Astronot di luar angkasa (Sumber gambar/ilustrasi: Pexels/ Pixabay)

Profil Astronaut NASA Barry Wilmore & Sunita Williams yang Terjebak 9 Bulan di Luar Angkasa

19 March 2025   |   12:32 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Setelah terjebak selama 9 bulan di luar angkasa, Astronaut NASA bernama Barry Wilmore dan Sunita Williams berhasil kembali ke bumi dengan selamat. Keduanya tercatat merupakan veteran dalam perjalanan ke luar angkasa. Dikutip dari laman NASA, Barry Wilmore adalah veteran dari 3 penerbangan antariksa.

Pemilik nama lengkap Barry E. Wilmore telah menghabiskan total 464 hari di luar angkasa. Dia pertama kali pergi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional dengan pesawat Soyuz Rusia pada September 2014 sebagai anggota Ekspedisi 41. “Dia bertugas sebagai Insinyur Penerbangan hingga November ketika dia mengambil alih komando stasiun setelah kedatangan kru Ekspedisi 42,” demikian tertulis dalam situs NASA. 

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, 7 Astronaut Tewas dalam Misi Gagal NASA Columbia Disaster

Barry kembali ke Bumi pada Maret 2015. Selama misi tersebut, dia menghabiskan 167 hari di luar angkasa dan melakukan empat kali perjalanan antariksa dengan total waktu 25 jam 36 menit. Selain itu, pada 2009, dia juga bertugas sebagai pilot pesawat ulang-alik Atlantis untuk STS-129 dan menempuh jarak 4,5 juta mil dalam 171 orbit.

Terbaru, dia dan Suni Williams meluncur dengan wahana antariksa Starliner milik Boeing pada 5 Juni 2024 untuk penerbangan berawak pertamanya dan tiba di stasiun antariksa pada 6 Juni.

Menyusul keputusan NASA untuk memulangkan Starliner tanpa awak, keduanya menjadi awak Ekspedisi 71/72 dan kembali ke Bumi pada Maret 2025 dengan wahana antariksa SpaceX Dragon bersama astronaut NASA Nick Hague dan kosmonot Roscosmos Aleksandr Gorbunov dalam misi SpaceX Crew-9 milik NASA.

Pria dengan gelar Bachelor of Science and Master of Science in Electrical Engineering, Tennessee Technological University dan Master of Science in Aviation Systems, University of Tennessee itu tercatat memiliki sejumlah pengalaman sebagai pilot sebelum bergabung dengan NASA pada 2000.

Dia tercatat telah mengumpulkan lebih dari 8.000 jam terbang dan 663 pendaratan kapal induk, semuanya dengan pesawat jet taktis, dan merupakan lulusan Sekolah Pilot Uji Angkatan Laut Amerika Serikat (USNTPS).

Selama masa jabatannya sebagai perwira Angkatan Laut dan penerbang, Wilmore menyelesaikan 4 penempatan operasional, menerbangkan pesawat A-7E dan FA 18 dari dek USS Forrestal, USS Kennedy, USS Enterprise dan kapal induk USS Eisenhower.

Dia juga telah menjalankan misi untuk mendukung Operasi Badai Gurun, Desert Shield dan Southern Watch di atas langit Irak, serta misi di atas Bosnia untuk mendukung kepentingan Amerika Serikat dan NATO. Dia juga menyelesaikan 21 misi tempur selama Operasi Badai Gurun saat beroperasi dari dek penerbangan USS Kennedy.

Sebagai pilot uji Angkatan Laut, Bary berpartisipasi dalam semua aspek pengembangan awal jet latih T-45, termasuk sertifikasi pendaratan awal di kapal induk dan uji terbang sudut serang tinggi. Sebelum terpilih di NASA, dia mengikuti program pertukaran ke Angkatan Udara Amerika Serikat sebagai Instruktur Uji Terbang di Sekolah Pilot Uji Angkatan Udara di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California. 

Baca juga: Peneliti Sebut Asteriod Bisa Jadi Sumber Makanan Masa Depan untuk Astronaut

Sementara itu, Sunita (Suni) L. Williams dipilih sebagai astronot oleh NASA pada 1998 dan merupakan veteran dari tiga misi luar angkasa, Ekspedisi 14/15, 32/33, dan 71/72. Wanita yang lahir pada 19 September 1965 di Euclid, Ohio, itu mulai latihan pada Agustus 1998 setelah bergabung dengan NASA pada Juni 1998.

Setelah pelatihan dan evaluasi, Williams bekerja di Moskow dengan Badan Antariksa Rusia dan pergi ke stasiun luar angkasa. Setelah kembali, dia bertugas di cabang Robotika pada Lengan Robot stasiun dan Manipulator Dexterous Tujuan Khusus berikutnya.

Sebagai anggota kru NEEMO2, dia tinggal di bawah air di habitat Aquarius selama 9 hari. Setelah penerbangan pertamanya, dia menjabat sebagai Wakil Kepala Kantor Astronot.

Williams juga mendukung misi jangka panjang sebagai Insinyur Penerbangan untuk Ekspedisi 32 dan Komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk Ekspedisi 33.
 

SEBELUMNYA

Daftar PTN Akademik & Vokasi Penerima Peserta SNBP 2025 Terbanyak

BERIKUTNYA

Mengenal Konsep Healthness, Trend Gaya Hidup Sehat Berbasis AI

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga