4 Strategi Atur Keuangan Agar Tetap Aman saat Resesi Menurut Pakar
24 April 2025 |
08:14 WIB
Indonesia berpotensi menghadapi resesi ekonomi. Hal tersebut dipicu oleh sejumlah faktor yang menjadi gejala dari resesi seperti pertumbuhan ekonomi yang melambat, daya beli masyarakat lesu, pasar keuangan yang anjlok, hingga ancaman kebijakan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Jika benar terjadi, resesi akan memberikan efek domino yang menantang tidak hanya dalam skala makroekonomi, tetapi juga hingga ke level masyarakat. Banyak orang terancam kehilangan pekerjaan, pemotongan upah, ketidakstabilan sosial, hingga ketimpangan ekonomi yang meningkat.
Di tengah tantangan tersebut, penting untuk mengetahui strategi yang tepat dalam mengelola keuangan agar tetap aman selama resesi. Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan? Berikut adalah penjelasannya menurut Perencana Keuangan Budi Raharjo.
1. Menjaga sumber penghasilan
Budi mengatakan langkah pertama yang harus dipersiapkan untuk menghadapi resesi ialah memperkirakan sejauh mana dampaknya mempengaruhi sumber penghasilan seseorang, baik itu bekerja ataupun berbisnis.
Jika bekerja di suatu perusahaan, perlu diperkirakan sejauh mana resesi akan memberikan dampak terhadap tempat kerja seperti pemotongan upah ataupun PHK. Begitupun dengan berbisnis, perlu diperkirakan sejauh mana usaha yang dijalankan dapat bertahan di tengah resesi sehingga bisa terus menjadi sumber penghasilan.
Ketika sudah memperkirakan besaran dampaknya, penting untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi demi mengamankan sumber penghasilan di tengah resesi. Misalnya, mencari peluang kerja yang lebih baik, ataupun mencoba bisnis yang lebih tahan banting di tengah resesi.
"Penghasilan bisa berhenti, tapi pengeluaran enggak mungkin berhenti. Makanya penting untuk memperkirakan seberapa jauh kita bisa bertahan kalau kita enggak punya penghasilan. Ini adalah peran dari seberapa besar cadangan dana darurat kita," katanya saat diwawancarai Hypeabis.id lewat sambungan telepon, Rabu (23/4/2025).
2. Menguatkan cadangan dana darurat
Strategi berikutnya yang harus disiapkan ialah menguatkan cadangan darurat, minimal untuk pengeluaran selama tiga bulan. Namun, di tengah ancaman resesi, disarankan meningkatkan cadangan dana darurat untuk pengeluaran hingga 6 bulan.
Budi menyampaikan menguatkan cadangan dana darurat bisa berasal dari berbagai sumber, mulai dari mengurangi pengeluaran, mengalokasikan bonus-bonus seperti THR atau lainnya untuk tambahan dana darurat, atau mengurangi alokasi investasi untuk instrumen-instrumen yang sedang terkoreksi di situasi ketidakpastian ekonomi saat ini.
3. Buat daftar prioritas pengeluaran
Lantaran cadangan dana darurat menjadi hal yang sangat krusial dalam pengelolaan keuangan di tengah ancaman resesi, disarankan untuk lebih bijak dalam pengeluaran salah satunya dengan membuat daftar prioritas.
Budi menuturkan untuk mengamankan kondisi finansial di situasi saat ini, penting untuk mengecek kembali pola pengeluaran. Pos-pos pengeluaran mana saja yang fundamental dan harus diprioritaskan, serta bagian mana yang kira-kira bisa dikurangi atau bahkan ditinggalkan. Termasuk, menghindari utang konsumtif.
"Sebaiknya untuk utang konsumtif dikendalikan dalam beberapa waktu ini. Harus lebih hati-hati. Kecuali kalau kita memang yakin bisa mengembalikan itu," imbuhnya.
4. Lebih cermat dalam berinvestasi
Hal lain yang tak kalah penting guna mengamankan kondisi keuangan ialah bersikap lebih cermat dalam berinvestasi. Budi mengatakan sebelum berinvestasi, tentukan rencana tujuan berinvestasi apakah untuk jangka pendek seperti menambah dana darurat atau jangka panjang seperti dana pensiun.
Untuk jangka pendek, bisa memilih beberapa instrumen investasi seperti deposito, reksa dana pasar uang, emas, dan obligasi. Sementara untuk jangka panjang, bisa berinvestasi saham-saham yang saat ini harganya tengah terkoreksi namun sebenarnya memiliki fundamental dan kinerja yang bagus.
"Tapi ini dalam konteks penghasilan kita enggak terganggu ya. Kalau cukup berisiko, ya sebaiknya amankan dulu aja untuk cadangan dana darurat minimal untuk pengeluaran selama enam bulan," tambah Budi.
Baca Juga: Rupiah Melemah, Ini 4 Instrumen Investasi yang Bisa Jadi Pilihan
Baca Juga: Rupiah Melemah, Ini 4 Instrumen Investasi yang Bisa Jadi Pilihan
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.