Rupiah Melemah, Ini 4 Instrumen Investasi yang Bisa Jadi Pilihan
08 April 2025 |
21:00 WIB
Pasar finansial Indonesia kembali terguncang akibat sentimen yang datang dari global, utamanya kebijakan tarif resiprokal yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah bergerak melemah menyentuh level Rp17.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025).
Hal ini pun menjadi perhatian banyak pihak, terutama para investor. Bahkan, perdagangan saham di Indonesia pagi ini sempat dihentikan sementara akibat anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 9,19 persen ke level 5.912, pada Selasa (8/4/2025). Padahal, perdagangan baru saja dibuka setelah libur panjang Lebaran 2025.
Meski demikian, bukan berarti investor harus panik. Di tengah ketidakpastian global seperti saat ini, justru ada sejumlah instrumen investasi yang terbilang aman dan menguntungkan, sehingga bisa menjadi pilihan, menurut Certified Financial Planner Budi Raharjo.
Baca juga: 5 Cara Bijak Mengatur Keuangan saat IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah
Emas telah menjadi instrumen investasi yang stabil dan aman serta dianggap sebagai safe haven di saat terjadi ketidakpastian ekonomi. Emas sering kali dilihat sebagai pelindung nilai terhadap inflasi maupun deflasi. Keuntungan dari investasi emas adalah kemampuannya untuk mempertahankan nilai dalam jangka panjang, bahkan ketika perekonomian sedang bergejolak.
Dalam banyak kasus, ketika saham turun, harga emas cenderung naik. Keuntungan dari investasi emas lainnya adalah likuiditasnya yang tinggi. Kalian dapat membeli dan menjual emas dengan mudah. Hal ini menjadikannya sebagai pilihan investasi terbaik saat ini karena nilainya stabil dan bisa melindungi kekayaan.
"Emas itu harganya melejit ketika terjadi kekhawatiran akan resesi, akan perang, kondisi ketidakpastian. Dia akan mengalami kenaikan," kata Budi kepada Hypeabis.id lewat wawancara sambungan telepon, Selasa (8/4/2025).
Walaupun dana yang disetorkan hanya dapat ditarik setelah jangka waktu tertentu, deposito memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan rekening tabungan. Suku bunga yang diberikan oleh bank untuk deposito lebih kompetitif daripada tabungan biasa.
Namun, jika kalian memutuskan untuk menarik dana sebelum jangka waktu yang disepakati berakhir, biasanya akan dikenakan sejumlah penalti atau potongan.
"Deposito kan udah pasti tuh dapat bunganya berapa gitu kan. Dan modal awal yang kita tempatkan pun juga tetap nilainya segitu. Selama bunganya dalam bunga penjaminan kemudian juga banknya sehat, ya kita dapat keuntungan disitu," kata Budi.
Salah satu keuntungan utama dari obligasi adalah pihak peminjam uang biasanya memberikan pembayaran bunga secara berkala yang bisa menjadi sumber pendapatan pasif yang baik. Obligasi juga cocok untuk diversifikasi portofolio karena tidak mengalami kenaikan dan penurunan nilai yang drastis.
Investasi dalam obligasi pemerintah seringkali dianggap lebih aman. Untuk memaksimalkan potensi investasi obligasi, kalian perlu mempertimbangkan durasi dan peringkat kredit obligasi tersebut. Pilih obligasi yang sesuai dengan tujuan investasi dan pilih investasi obligasi jangka panjang untuk mendapatkan imbal hasil yang optimal.
"Misalnya obligasi negara yang udah terkoreksi nanti dia akan mengalami apresiasi karena harganya akan kembali normal ya, apalagi kalau kita pegang sampai jatuh tempo. Nah itu bisa menjadi pilihan juga gitu," ujarnya.
Salah satu keuntungan utama dari investasi properti adalah pendapatan pasif yang dihasilkan dari sewa. Meski demikian, sebelum berinvestasi dalam properti, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seperti modal yang besar, biaya pemeliharaan, dan tingkat likuiditasnya karena investasi properti membutuhkan waktu untuk dijual dengan harga yang diinginkan. Kalian perlu memperhitungkan semua aspek tersebut secara cermat untuk mendapatkan keuntungan dari investasi properti.
"Di saat seperti ini kan orang-orang tuh mencari likuiditas, jadi mungkin ada juga orang yang saat ini membutuhkan [uang] dan ingin menjual propertinya, tapi pembelinya enggak ada. Nah kalau memang punya modal yang besar, bisa membeli properti di saat harganya mungkin lagi diskon," ujar Budi.
Baca juga: Kiat Memulihkan Keuangan yang Boncos Akibat Momen Lebaran
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Hal ini pun menjadi perhatian banyak pihak, terutama para investor. Bahkan, perdagangan saham di Indonesia pagi ini sempat dihentikan sementara akibat anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 9,19 persen ke level 5.912, pada Selasa (8/4/2025). Padahal, perdagangan baru saja dibuka setelah libur panjang Lebaran 2025.
