Ilustrasi (Sumber gambar: Karolina Grabowska/Pexels)

Makin Melek Investasi, Ternyata Ini Instrumen Investasi Pilihan Milenial

06 December 2022   |   20:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Saat ini, minat masyarakat Indonesia khususnya kalangan anak muda untuk berinvestasi semakin tinggi. Menurut hasil riset Populix baru-baru ini melaporkan bahwa sebanyak 72 persen responden yang didominasi oleh generasi milenial menyatakan telah mulai berinvestasi.

Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan hasil survei Populix pada Januari 2021 lalu yang mengungkapkan bahwa hanya sebanyak 44 persen responden yang telah memulai berinvestasi.

Survei itu menyebutkan bahwa reksa dana masih menjadi instrumen investasi yang paling banyak dipilih oleh masyarakat sejak tahun 2021, dimana sebanyak 47 persen responden memilih instrumen investasi tersebut.

Selain itu, instrumen lain yang saat ini juga banyak dipilih meliputi perhiasan emas sebesar 46 persen, saham (32 persen), logam mulia (30 persen), deposito (29 persen), properti (21 persen), hingga kripto (20 persen).

Baca juga: Minat Makin Tinggi, Ternyata Ini Alasan Anak Muda Berinvestasi
 

Sumber gambar: Populix

Sumber gambar: Populix

Menariknya, generasi Z cenderung memilih investasi dalam bentuk reksa dana, sementara milenial dan generasi X lebih tertarik untuk berinvestasi pada perhiasan emas. 

Adapun, instrumen investasi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memiliki profil risiko rendah merupakan dua alasan utama para responden dalam memilih instrumen investasi yang dituju.

Riset yang melibatkan 1.083 responden itu pun mengungkapkan bahwa untuk mencari informasi seputar instrumen investasi, sebagian besar masyarakat Indonesia memanfaatkan media sosial, khususnya YouTube dan Instagram. Hal itu diakui oleh sebanyak 68 persen responden.

Selain dari media sosial, mereka juga mencari informasi terkait investasi dari sumber instansi resmi seperti OJK sebesar 42 persen, teman atau rekan kerja (40 persen), situs resmi institusi keuangan (34 persen), dan influencer (32 persen).
 

Sumber gambar: Populix

Sumber gambar: Populix


Sumber Dana & Platform Investasi

Dalam berinvestasi, 5 dari 10 responden mengatakan mereka menyisihkan sebagian dana dari pendapatan rutin serta tabungan mereka. Di antara 54 persen responden yang mengalokasi anggaran dari pendapatan rutin, mayoritas menyisihkan sekitar Rp100.000 - Rp250.000 pendapatan mereka.

Di sisi lain, responden juga mengalokasikan 5-10 persen untuk sumber dana investasi dari pendapatan lainnya, seperti tabungan, bonus atau penghasilan tambahan, THR, dana dari keluarga, dana darurat, dan hasil penjualan aset.

Terkait pilihan platform investasi, responden cenderung berinvestasi melalui platform aplikasi, bank, atau bahkan keduanya. Sebesar 71 persen responden memilih untuk berinvestasi melalui aplikasi karena kemudahan dalam satu aplikasi, ketentuan investasi yang tidak rumit, serta hanya membutuhkan modal yang relatif kecil.

Adapun, Bibit merupakan aplikasi investasi yang digunakan oleh setengah dari seluruh jumlah responden atau sebesar 56 persen, diikuti dengan DANAeMAS sebesar 33 persen, Ajaib (28 persen), Tokopedia (25 persen), dan OVO Invest (20 persen).

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

Cetak Sejarah, Ini 5 Alasan BLACKPINK Dinobatkan TIME Jadi Entertainer of the Year 2022

BERIKUTNYA

Epik High Umumkan Tur All Time High di Amerika Serikat & Eropa pada 2023

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: