Kawasan inti Nuanu Creative City. (Sumber gambar: Nuanu Creative City)

Nuanu Bakal Gelar FOTO Bali Festival, Hadirkan Ragam Karya Fotografi Internasional

24 April 2025   |   10:14 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Nuanu Creative City, kawasan kreatif yang berlokasi di Bali, akan menggelar festival fotografi berskala internasional bertajuk FOTO Bali Festival. Berlangsung dari 26 Juli hingga 17 Agustus 2025, festival ini akan mengajak pengunjung mengeksplorasi karya-karya visual fotografi dengan cerita yang kuat.

Festival yang digelar selama 23 hari ini akan mempertemukan fotografer, seniman, pencerita, dan para profesional industri kreatif dari Indonesia maupun mancanegara.

Melalui pameran, diskusi panel, dan lokakarya (workshop) interaktif, FOTO Bali Festival akan menghadirkan program yang dinamis dan imersif, mengajak audiens turut terlibat dengan fotografi sebagai medium untuk refleksi, percakapan, dan koneksi.

Baca Juga: Transformasi Artistik Seniman Sasya Tranggono Hadir dalam Pameran Habis Gelap Terbitlah Terang

Festival ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bali sebagai pusat kreativitas yang berkembang di Asia Tenggara, khususnya dalam bidang fotografi dan budaya visual.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by nuanu (@nuanucreativecity)


 
Pada edisi perdananya, FOTO Bali Festival mengusung tema Life, yang mengajak publik untuk merenungkan perjalanan mereka sebagai manusia, tentang tujuan, transformasi, dan keberadaan, di tengah dunia yang terus berkembang.
 
Festival ini menjadi wadah bagi para praktisi, baik yang sedang merintis maupun profesional, untuk membagikan karya yang berbicara tentang berbagai momen penting di zaman ini, sekaligus menawarkan ruang untuk bertemu, berkolaborasi, dan bertukar pikiran.
 
Melalui berbagai eksplorasi visual dan cerita, festival ini akan melihat kembali bagaimana ‘Life’ atau kehidupan terungkap dalam banyaknya perspektif, baik dengan cahaya yang terang maupun gelap seperti bayangan. 
 
Fotografi menjadi medium untuk refleksi, dialog, dan perayaan. Bingkai demi bingkai yang menyoroti pengalaman manusia di mana pun mereka berada, apa pun budayanya, dan dari setiap generasi.
 
Kelsang Dolma, Festival Director of FOTO Bali Festival, mengatakan fotografi adalah salah satu alat paling demokratis dan puitis. Fotografi, katanya, mengajak manusia untuk melambat dan melihat lebih dalam terhadap berbagai hal lebih dari sekadar permukaan, dan memaknai setiap lapisan-lapisan makna dari sebuah tempat, identitas ataupun memori.
 
Dia menambahkan di wilayah Indonesia, dan khususnya di Bali di mana tradisi bercerita menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, fotografi menjadi jembatan yang kuat antargenerasi, antar tanah dan upacara, serta antara lokal dan global. 
 
"FOTO Bali Festival diselenggarakan untuk menghormati keterkaitan itu. Kami hadir bukan hanya untuk memamerkan karya, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi ekosistem berbasis lensa yang masih berada di tahap awal. Ini tentang pertumbuhan jangka panjang, dialog yang bermakna, dan menjadi tempat di mana suara-suara fotografi Asia Tenggara dapat terlihat dan terdengar," katanya.
 
Dolma menyebut pihaknya akan membuka submisi terbuka untuk menjaring karya-karya yang ditampilkan di FOTO Bali Festival, yang pendaftarannya akan dibuka pada 2 hingga 31 Mei 2025. Adapun, rincian lengkap mengenai program festival dan pengumuman kurator akan diumumkan dalam beberapa minggu ke depan.
 
"Ada begitu banyak talenta fotografi yang luar biasa di Bali dan juga dunia. Kami tidak sabar untuk melihat apa yang akan hadir melalui Open Call kali ini. Jika kamu merasa memiliki suara visual yang kuat dan dedikasi mendalam terhadap dunia fotografi, kami mengundangmu untuk menjadi bagian dari edisi perdana festival ini," ujar Dolma.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by nuanu (@nuanucreativecity)


 
Sebagai informasi, Nuanu merupakan kawasan kreatif seluas 44 hektare yang berlokasi di Desa Beraban, Kabupaten Tabanan, Bali. Kawasan yang beroperasi sejak 2020 ini menjadi salah satu destinasi wisata terpadu di Bali yang menawarkan aktivitas terkait kesehatan, kebugaran, hunian, dan gaya hidup.
 
Dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi, kawasan ini memiliki ruang-ruang khusus untuk pendidikan, seni & budaya, kebugaran, hiburan, dan kehidupan yang terinspirasi oleh alam, yang berpadu secara harmonis.
 
Meski disebut sebagai kota kreatif, hampir sebagian besar wilayah Nuanu atau sekitar 70 persennya merupakan ruang hijau. Selain itu, Nuanu juga menerapkan sejumlah inisiatif lingkungan berkelanjutan, seperti reboisasi, pengelolaan limbah, periran berkelanjutan, konservasi mangrove, hingga dukungan peningkatan keanekaragaman hayati.

Baca Juga: Salihara Gelar Pameran Marka/Matriks, Pajang Ratusan Karya Seni Grafis Terkini

SEBELUMNYA

4 Strategi Atur Keuangan Agar Tetap Aman saat Resesi Menurut Pakar

BERIKUTNYA

Metode Diet Intermitten Fasting untuk Menurunkan Berat Badan yang Aman

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga