Diangkat Jadi Komisaris, Cak Lontong Bakal Hidupkan Lagi Pasar Seni Ancol
04 May 2025 |
07:30 WIB
Komedian dan presenter Lies Hartono, atau yang lebih dikenal sebagai Cak Lontong memiliki sejumlah misi setelah diangkat menjadi salah satu komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Lelaki asal Magetan, Jawa Timur itu mengaku salah satu fokus utamanya adalah menghidupkan kembali Pasar Seni Ancol.
Diketahui, sejak beberapa dekade terakhir eksistensi dan pamor Pasar Seni Ancol perlahan melorot atau bisa dibilang mati suri. Padahal, tempat berkumpulnya para seniman, perupa, dan budayawan ini sempat menjadi 'akademi' sekaligus ladang seni rupa pada masanya, hingga beringsut pada dekade 2000-an.
Baca juga : Komedian Cak Lontong jadi Komisaris Ancol, Ini Profil dan Rekam Jejaknya di Dunia Hiburan
Berdasarkan hasil rapat pertama komisaris dan direksi pada Jumat (1/3/25), pihaknya sepakat untuk bekerjasama untuk membuat inovasi dan terobosan baru. Cak Lontong mengungkap, kendati tugas mereka hanya mengawasi dan memberi nasehat, tapi pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin.
Sejauh ini, pria kelahiran 7 Oktober 1970, itu juga mengaku sudah mendapat banyak masukan dari para seniman dan budayawan terkait gagasan yang bisa diterapkan di Ancol. Salah satunya adalah dengan menggabungkan konsep wisata dengan edukasi dan hiburan, atau edutainment.
"Lain dari itu yang kita bicarakan [kemarin] adalah kembali menghidupkan pasar seni. Sebab tempat itu mati suri. Padahal pada dekade 80-90an sempat hype dan menjadi tujuan utama warga. Namun akhirnya kurang diperhatikan. Itu yang akan dibangkitkan lagi," katanya saat ditemui Hypebis.id di Jakarta.
Menurut Cak Lontong, Ancol di mata masyarakat memang identik dengan tempat wisata, salah satunya Dufan. Namun, selain mengelola destinasi tersebut dia juga mengingatkan bahwa PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, juga bergerak di bidang properti. Pada area inilah pihaknya juga akan memberi fokus lebih.
Ke depannya, dia juga akan menata sejumlah area di kawasan tersebut, sebab dalam pengembangannya salah satu lahan di daerah reklamasi di sana akan dijadikan depo Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Depo MRT Ancol merupakan bagian dari pengembangan MRT fase 2B yang menghubungkan Stasiun MRT Kota dengan Ancol.
"Jadi [nanti kedepannya] Ancol punya peran yang saya kira bukan hanya tempat rekreasi, akan tetapi untuk menjadi tempat hunian juga, dan bagaimana mengkolaborasikan hunian dan rekreasi,"imbuh Ketua Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno, itu.
Lies Hartono, alias Cak Lontong, resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Keputusan ini diumumkan setelah dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 25 April 2025. Cak Lontong menggantikan Sofyan Abdul Djalil dan Henky Wijaya, yang mengundurkan diri.
Menurut penjelasan resmi dari Corporate Communication PJAA, Daniel Windriatmoko, pengangkatan Cak Lontong sebagai komisaris tidak hanya sebatas meningkatkan popularitas, tetapi merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan daya tarik publik, serta mendorong inovasi dan pengembangan bisnis pariwisata.
Selain Cak Lontong, nama-nama lainnya yang juga ditunjuk sebagai komisaris Ancol adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso dan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, yang bertugas sebagai sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen.
Nama Cak Lontong dikenal luas setelah dia tampil di acara Republik BBM yang dipandu Effendi Ghazali, kemudian menjadi panelis tetap di Indonesia Lawak Klub (ILK) Trans7. Lain dari itu, dia juga sempat membawakan acara kuis komedi Waktu Indonesia Bercanda (WIB) di NET TV, yang menampilkan permainan logika dan teka-teki sulit yang menghibur.
