Robert De Niro dan Francis Ford Coppola dalam film The Godfather Part II (Sumber gambar: IMDb)

Aktor Robert De Niro Calon Peraih Palme d'Or di Festival de Cannes

08 April 2025   |   13:47 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Aktor, sutradara, dan produser asal Amerika, yakni Robert De Niro akan menerima penghargaam Palme d'Or atas pencapaian sepanjang hidupnya pada upacara pembukaan Festival de Cannes ke-78. Sineas kawakan ini telah menjadi legenda di industri perfilman dunia dan meraih berbagai penghargaan sepanjang kariernya.

Penampilan perdana De Niro di layar lebar tercatat telah menentukan nasib sekelompok sutradara muda di New York, yang kemudian menjadi generasi baru para pembuat film Hollywood. Dalam film-film awal karya Brian De Palma, Robert De Niro tampil sebagai anti-hero.

Karya berjudul The Wedding Party, Greetings, dan Hi, Mom! membentuk gaya khas Brian De Palma sekaligus gaya akting Robert De Niro, di mana kekerasan muncul dari ketenangan karismatik.

Baca juga: Profil Thresia Mareta, Raih Penghargaan Bergengsi Prancis atas Dedikasi di Industri Kreatif

Dari masa mudanya yang bohemian sebagai anak pelukis di New York, sang aktor menyerap sikap jalanan yang penuh kode etik, yang kemudian memperkuat aktingnya dan berkembang di bawah arahan Martin Scorsese. Persahabatan legendaris mereka dimulai pada 1973 melalui film Mean Streets, yang menggambarkan kehidupan mereka di Little Italy.

Sepanjang berkarier dalam industri perfilman, De Niro juga terkenal lewat peran sebagai tokoh-tokoh mafia Italia-Amerika – baik penjahat kecil maupun bos besar. Peran itu menjadikannya sebagai ciri khas sang aktor yang dikenal oleh para pencinta film di dunia. Salah satu peran paling penting dalam kariernya adalah menjadi Vito Corleone muda dalam film berjudul The Godfather Part II karya Francis Ford Coppola.

Sebagai Vito muda, De Niro berhasil memerankan karakter Marlon Brando tanpa menirunya. Atas perannya itu, dia juga tercatat meraih Piala Oscar sebagai Aktor Pendukung Terbaik.

De Niro kian menegaskan bakat yang dimiliki pada tahun-tahun berikutnya dalam banyak karya seperti 1900 dari Bernardo Bertolucci dan Taxi Driver karya Martin Scorsese yang dibawa ke Festival de Cannes 1976.

Pada saat itu, dia memenangkan Palme d’Or lantaran aktingnya yang sangat sempurna. Sang aktor juga mendapatkan lisensi sebagai supir taksi New York dan melakukan improvisasi dalam aktignya.

Dedikasi sang aktor terhadap seni peran menjadi legendaris ketika bekerja sama dengan Scorsese. Dia tercatat belajar bermain saksofon untuk karya berjudul New York, New York; berlatih olahraga tinju dan menaikkan berat badan hingga 30 kilogram dalam karya berjudul Ragging Bull; dan mewawancarai penggemarnya sendiri agar bisa memahami karakter yang terobsesi dengan pembawa acara untuk The King of Comedy.

Keputusan untuk latihan tinju dan menaikkan berat badan untuk karya berjudul Ragging Bull datang atas inisiatifnya sendiri. Langkah itu tidak sia-sia lantaran sang aktor membawa pulang Piala Oscar untuk Aktor Terbaik.

Pada 1990-an, De Niro mulai mengeksplorasi genre komedi dengan persona otoriter khasnya, seperti dalam Mad Dog and Glory, Jackie Brown, Mafia Blues, dan Meet the Parents. Lewat karya ituu, dia "menyiksa" Ben Stiller dengan cara yang kocak.

Sambil terus bekerja dengan Scorsese, dia juga mulai memproduksi dan menyutradarai film. Bersama Jane Rosenthal, dia mendirikan TriBeCa Productions pada 1989. Pada 1993, dia sukses menyutradarai film pertamanya, yakni A Bronx Tale, dengan tema favoritnya, yakni bagaimana lingkungan membentuk relasi masyarakat antara kekerasan dan ikatan keluarga. Film keduanya, The Good Shepherd, dirilis 13 tahun kemudian.

Baca juga: Penyair Goenawan Mohamad Terima Penghargaan dari Raja Spanyol Felipe VI

Pada 2000-an, sang aktor muncul dalam berbagai peran yang tidak terduga, yakni sebagai pengisi suara (Shark Tale, Arthur and the Minimoys), sitkom (Extras, 30 Rock), peran pendukung mengharukan (Silver Linings Playbook, Joy), hingga kerja sama ikonik seperti Heat bersama Al Pacino.

Setelah tragedi 9/11, De Niro mendirikan TriBeCa Film Festival pada 2002 untuk membantu warga New York memulihkan komunitas mereka. Pada saat itu pula, sisi lain dirinya muncul, yakni komitmen politik.
 

SEBELUMNYA

Palung Nankai, Zona Gempa Mematikan di Jepang Berpotensi M9

BERIKUTNYA

Arab Saudi Tangguhkan Visa 14 Negara, Termasuk Indonesia jelang Musim Haji

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga