Buku Budi Satria: Strategi Telin Sukses Menembus 35 Negara
24 April 2025 |
07:00 WIB
PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., telah menjelma menjadi salah satu korporasi yang berhasil menancapkan kiprahnya di pasar global. Tak hanya Asia, penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan ini telah merambah Australia, Amerika, hingga Eropa.
Kendati demikian, langkah Telin untuk menjadi perusahaan global tidak dibangun dalam waktu singkat dan mudah. Ada banyak lika-liku tantangan yang dihadapi hingga bisa beroperasi di 35 negara dan mendirikan 20 cabang di luar Indonesia.
Hadir sejak 2007, perjalanan Telin menembus pasar global lantas dirangkum dalam buku setebal 246 halaman, yang ditulis langsung sang CEO, Budi Satria Dharma Purba atau yang akrab disapa Busat, selama 3 tahun. Buku berjudul Building Bridges, Breaking Barriers: Langkah Telin Menjadi Perusahaan Global ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lokal yang berencana melakukan ekspansi mengikuti jejak Telin.
Baca Juga: Alasan Rio de Janeiro Dinobatkan Jadi Ibu Kota Buku Dunia 2025
“Di buku ini isinya sharing tentang perjalanan kami, lika liku, strategi yang benar, mana yang mungkin, mana yang enggak. Supaya menginspirasi BUMN atau perusahaan Indonesia lain untuk berani dan lebih sukses lagi membangun bisnis internasional,” ujar Busat saat ditemui Hypeabis.id.
Sebagai perusahaan global, Telin pada 2023 tercatat meraih pendapatan Rp11,4 triliun, dengan 86% diantaranya berasal dari pasar internasional. Sebanyak 60% atau sekitar Rp7 triliun, berasal dari pasar global yang sama sekali tidak terkait dengan pasar Indonesia.
Ada banyak faktor yang menghantarkan Telin meraih kesuksesan di kancah internasional. Salah satu kunci utamanya kata Busat adalah eksekusi yang dilakukan orang-orang di dalam perusahaan.
Alhasil, pada bab 3 buku ini, memiliki judul Driven by People. Mentalitas dan kepercayaan diri karyawan dianggap menjadi kunci dasar Telin untuk bersaing di pasar internasional.
Secara garis besar, bab ini menjelaskan bagaimana Telin mampu menciptakan orang-orang yang memiliki kemampuan untuk bersaing secara global. Busat menyebut kebanyakan masyarakat Indonesia memiliki mental block sehingga membuat kepercayaan diri rendah.
Oleh karena itu, Telin berupaya untuk membangun kepercayaan diri mulai dari jajaran direksi hingga level terbawah. Salah satu strateginya yakni dengan merekrut para ahli dari luar untuk membawa kapabilitas, menjadi katalis, yang mendorong pekerja lokal menjadi lebih percaya diri dan memiliki mindset untuk bertumbuh, beradaptasi, hingga bersaing menghadapi dinamika geopolitik yang terus berubah.
Memang kebijakan tersebut sempat menuai kontra, namun Telin mampu mengelolanya hingga menuai hasil positif. “Sekarang di Telin, 36% karyawannya itu non-Indonesia dari 14 kewarganegaraan,” imbuhnya.
Kesuksesan Telin menembus pasar global tentu tak luput dari komando sang pemimpin perusahaan. Busat terbilang memiliki pengalaman matang dengan lebih dari 25 tahun berkarier di industri telekomunikasi. Penulis piawai dalam praktik bisnis internasional serta negosiasi lintas budaya.
Dia merupakan lulusan program Magister Teknik Telekomunikasi di RMIT dan telah mengikuti berbagai kursus kepemimpinan eksekutif di sejumlah akademi global ternama, seperti Stanford Business School, Wharton University of Pennsylvania, London Business School, hingga Kellogg School of Management.
Busat juga tercatat sebagai salah satu dari 32 Anggota Dewan di Global Leader Forum (GLF), bersama CEO operator telekomunikasi terkemuka dunia seperti AT&T, Vodafone, Verizon, Axiata, E&/ Etisalat, dan Telstra. Dia berperan aktif membantu Telin dan Telkom Group berkolaborasi dengan pemain global di seluruh dunia.