Baca juga: Perkiraan Gaji Cak Lontong sebagai Komisaris Ancol, Bisa Ratusan Juta Per Bulan
Diketahui, sejak beberapa dekade terakhir eksistensi dan pamor Pasar Seni Ancol perlahan melorot atau bisa dibilang mati suri. Padahal, tempat berkumpulnya para seniman, perupa, dan budayawan ini sempat menjadi 'akademi' sekaligus ladang seni rupa pada masanya, hingga beringsut pada dekade 2000-an.
Baca juga : Komedian Cak Lontong jadi Komisaris Ancol, Ini Profil dan Rekam Jejaknya di Dunia Hiburan
Berdasarkan hasil rapat pertama komisaris dan direksi pada Jumat (1/3/25), pihaknya sepakat untuk bekerjasama untuk membuat inovasi dan terobosan baru. Cak Lontong mengungkap, kendati tugas mereka hanya mengawasi dan memberi nasehat, tapi pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin.
Sejauh ini, pria kelahiran 7 Oktober 1970, itu juga mengaku sudah mendapat banyak masukan dari para seniman dan budayawan terkait gagasan yang bisa diterapkan di Ancol. Salah satunya adalah dengan menggabungkan konsep wisata dengan edukasi dan hiburan, atau edutainment.
"Lain dari itu yang kita bicarakan [kemarin] adalah kembali menghidupkan pasar seni. Sebab tempat itu mati suri. Padahal pada dekade 80-90an sempat hype dan menjadi tujuan utama warga. Namun akhirnya kurang diperhatikan. Itu yang akan dibangkitkan lagi," katanya saat ditemui Hypebis.id di Jakarta.

Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Lies Hartono, atau Cak Lontong saat membaca pusi dalam acara bedah buku Mengunci Ingatan: Biografi dan Catatan Kenangan Yudhistira A.N.M. Massardi di PDS HB Jassin, Jakarta, Sabtu, (3/5/25). (sumber Gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)
Menurut Cak Lontong, Ancol di mata masyarakat memang identik dengan tempat wisata, salah satunya Dufan. Namun, selain mengelola destinasi tersebut dia juga mengingatkan bahwa PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, juga bergerak di bidang properti. Pada area inilah pihaknya juga akan memberi fokus lebih.
Ke depannya, dia juga akan menata sejumlah area di kawasan tersebut, sebab dalam pengembangannya salah satu lahan di daerah reklamasi di sana akan dijadikan depo Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Depo MRT Ancol merupakan bagian dari pengembangan MRT fase 2B yang menghubungkan Stasiun MRT Kota dengan Ancol.
"Jadi [nanti kedepannya] Ancol punya peran yang saya kira bukan hanya tempat rekreasi, akan tetapi untuk menjadi tempat hunian juga, dan bagaimana mengkolaborasikan hunian dan rekreasi,"imbuh Ketua Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno, itu.
Lies Hartono, alias Cak Lontong, resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Keputusan ini diumumkan setelah dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 25 April 2025. Cak Lontong menggantikan Sofyan Abdul Djalil dan Henky Wijaya, yang mengundurkan diri.
Menurut penjelasan resmi dari Corporate Communication PJAA, Daniel Windriatmoko, pengangkatan Cak Lontong sebagai komisaris tidak hanya sebatas meningkatkan popularitas, tetapi merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan daya tarik publik, serta mendorong inovasi dan pengembangan bisnis pariwisata.
Selain Cak Lontong, nama-nama lainnya yang juga ditunjuk sebagai komisaris Ancol adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso dan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, yang bertugas sebagai sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen.
Nama Cak Lontong dikenal luas setelah dia tampil di acara Republik BBM yang dipandu Effendi Ghazali, kemudian menjadi panelis tetap di Indonesia Lawak Klub (ILK) Trans7. Lain dari itu, dia juga sempat membawakan acara kuis komedi Waktu Indonesia Bercanda (WIB) di NET TV, yang menampilkan permainan logika dan teka-teki sulit yang menghibur.
Baca juga: Perkiraan Gaji Cak Lontong sebagai Komisaris Ancol, Bisa Ratusan Juta Per Bulan
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.