ilustrasi (Sumber gambar: Mikhail Nilov/Pexels)

5 Cara Bijak Mengatur Keuangan saat IHSG Anjlok dan Rupiah Melemah

08 April 2025   |   17:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Setelah libur panjang Lebaran 2025, pasar keuangan Indonesia mengalami guncangan signifikan. Pada perdagangan perdana pasca liburan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 9,19% ke level 5.912,06, memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt.
 
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (8/4/2025) setelah libur Lebaran ke level Rp16.865 per dolar AS. Penurunan tajam IHSG dan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh beberapa faktor. 

Pertama, terkait kebijakan tarif Amerika Serikat, yakni pengenaan tarif impor oleh Amerika Serikat terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia, menimbulkan kekhawatiran di pasar global. Kedua terkait penyesuaian pasar setelah libur panjang. Setelah libur panjang, pasar cenderung melakukan penyesuaian terhadap berbagai sentimen dan informasi terbaru yang muncul selama periode liburan. 

Baca juga: 4 Cara Mengatur Keuangan Lebaran Supaya Enggak Boncos

Situasi ini memberikan pembelajaran mengenai investasi di instrumen berisiko tinggi seperti saham. Meskipun memiliki potensi keuntungan yang tinggi, saham sangat sensitif terhadap berbagai isu ekonomi baik domestik maupun global. Karena itu, penting bagi investor untuk memiliki pengetahuan dasar mengenai karakteristik instrumen investasi yang dipilih.

Lantas dalam kondisi yang tidak menentu seperti ini, apa yang perlu dilakukan oleh investor? Yuk simak tips dari Perencana Keuangan Budi Rahardjo mengenai cara mengatur keuangan di tengah kondisi yang volatil. 
 

1. Pahami kondisi finansial pribadi 

Sebelum berinvestasi, pastikan Genhype memahami kondisi keuangan sendiri. Jangan menggunakan dana yang diperuntukkan untuk kebutuhan sehari-hari atau dana darurat untuk berinvestasi di instrumen berisiko tinggi. "Belajar mengenai manajemen keuangan sebelum berinvestasi," ucapnya. 
 

2. Diversifikasi portofolio  

Bangun portofolio investasi yang terdiri dari berbagai kelas aset, termasuk aset berisiko rendah, menengah, dan tinggi. Diversifikasi membantu mengurangi risiko dan menyesuaikan investasi dengan tujuan finansial serta toleransi risiko.

"Portofolio adalah racikan dalam berinvestasi yang terdiri dari beberapa kelas aset yang menjadikan investasi kita terdiversifikasi. Racikan ini akan menyesuaikan dengan tujuan investasi, karakteristik, dan kondisi ekonomi," tuturnya. 
 

3. Pisahkan dana investasi dan dana kebutuhan

Jangan mencampuradukkan dana investasi dengan uang belanja atau kebutuhan rutin. Hal ini untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar tetap terpenuhi meskipun investasi mengalami penurunan nilai. 


4. Siapkan dana darurat 

Sediakan dana darurat yang memadai dalam bentuk kas atau setara kas untuk menghadapi situasi tak terduga. Dana darurat yang cukup memberikan ketenangan dalam menghadapi volatilitas pasar. 
 

5. Proteksi asuransi

Memiliki proteksi asuransi yang sesuai untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko finansial yang mungkin terjadi akibat kondisi kesehatan atau kejadian tak terduga lainnya.

"Prinsip-prinsip dasar ini membantu agar saat situasi ekonomi dalam kondisi volatil dan penuh dengan ketidakpastian, kita bisa lebih tenang dan bijak dalam menghadapinya," ucap Budi. 

Baca juga: Cerdas Kelola Keuangan Lebaran, Atur Strategi Pengeluaran Agar Tetap Stabil

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

7 Manfaat Ashwagandha atau Ginseng India untuk Kesehatan

BERIKUTNYA

Daftar Film Hasil Adaptasi Gim, Terbaru Ada A Minecraft Movie

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: