Begini Cara Turunkan Berat Badan 3 Kali Lebih Efektif saat Puasa
12 March 2025 |
15:00 WIB
Ramadan menjadi momen yang tepat untuk memperbaiki gaya hidup. Berpuasa memberikan banyak manfaat bagi tubuh, seperti membantu meningkatkan kesehatan saluran cerna, serta menurunkan berat badan dan kadar kolesterol, sebagaimana dilansir Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PB PEGI).
Ahli Gizi dari LIGHThouse, Veronica mengatakan bahwa bulan puasa bisa menjadi kesempatan emas bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. “Untuk memastikan diet tetap efektif dan sehat selama puasa, kita harus memperhatikan jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi, baik saat sahur maupun berbuka,” ujarnya.
Baca juga: Begini Cara Jadi Vegetarian yang Sesuai Anjuran Ahli Gizi
CEO dan Founder LIGHT Group Grace Kahl mengatakan untuk menurunkan berat bada maka perlu berfokus pada pengaturan pola makan yang tepat serta perubahan kebiasaan makan yang berkelanjutan sehingga bisa memberikan hasil yang lebih efektif.
“Dengan menerapkan pendekatan pola makan yang tepat serta perubahan kebiasaan yang berkelanjutan maka bisa 3,5 kali lebih efektif menurunkan berat badan,” tuturnya.
Lantas bagaimana cara menjaga pola makan selama Ramadan, berikut tipsnya.
Sahur merupakan waktu makan yang penting untuk menjaga stamina selama berpuasa. Pada saat sahur, ada beberapa rekomendasi makanan yang dapat dikonsumsi antara lain.
Berbuka dengan makanan sehat berperan penting untuk mengembalikan energi tanpa membebani sistem pencernaan, sehingga disarankan untuk melakukan langkah-langkah berikut:
Jika masih merasa lapar setelah tarawih, konsumsi makanan rendah kalori seperti sup ayam atau salad dapat menjadi pilihan sehat. Memilih makanan rendah kalori dapat membantu menjaga keseimbangan energi tanpa menambah beban kalori berlebih.
"Menu makanan seperti mie yang rendah lemak bisa menjadi pilihan santapan malam dengan tambahan protein ayam dan sayur dalam sajian, dengan hanya 25 kalori per sajian, tidak perlu khawatir over-calorie saat mengonsumsi Zero Mie," tuturnya.
Tentunya sajian bersantan, berminyak dan gorengan cukup menggiurkan saat berbuka puasa, tetapi memiliki risiko memperlambat metabolisme dan menyebabkan gangguan pencernaan dan memperburuk kualitas tidur.
Untuk mencegah konstipasi saat menjalani puasa, dapat mengonsumsi minuman tinggi serat untuk memenuhi kebutuhan serat harian saat puasa, seperti minuman yang mengandung soluble fiber (serat larut) dan minuman yang dapat mengikat makanan berlemak dan berkarbohidrat tinggi
Baca juga: Mau Bikin Menu Makanan Sehat dan Bergizi dengan Harga Terjangkau? Ini Kata Ahli Gizi
Makanan tinggi serat tersebut mampu mendetoks lemak dan karbo berlebih dari makanan tinggi lemak dan karbohidrat seperti gorengan. Disarankan dikonsumsi saat malam hari sebelum tidur untuk melancarkan metabolisme dan meredakan gangguan konstipasi.
Dengan menerapkan pola makan seimbang selama Ramadan, masyarakat tidak hanya bisa menjaga kesehatan, tetapi juga menjalani ibadah dengan lebih nyaman dan optimal.
Ahli Gizi dari LIGHThouse, Veronica mengatakan bahwa bulan puasa bisa menjadi kesempatan emas bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. “Untuk memastikan diet tetap efektif dan sehat selama puasa, kita harus memperhatikan jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi, baik saat sahur maupun berbuka,” ujarnya.
Baca juga: Begini Cara Jadi Vegetarian yang Sesuai Anjuran Ahli Gizi
CEO dan Founder LIGHT Group Grace Kahl mengatakan untuk menurunkan berat bada maka perlu berfokus pada pengaturan pola makan yang tepat serta perubahan kebiasaan makan yang berkelanjutan sehingga bisa memberikan hasil yang lebih efektif.
“Dengan menerapkan pendekatan pola makan yang tepat serta perubahan kebiasaan yang berkelanjutan maka bisa 3,5 kali lebih efektif menurunkan berat badan,” tuturnya.
Lantas bagaimana cara menjaga pola makan selama Ramadan, berikut tipsnya.
1. Sahur: Nutrisi Seimbang untuk Energi Seharian
Sahur merupakan waktu makan yang penting untuk menjaga stamina selama berpuasa. Pada saat sahur, ada beberapa rekomendasi makanan yang dapat dikonsumsi antara lain.
- Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum dalam jumlah terbatas.
- Protein berkualitas tinggi dari telur, ikan, atau ayam tanpa kulit.
- Serat dan lemak sehat dari sayuran hijau, buah-buahan, alpukat, dan kacang-kacangan untuk membantu pencernaan.
- Air putih minimal 2-3 gelas untuk mencegah dehidrasi.
- Hindari makanan yang terlalu asin atau manis berlebihan karena dapat menyebabkan dehidrasi dan lonjakan gula darah yang cepat turun.
2. Berbuka Puasa: Konsumsi Secara Bertahap
Berbuka dengan makanan sehat berperan penting untuk mengembalikan energi tanpa membebani sistem pencernaan, sehingga disarankan untuk melakukan langkah-langkah berikut:
- Memulai dengan air putih dan kurma untuk menghidrasi tubuh dan memberikan energi cepat.
- Makan utama secara bertahap, dengan protein sehat, karbohidrat kompleks, dan sayuran.
- Menghindari makanan berminyak dan gorengan yang dapat memperlambat metabolisme dan menyebabkan gangguan pencernaan.
- Mengurangi konsumsi jajanan manis tinggi gula dan karbohidrat yang dapat diganti dengan camilan rendah kalori.
3. Makan Setelah Tarawih: Pilih yang Rendah Kalori
Jika masih merasa lapar setelah tarawih, konsumsi makanan rendah kalori seperti sup ayam atau salad dapat menjadi pilihan sehat. Memilih makanan rendah kalori dapat membantu menjaga keseimbangan energi tanpa menambah beban kalori berlebih."Menu makanan seperti mie yang rendah lemak bisa menjadi pilihan santapan malam dengan tambahan protein ayam dan sayur dalam sajian, dengan hanya 25 kalori per sajian, tidak perlu khawatir over-calorie saat mengonsumsi Zero Mie," tuturnya.
4. Hindari Makanan Berminyak dan Gorengan
Tentunya sajian bersantan, berminyak dan gorengan cukup menggiurkan saat berbuka puasa, tetapi memiliki risiko memperlambat metabolisme dan menyebabkan gangguan pencernaan dan memperburuk kualitas tidur.Untuk mencegah konstipasi saat menjalani puasa, dapat mengonsumsi minuman tinggi serat untuk memenuhi kebutuhan serat harian saat puasa, seperti minuman yang mengandung soluble fiber (serat larut) dan minuman yang dapat mengikat makanan berlemak dan berkarbohidrat tinggi
Baca juga: Mau Bikin Menu Makanan Sehat dan Bergizi dengan Harga Terjangkau? Ini Kata Ahli Gizi
Makanan tinggi serat tersebut mampu mendetoks lemak dan karbo berlebih dari makanan tinggi lemak dan karbohidrat seperti gorengan. Disarankan dikonsumsi saat malam hari sebelum tidur untuk melancarkan metabolisme dan meredakan gangguan konstipasi.
Dengan menerapkan pola makan seimbang selama Ramadan, masyarakat tidak hanya bisa menjaga kesehatan, tetapi juga menjalani ibadah dengan lebih nyaman dan optimal.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.