuansa dramatis untuk memperkuat penggambaran peristiwa agung tersebut.

Dalam lukisan dinding ini, digambarkan berbagai tokoh seperti Kristus, para malaikat, orang-orang suci, serta jiwa-jiwa manusia yang dibangkitkan. Karya ini mengingatkan umat manusia akan pentingnya menjalani kehidupan yang baik dan bertanggung jawab, karena setiap perbuatan akan diperhitungkan di hadapan Tuhan. 

 

hesistinechapel.org

Lukisan Penghakiman Terakhir (Sumber gambar: Michelangelo.org)


5. Lebih dari 25.000 Orang Per Hari Menyaksikan Lukisan

Kapel Sistina tak hanya simbol spiritualitas di Vatikan, tetapi juga pertama seni. Di tempat ini, lebih dari 500 karya lukis menghiasi seluruh bagiannya. Di antara mahakarya tersebut, Penghakiman Terakhir menjadi salah satu yang paling tersohor. Menurut laman Michelangelo, saat ini, sekitar 25.000 pengunjung setiap harinya datang untuk menyaksikan keagungan lukisan tersebut secara langsung.
 

SEBELUMNYA

Ketika Busana Jadi Bahasa Visual dalam Pagelaran Sabang Merauke

BERIKUTNYA

Ramaikan Art Jakarta Gardens 2025, Prehistoric Body Theater Pentaskan Sangiran 17: Erectustopia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga