Air berpotensi masuk ke dalam mesin saat mobil menerjang banjir (Sumber gambar/ilustrasi: Pexels/ Dibakar Roy)

Cara Klaim Asuransi Mobil Terendam Banjir Supaya Diterima

10 March 2025   |   15:30 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Akibat guyuran hujan deras yang terjadi beberapa waktu belakangan, sejumlah wilayah di Indonesia dilaporkan mengalami banjir. Kondisi tersebut membuat banyak mobil terendam air. Genhype yang memiliki asuransi perlu memperhatikan sejumlah hal agar pengajuan klaim dapat diterima.

Setiap kendaraan pada umumnya dicover dengan asuransi kendaraan karena merupakan salah satu bentuk mitigasi bencana, terutama kendaraan yang dibeli secara kredit. Bukan hanya risiko tabrakan, mobil yang bermasalah akibat terendam banjir juga dapat dijamin asuransi.

Baca juga: Cek Hal Ini Sebelum Beli Mobil Seken, Waspada Bekas Banjir

Mesin kendaraan dapat mengalami kerusakan akibat terendam air. Tidak hanya itu, interior kendaraan juga berpotensi rusak kala air banjir masuk ke dalam kabin. Perbaikan mesin atau kerusakan lain pada kendaraan akibat banjir itu membutuhkan biaya yang tidak murah.

Dengan menggunakan asuransi, berbagai macam kerusakan dapat ditanggung sehingga Genhype tidak perlu khawatir harus mengeluarkan banyak uang. Namun, ada sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian agar kerusakan kendaraan akibat banjir dapat ditanggung oleh asuransi.

Dikutip dari siaran pers Tugu Insurance, berikut beberapa hal yang perlu diketahui oleh Genhype terkait dengan asuransi kendaraan agar kerusakan akibat banjir bisa ditangani asuransi.


1. Mengikuti program perluasan jaminan banjir

Pertama-tama yang perlu diketahui oleh Genhype adalah memastikan kerusakan akibat banjir ditanggung oleh asuransi atau tidak. Perusahaan asuransi tidak akan menanggung kerusakan akibat banjir jika polis asuransi kendaraan bermotor tidak memiliki perluasan jaminan banjir.

Jadi, di tengah risiko banjir yang kian besar terjadi setiap tahunnya,Genhype perlu memastikan perluasan jaminan banjir saat membeli asuransi kendaraan sebagai jaga-jaga apabila mengalami kondisi banjir yang tidak terduga.


2. Pastikan masa perlindungan masih berlaku

Langkah lain yang perlu dilakukan oleh Genhype adalah memastikan masa perlindungan belum berakhir. Pada saat ini, banyak klaim yang mengalami penolakan karena pemilik kendaraan lupa bahwa masa berlaku perlindungan telah habis.


3. Hindari risiko water hammer

Penolakan klaim asuransi akibat banjir juga dapat terjadi jika kendaraan mengalami water hammer, sehingga perlu dihindarinya. Water hammer merupakan kondisi saat kendaraan menerjang banjir dan membuat air masuk ke ruang bakar mesin melalui system aliran udara.

Selain itu, water hammer juga mungkin terjadi saat Genhype mencoba menyalakan mesin setelah mobil terendam banjir, terutama tanpa melalui pemeriksaan dari profesional. Kedua kondisi tersebut bisa membuat mesin mengalami kerusakan parah.

Baca juga: Cara Menyelamatkan Mobil yang Terkena Banjir untuk Minimalisir Kerusakan

Perusahaan asuransi biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik kendaraan ketika terjadi water hammer untuk menilai adanya faktor kesengajaan menerjang banjir dengan kendaraan atau tidak. Pengajuan klaim dapat mengalami penolakan ketika hasil pemeriksaan menunjukkan ada kesengajaan.


4. Jangan telat melaporkan klaim

Pengajuan klaim asuransi juga berpotensi tidak dapat diproses lebih lanjut jika Genhype telat melaporkan klaim kepada pihak asuransi – terutama ketika melebihi batas waktu pelaporan yang ada dalam ketentuan. Jadi, Genhype perlu memastikan melakukan pelaporan sesuai waktu dalam ketentuan saat mobil terendam air kala banjir datang menerjang.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Death Stranding 2: On the Beach Rilis 26 Juni 2025, Cek Tanggal PO & Harganya

BERIKUTNYA

Resep Honey Butter Chicken untuk Sahur dan Iftar di Rumah

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga