John McFall saat menjalansi serangkaian latohan untuk menjadai anatariksawan di ESA (sumber gambar: ESA)

Jadi Antariksawan Difabel Pertama di Dunia, John McFall Siap Terbang ke Luar Angkasa

25 February 2025   |   07:30 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Kabar gembira datang dari penelitian antariksa dunia. Pasalnya, John McFall, antariksawan difabel pertama di dunia siap menjalankan misinya untuk terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sebagai salah satu kru cadangan, setelah menjalani serangkaian tes.

John McFall (44), dinyatakan lulus dari studi Kelayakan Fly! dari Badan Antariksa Eropa (ESA) pada Jumat (21/2/25). Lulusnya McFall menjadi momen penting, di mana penyandang disabilitas bisa menggapai impian, dan bertugas di ISS dalam jangka waktu lama.

Baca juga: Kebun di Antariksa, NASA Ciptakan Solusi Makanan Segar untuk Astronot ISS

McFall, sebelumnya dikenal sebagai atlet Paralimpiade Inggris. Dia kehilangan kakinya dalam kecelakaan motor pada usia 19 tahun. Pada 2008, dia mewakili Inggris dalam Paralimpiade Beijing, dan menggondol medali perunggu untuk lari cepat 100 meter kategori keterbatasan gerak pada kaki.

Syahdan, pada 2022 McFall terpilih sebagai salah satu kandidat astronot disabilitas pertama di dunia yang beranggotakan 22 negara itu. McFall juga berhasil mengalahkan sekitar 200 penyandang disabilitas, di mana 17 diantaranya akan dilatih selama 18 bulan di ESA sejak 2023.

"Senang sekali dapat mengatakan bahwa setelah kerja keras selama 18 bulan terakhir akhirnya secara teknis seseorang dengan disabilitas seperti saya dapat terbang dalam misi jangka panjang," kata McFall dikutip dari Space.
 
 


Kepala Sementara Eksplorasi Luar Angkasa, Badan Antariksa Inggris, Liz Johns, mengatakan ini adalah tonggak  penting dalam sejarah studi antariksa. Sebab, hingga saat ini belum pernah ada  badan antariksa besar di dunia Barat yang pernah mengirimkan seorang para-astronot ke luar angkasa.

Lebih lanjut di juga mengapresiasi McFall atas kinerjanya selama ini. Menurutnya, sarjana bidang ilmu keolahragaan di Universitas Swansea Inggris, itu telah berhasil menangkal anggapan bahwa orang dengan kondisi disabilitas tertentu tidak akan mampu menggapai impian-impian mereka. 

"Sangat luar biasa melihat bahwa John dan tim di ESA telah membuktikan bahwa secara teknis memungkinkan bagi seseorang dengan disabilitas fisik seperti dirinya untuk tinggal dan bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional," imbuhnya.

Kendati begitu, McFall masih harus melewati serangkaian ujian lain agar dapat terbang ke luar angkasa. Kini, tahap yang harus dilewati adalah fase “Mission Ready”. Ini merupakan fase penting sebelum seorang antariksawan benar-benar siap secara mental dan teknik untuk terbang ke luar angkasa.

Adapun, fase ini akan mencakup beberapa komponen utama yakni eksperimen dan riset, dan kualifikasi akhir prostetik. Lain dari itu, McFall juga harus menjalani sertifikasi medis akhir untuk memastikan dirinya mampu terbang ke luar angkasa dan bekerja di ISS dalam kurun waktu tertentu.

"Saya paham bagaimana saya harus menjaga diri. Saya memahami bagaimana prostesis saya bekerja, sebab saya adalah seorang demonstran teknologi," kata McFall.

Sebagai tambahan informasi, McFall dipilih sebagai astronot cadangan untuk kandidat para-astronot pada tahun 2022. Studi ini diprakarsai bersama oleh ESA dan NASA, dan bertekad untuk memfokuskan awal penelitian mereka pada disabilitas tungkai bawah.
 
McFall sejauh ini belum memiliki penugasan misi atau garis waktu kapan peluncuran potensial akan terjadi. Namun dia berharap dapat tercatat dalam manifes sebelum ISS dinonaktifkan sekitar 2030.

Baca juga: Hewan-hewan Ini Sudah Pernah ke Luar Angkasa, Apa Misinya?

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

Editor: Nirmala Aninda
 

SEBELUMNYA

Kapan Mobil Swakemudi Mengaspal di Indonesia? Ini kata Produsen & Pengamat

BERIKUTNYA

Cek Prediksi 1 Ramadan 2025 Versi BRIN, BMKG, Muhammadiyah & Pemerintah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: