Kiat Memulihkan Keuangan yang Boncos Akibat Momen Lebaran
08 April 2025 |
16:30 WIB
Meningkatnya kebutuhan saat momen Lebaran membuat keuangan rentan boncos. Akibatnya, tak jarang harus mengorbankan uang tabungan atau simpanan dana darurat untuk memenuhi kebutuhan setelah Idulfitri. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan keuangan yang baik setelah Lebaran.
Certified Financial Planner Budi Raharjo mengatakan penyebab utama boncosnya keuangan setelah momen Lebaran dikarenakan pengeluaran yang tidak sesuai dengan rencana anggaran.
Baca juga: 7 Strategi Jitu Investasi Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Hal tersebut rentan terjadi ketika momen Lebaran lantaran banyak pengeluaran yang tak terduga, seperti kebutuhan mudik dan memberi THR kepada anggota keluarga yang bertambah dari yang dianggarkan.
Untuk menutupi pengeluaran tersebut, akhirnya membuat seseorang rentan menggunakan simpanan uang yang lain seperti tabungan dana darurat ataupun kartu kredit. "Jadi habis Lebaran jadi punya punya utang pengeluaran tambahan lagi," katanya kepada Hypeabis.id, Selasa (8/4/2025).
Beban utang itu pun harus segera dilunasi agar kondisi keuangan sehat kembali pasca Lebaran. Uang simpanan dari tabungan dana darurat harus lekas diganti, begitupun dengan utang kartu kredit atau pinjaman lainnya yang harus segera dilunasi, agar tidak berlarut-larut dan menjadi beban keuangan.
Budi menjelaskan ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk memulihkan tabungan dana darurat. Pertama, diperlukan alokasi mayoritas untuk dana darurat guna membenahi simpanan dana darurat. Misalnya, uang yang semestinya digunakan untuk investasi, sebagiannya dialokasikan terlebih dahulu untuk menambah simpanan dana darurat.
Kedua, penting juga untuk mengelola arus kas pengeluaran harian. Kurangi pengeluaran pada pos-pos yang kurang begitu penting yang sifatnya tersier, seperti hiburan dan rekreasi. Agar lebih teratur, buat target waktu untuk memulihkan simpanan dana darurat yang terpakai untuk kebutuhan Lebaran, agar kembali pulih secara proporsional.
Ketiga, belanja kebutuhan dengan cerdas. Agar memiliki tambahan dana untuk menambal tabungan dana darurat, kalian bisa belanja kebutuhan harian dengan cerdas, misalnya memanfaatkan promo-promo ataupun diskon baik di toko fisik maupun e-commerce.
Adapun, yang keempat ialah dengan mencari substitusi barang-barang kebutuhan yang lebih murah. Artinya, mencari produk atau barang yang lebih murah tetapi tetap fungsional sesuai kebutuhan sehari-hari. "Dengan begitu, kita bisa memperbaiki atau memperbesar kemampuan menabung kita untuk mengembalikan dana darurat," ucap Budi.
Selain dana darurat, penting juga untuk segera melunasi utang seperti kartu kredit atau pinjaman lainnya. Caranya, dengan membuat target pembayaran dalam jangka waktu tertentu misalnya 3-4 bulan, agar utang tidak berlarut-larut dan menjadi beban keuangan. Ketika target waktu sudah dipasang, alokasikan dana untuk melunasinya.
Kendati demikian, proses pemulihan keuangan tersebut tidak pasti akan selalu berjalan mulus. Bisa saja, kalian akan dihadapkan dengan kebutuhan yang tidak terduga. Budi mengatakan jika menghadapi hal tersebut, penting untuk bersikap fleksibel.
Artinya, perlu membatasi pengeluaran tidak terduga tersebut, dan tetap harus disiplin untuk mengupayakan memulihkan tabungan dana darurat ataupun melunasi utang konsumtif selama Lebaran.
Selain itu, jika memungkinkan, kalian juga bisa menambah penghasilan dengan mencoba berbisnis musiman. Misalnya, dengan mencari peluang usaha menjelang hari keagamaan seperti Hari Raya Iduladha yang akan hadir dalam beberapa bulan mendatang.
"Memang idealnya kita lakukan dua sisi, dari pengeluaran kita berhemat dan dari penghasilan kita bertambah," ucap Budi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Certified Financial Planner Budi Raharjo mengatakan penyebab utama boncosnya keuangan setelah momen Lebaran dikarenakan pengeluaran yang tidak sesuai dengan rencana anggaran.
Baca juga: 7 Strategi Jitu Investasi Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Hal tersebut rentan terjadi ketika momen Lebaran lantaran banyak pengeluaran yang tak terduga, seperti kebutuhan mudik dan memberi THR kepada anggota keluarga yang bertambah dari yang dianggarkan.
Untuk menutupi pengeluaran tersebut, akhirnya membuat seseorang rentan menggunakan simpanan uang yang lain seperti tabungan dana darurat ataupun kartu kredit. "Jadi habis Lebaran jadi punya punya utang pengeluaran tambahan lagi," katanya kepada Hypeabis.id, Selasa (8/4/2025).
Cara Pulihkan Keuangan yang Boncos
Beban utang itu pun harus segera dilunasi agar kondisi keuangan sehat kembali pasca Lebaran. Uang simpanan dari tabungan dana darurat harus lekas diganti, begitupun dengan utang kartu kredit atau pinjaman lainnya yang harus segera dilunasi, agar tidak berlarut-larut dan menjadi beban keuangan.Budi menjelaskan ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk memulihkan tabungan dana darurat. Pertama, diperlukan alokasi mayoritas untuk dana darurat guna membenahi simpanan dana darurat. Misalnya, uang yang semestinya digunakan untuk investasi, sebagiannya dialokasikan terlebih dahulu untuk menambah simpanan dana darurat.
Kedua, penting juga untuk mengelola arus kas pengeluaran harian. Kurangi pengeluaran pada pos-pos yang kurang begitu penting yang sifatnya tersier, seperti hiburan dan rekreasi. Agar lebih teratur, buat target waktu untuk memulihkan simpanan dana darurat yang terpakai untuk kebutuhan Lebaran, agar kembali pulih secara proporsional.
Ketiga, belanja kebutuhan dengan cerdas. Agar memiliki tambahan dana untuk menambal tabungan dana darurat, kalian bisa belanja kebutuhan harian dengan cerdas, misalnya memanfaatkan promo-promo ataupun diskon baik di toko fisik maupun e-commerce.
Adapun, yang keempat ialah dengan mencari substitusi barang-barang kebutuhan yang lebih murah. Artinya, mencari produk atau barang yang lebih murah tetapi tetap fungsional sesuai kebutuhan sehari-hari. "Dengan begitu, kita bisa memperbaiki atau memperbesar kemampuan menabung kita untuk mengembalikan dana darurat," ucap Budi.
Selain dana darurat, penting juga untuk segera melunasi utang seperti kartu kredit atau pinjaman lainnya. Caranya, dengan membuat target pembayaran dalam jangka waktu tertentu misalnya 3-4 bulan, agar utang tidak berlarut-larut dan menjadi beban keuangan. Ketika target waktu sudah dipasang, alokasikan dana untuk melunasinya.
Kendati demikian, proses pemulihan keuangan tersebut tidak pasti akan selalu berjalan mulus. Bisa saja, kalian akan dihadapkan dengan kebutuhan yang tidak terduga. Budi mengatakan jika menghadapi hal tersebut, penting untuk bersikap fleksibel.
Artinya, perlu membatasi pengeluaran tidak terduga tersebut, dan tetap harus disiplin untuk mengupayakan memulihkan tabungan dana darurat ataupun melunasi utang konsumtif selama Lebaran.
Selain itu, jika memungkinkan, kalian juga bisa menambah penghasilan dengan mencoba berbisnis musiman. Misalnya, dengan mencari peluang usaha menjelang hari keagamaan seperti Hari Raya Iduladha yang akan hadir dalam beberapa bulan mendatang.
"Memang idealnya kita lakukan dua sisi, dari pengeluaran kita berhemat dan dari penghasilan kita bertambah," ucap Budi.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.