Baca Juga: 4 Buku yang Wajib Dibaca Gen Z Buat Kenal Diri Lebih Dalam
Kendati demikian, langkah Telin untuk menjadi perusahaan global tidak dibangun dalam waktu singkat dan mudah. Ada banyak lika-liku tantangan yang dihadapi hingga bisa beroperasi di 35 negara dan mendirikan 20 cabang di luar Indonesia.
Hadir sejak 2007, perjalanan Telin menembus pasar global lantas dirangkum dalam buku setebal 246 halaman, yang ditulis langsung sang CEO, Budi Satria Dharma Purba atau yang akrab disapa Busat, selama 3 tahun. Buku berjudul Building Bridges, Breaking Barriers: Langkah Telin Menjadi Perusahaan Global ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lokal yang berencana melakukan ekspansi mengikuti jejak Telin.
Baca Juga: Alasan Rio de Janeiro Dinobatkan Jadi Ibu Kota Buku Dunia 2025
“Di buku ini isinya sharing tentang perjalanan kami, lika liku, strategi yang benar, mana yang mungkin, mana yang enggak. Supaya menginspirasi BUMN atau perusahaan Indonesia lain untuk berani dan lebih sukses lagi membangun bisnis internasional,” ujar Busat saat ditemui Hypeabis.id.
Sebagai perusahaan global, Telin pada 2023 tercatat meraih pendapatan Rp11,4 triliun, dengan 86% diantaranya berasal dari pasar internasional. Sebanyak 60% atau sekitar Rp7 triliun, berasal dari pasar global yang sama sekali tidak terkait dengan pasar Indonesia.
Ada banyak faktor yang menghantarkan Telin meraih kesuksesan di kancah internasional. Salah satu kunci utamanya kata Busat adalah eksekusi yang dilakukan orang-orang di dalam perusahaan.
Alhasil, pada bab 3 buku ini, memiliki judul Driven by People. Mentalitas dan kepercayaan diri karyawan dianggap menjadi kunci dasar Telin untuk bersaing di pasar internasional.
Secara garis besar, bab ini menjelaskan bagaimana Telin mampu menciptakan orang-orang yang memiliki kemampuan untuk bersaing secara global. Busat menyebut kebanyakan masyarakat Indonesia memiliki mental block sehingga membuat kepercayaan diri rendah.
Oleh karena itu, Telin berupaya untuk membangun kepercayaan diri mulai dari jajaran direksi hingga level terbawah. Salah satu strateginya yakni dengan merekrut para ahli dari luar untuk membawa kapabilitas, menjadi katalis, yang mendorong pekerja lokal menjadi lebih percaya diri dan memiliki mindset untuk bertumbuh, beradaptasi, hingga bersaing menghadapi dinamika geopolitik yang terus berubah.
Memang kebijakan tersebut sempat menuai kontra, namun Telin mampu mengelolanya hingga menuai hasil positif. “Sekarang di Telin, 36% karyawannya itu non-Indonesia dari 14 kewarganegaraan,” imbuhnya.
Kesuksesan Telin menembus pasar global tentu tak luput dari komando sang pemimpin perusahaan. Busat terbilang memiliki pengalaman matang dengan lebih dari 25 tahun berkarier di industri telekomunikasi. Penulis piawai dalam praktik bisnis internasional serta negosiasi lintas budaya.
Dia merupakan lulusan program Magister Teknik Telekomunikasi di RMIT dan telah mengikuti berbagai kursus kepemimpinan eksekutif di sejumlah akademi global ternama, seperti Stanford Business School, Wharton University of Pennsylvania, London Business School, hingga Kellogg School of Management.
Busat juga tercatat sebagai salah satu dari 32 Anggota Dewan di Global Leader Forum (GLF), bersama CEO operator telekomunikasi terkemuka dunia seperti AT&T, Vodafone, Verizon, Axiata, E&/ Etisalat, dan Telstra. Dia berperan aktif membantu Telin dan Telkom Group berkolaborasi dengan pemain global di seluruh dunia.
Baca Juga: 4 Buku yang Wajib Dibaca Gen Z Buat Kenal Diri Lebih Dalam
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.