Meski demikian, bukan berarti investor harus panik. Di tengah ketidakpastian global seperti saat ini, justru ada sejumlah instrumen investasi yang terbilang aman dan menguntungkan, sehingga bisa menjadi pilihan, menurut Certified Financial Planner Budi Raharjo.
Baca juga: 5 Cara Bijak Mengatur Keuangan saat IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah
1. Emas
Emas telah menjadi instrumen investasi yang stabil dan aman serta dianggap sebagai safe haven di saat terjadi ketidakpastian ekonomi. Emas sering kali dilihat sebagai pelindung nilai terhadap inflasi maupun deflasi. Keuntungan dari investasi emas adalah kemampuannya untuk mempertahankan nilai dalam jangka panjang, bahkan ketika perekonomian sedang bergejolak.Dalam banyak kasus, ketika saham turun, harga emas cenderung naik. Keuntungan dari investasi emas lainnya adalah likuiditasnya yang tinggi. Kalian dapat membeli dan menjual emas dengan mudah. Hal ini menjadikannya sebagai pilihan investasi terbaik saat ini karena nilainya stabil dan bisa melindungi kekayaan.
"Emas itu harganya melejit ketika terjadi kekhawatiran akan resesi, akan perang, kondisi ketidakpastian. Dia akan mengalami kenaikan," kata Budi kepada Hypeabis.id lewat wawancara sambungan telepon, Selasa (8/4/2025).
2. Deposito
Instrumen investasi selanjutnya yang bisa menjadi pilihan ialah instrumen pasar uang, seperti deposito. Deposito merupakan sistem penyimpanan uang yang hanya bisa ditarik dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati oleh nasabah dan bank.Walaupun dana yang disetorkan hanya dapat ditarik setelah jangka waktu tertentu, deposito memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan rekening tabungan. Suku bunga yang diberikan oleh bank untuk deposito lebih kompetitif daripada tabungan biasa.
Namun, jika kalian memutuskan untuk menarik dana sebelum jangka waktu yang disepakati berakhir, biasanya akan dikenakan sejumlah penalti atau potongan.
"Deposito kan udah pasti tuh dapat bunganya berapa gitu kan. Dan modal awal yang kita tempatkan pun juga tetap nilainya segitu. Selama bunganya dalam bunga penjaminan kemudian juga banknya sehat, ya kita dapat keuntungan disitu," kata Budi.
3. Obligasi
Obligasi juga menjadi instrumen investasi yang cenderung aman di tengah kondisi ketidakpastian. Obligasi adalah instrumen investasi yang menggunakan sistem utang. Sistem ini memungkinkan investor untuk meminjamkan uang kepada pemerintah atau perusahaan dengan imbalan pembayaran bunga yang tetap. Investasi dalam obligasi dianggap lebih stabil dibandingkan saham dan cocok untuk investor yang mencari pendapatan tetap dengan risiko lebih rendah.Salah satu keuntungan utama dari obligasi adalah pihak peminjam uang biasanya memberikan pembayaran bunga secara berkala yang bisa menjadi sumber pendapatan pasif yang baik. Obligasi juga cocok untuk diversifikasi portofolio karena tidak mengalami kenaikan dan penurunan nilai yang drastis.
Investasi dalam obligasi pemerintah seringkali dianggap lebih aman. Untuk memaksimalkan potensi investasi obligasi, kalian perlu mempertimbangkan durasi dan peringkat kredit obligasi tersebut. Pilih obligasi yang sesuai dengan tujuan investasi dan pilih investasi obligasi jangka panjang untuk mendapatkan imbal hasil yang optimal.
"Misalnya obligasi negara yang udah terkoreksi nanti dia akan mengalami apresiasi karena harganya akan kembali normal ya, apalagi kalau kita pegang sampai jatuh tempo. Nah itu bisa menjadi pilihan juga gitu," ujarnya.
4. Properti
Jika Genhype punya modal yang besar, properti juga bisa menjadi pilihan investasi saat ini. Investasi properti merupakan salah satu cara terbaik untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Nilai properti diprediksi akan selalu meningkat setiap tahunnya tergantung pada permintaan, tata letak, dan infrastruktur sekitar.Salah satu keuntungan utama dari investasi properti adalah pendapatan pasif yang dihasilkan dari sewa. Meski demikian, sebelum berinvestasi dalam properti, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seperti modal yang besar, biaya pemeliharaan, dan tingkat likuiditasnya karena investasi properti membutuhkan waktu untuk dijual dengan harga yang diinginkan. Kalian perlu memperhitungkan semua aspek tersebut secara cermat untuk mendapatkan keuntungan dari investasi properti.
"Di saat seperti ini kan orang-orang tuh mencari likuiditas, jadi mungkin ada juga orang yang saat ini membutuhkan [uang] dan ingin menjual propertinya, tapi pembelinya enggak ada. Nah kalau memang punya modal yang besar, bisa membeli properti di saat harganya mungkin lagi diskon," ujar Budi.
Baca juga: Kiat Memulihkan Keuangan yang Boncos Akibat Momen Lebaran
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.