Ilustrasi superkomputer AI (Sumber gambar: Unsplash/ Growtika)

Di Tengah Perang Tarif AS-China, NVIDIA Bangun Superkomputer AI di Amerika Serikat

15 April 2025   |   13:37 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Perusahaan teknologi multinasional NVIDIA mengumumkan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan perancangan dan pembangunan fasilitas manufaktur baru di Amerika Serikat. Pabrik tersebut direncanakan akan difokuskan pada produksi superkomputer berbasis kecerdasan buatan (AI).

Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan global akan infrastruktur AI. Akan tetapi, tak bisa dimungkiri, langkah ini juga diambil sebagai upaya memperkuat rantai pasok domestik di tengah ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif perdagangan.

Sebagai bagian dari komitmen, NVIDIA telah melakukan investasi jangka panjang senilai US$500 miliar yang akan dikucurkan dalam empat tahun ke depan. Peta persaingan chip AI pun kembali menggeliat, terutama karena sebagian besar prosesor teknologi ini sebelumnya dibuat di Taiwan. 

Baca juga: Nvidia Memperkenalkan Superkomputer Tercepat & Teknologi Baru Kecerdasan Buatan 

Produksi chip AI terbaru milik NVIDIA, yang dikenal dengan seri Blackwell, telah dimulai di fasilitas TSMC yang berlokasi di Phoenix, Arizona. Chip ini dibuat menggunakan teknologi manufaktur 4 nanometer mutakhir.

Selain itu, NVIDIA juga tengah menjalin kerja sama dengan perusahaan manufaktur ternama seperti Foxconn dan Wistron untuk mendirikan fasilitas produksi superkomputer di Houston dan Dallas, Texas.

Produksi massal di kedua pabrik tersebut diharapkan akan meningkat dalam 12-15 bulan ke depan. Untuk mendukung proses pengemasan dan pengujian chip, NVIDIA juga tengah menggandeng mitra global seperti Amkor dan SPIL. Mereka akan menjalankan operasinya dari wilayah Arizona.

Untuk pertama kalinya, mesin infrastruktur AI dunia dibangun di Amerika Serikat,” ujar pendiri sekaligus CEO NVIDIA Jensen Huang dalam laman resminya. 

Dalam beberapa tahun ke depan, diperkirakan akan dibangun puluhan pabrik AI bertenaga gigawatt. Proses produksi chip AI NVIDIA serta superkomputer untuk mendukung pabrik-pabrik AI di Amerika juga diproyeksikan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru dan memberikan kontribusi triliunan dolar terhadap ekonomi Paman Sam.

Selain itu, perusahaan-perusahaan di sana juga akan makin sering mengadopsi teknologi canggih seperti AI, robotika, dan digital twin untuk merancang dan mengelola fasilitas internalnya. Tak terkecuali, pemanfaatan NVIDIA Omniverse dalam pembuatan kembaran digital pabrik, serta NVIDIA Isaac GR00T untuk menciptakan robot yang mengotomatisasi proses manufaktur. 

“Menambahkan manufaktur Amerika membantu kami memenuhi permintaan chip AI dan superkomputer yang luar biasa dan terus meningkat, memperkuat rantai pasokan kami, dan meningkatkan ketahanan kami,” imbuhnya.

Superkomputer AI NVIDIA adalah komputer yang dirancang untuk mendukung penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan (AI). NVIDIA memiliki beberapa superkomputer AI, di antaranya DGX SuperPOD, DGX Spark, DGX Station, dan Jetson Orin Nano Super. 

Fungsi superkomputer bisa sangat beragam, dimulai dari pelatihan model bahasa besar (LLM), simulasi fisika dan cuaca, analisis genomik dan bioinformatika, robotika dan mobil otonom, sampai render visual efek khusus di industri film

Superkomputer AI NVIDIA bukan hanya perangkat keras, tapi juga ekosistem lengkap yang menggabungkan GPU mutakhir, jaringan cepat, perangkat lunak AI khusus, dan infrastruktur skala besar. Teknologi ini sangat krusial untuk mendorong batas-batas kecerdasan buatan dan sains komputasi modern. 

Baca juga: Meta Kembangkan Superkomputer Tercepat di Dunia 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Singapura Jadi Magnet Pekerja Indonesia di Asia Tenggara, Kok Bisa?

BERIKUTNYA

Toyota Recall Alphard Untuk Periksa Komponen yang Bermasalah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga