Pameran kulkas Bosch yang telah dikostumisasi sejumlah seniman untuk dilelang. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Bosch Lelang Kulkas yang Dilukis 6 Seniman Untuk Pejuang Kanker

10 February 2025   |   20:49 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Bosch Home Appliances menggandeng seniman dan anak-anak penyintas kanker dalam inisiatif sosial bertajuk Art for Impact #LikeABosch: An Auction to Support Childhood Cancer. Program pameran dan lelang sepuluh kulkas artistik yang dikustomisasi menjadi karya seni unik ini akan disumbangkan ke Yayasan Kanker Anak Indonesia (YKAI).

Semua dana yang terkumpul dari lelang akan disalurkan ke YKAI untuk mendukung program pendampingan bagi anak-anak pejuang kanker. Presiden Direktur Bosch Home Appliances Indonesia, Anil Narula, mengatakan setiap kulkas yang dikustomisasi menjadi karya seni bukan hanya peralatan rumah tangga, tetapi simbol harapan dan dukungan bagi anak-anak yang berjuang melawan kanker, terutama dalam masa pengobatan dan pemulihan. 

Baca juga: Hypereport: Cinta & Dedikasi Para Seniman Visual dalam Berbagai Rupa

Dengan kolaborasi melalui ini, Bosch katanya ingin mewujudkan bagaimana seni dan teknologi bisa menginspirasi dan memberi kekuatan untuk menciptakan dampak positif nyata.

“Hal ini juga sejalan dengan komitmen sosial kami secara global di mana kesehatan, pendidikan, dan isu sosial menjadi fokus utama yang terus kami jalankan,” ujar Anil saat temu media di Astha District 8, Jakarta, Senin (10/2/2024). 
 

Pameran kulkas Bosch yang telah dikostumisasi sejumlah seniman untuk dilelang. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Pameran kulkas Bosch yang telah dikostumisasi sejumlah seniman untuk dilelang. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Lebih dari sekadar seni, setiap karya yang dipamerkan mengandung pesan mendalam dan makna yang berhubungan dengan tema harapan dan dukungan bagi anak penderita kanker. Setiap kulkas diubah menjadi kanvas seni, membawa pesan tentang harapan, kekuatan, dan keceriaan melalui tema Food for Hope.

Seniman-seniman ternama seperti Tutu, Muklay, Bunga Yuridespita, Meiliana, Erika Richardo, Winola, dan anak-anak penyintas kanker terlibat dalam inisiatif sosial ini. Mereka diberi kebebasan untuk mengekspresikan cerita mereka melalui berbagai warna, bentuk, dan simbol yang terinspirasi oleh makanan sebagai sumber kekuatan.

Tutu, melalui karya bertajuk Spirit to Keep Moving Forward menyampaikan pesan bahwa penting untuk selalu membangun energi positif dan optimisme meski di tengah kesulitan. “Seni dalam kulkas ini mengajak kita untuk melihat setiap tantangan sebagai peluang dan terus maju dengan semangat yang kuat,” sebut Tutu.

Membawa lukisan abstrak, Tutu menyebut seni yang ditampilkannya itu akan merepresentasikan sudut pandang setiap orang. Setidaknya ada 53 warna yang digoreskan untuk menyatakan bahwa hidup tidak sekadar hitam dan putih saja. Menurutnya akan selalu ada alternatif lain yang akan membuat orang berpikir untuk bisa berbuat lebih baik.

Seniman lain, Muklay, dalam karya Always Fresh and Healthy Day, ingin merayakan pentingnya kebahagiaan dan kesehatan dalam hidup. Melukis di permukaan dua kulkas Bosch, dia ingin benda-benda yang sebenarnya terlihat mati.  

“Gue percaya kalau kulkas dengan penyimpanan yang baik, kualitas makanan yang disimpan di situ juga yang baik. Jadi, gue coba membalik perspektif bahwa gue menjadi si makanan tersebut,” tuturnya.
 

Pameran kulkas Bosch yang telah dikostumisasi sejumlah seniman untuk dilelang. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Pameran kulkas Bosch yang telah dikostumisasi sejumlah seniman untuk dilelang. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)


Bunga Yuridespita, melalui dua karyanya Reconstruction Memories dan Playful Memories mengangkat kenangan masa kecil yang penuh warna dan keceriaan, menyimbolkan pemulihan dan kekuatan untuk terus bertahan. Adapun Meiliana, dengan Pattern of Love, mengintegrasikan motif batik dan kuliner Indonesia untuk menggambarkan kasih sayang dan kebersamaan yang tercipta melalui makanan. 

Seniman berikutnya, Erika Richardo dalam Memorable Fest, menggambarkan kebahagiaan hidup meskipun berjuang melawan kanker. Sementara Winola, dalam Fulfillment, menyimbolkan pencapaian hidup melalui simbol-simbol dalam makanan yang melambangkan kebahagiaan dan harapan.

Tidak ketinggalan, Ratu Iqlima dan Imelda Wahjunisari, bekerja sama dengan anak-anak penyintas kanker, M. Athalla Putra Sutanto, Caecilia Diah Sekar Ayu, dan Aleena Nuzula Purnomo, menciptakan karya As Sweet as a Cherry dan When Life Gives You Lemons, yang menggambarkan ketahanan dan kekuatan anak-anak dalam menghadapi kesulitan.

Karya ini menggambarkan simbol cherry yang mewakili keindahan dan kebahagiaan, serta lemon yang menggambarkan tantangan hidup yang dapat diubah menjadi pelajaran berharga.
 

Pembukaan pameran kulkas Bosch yang telah dikostumisasi sejumlah seniman untuk dilelang. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Pembukaan pameran kulkas Bosch yang telah dikostumisasi sejumlah seniman untuk dilelang. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)


Ketua Umum YKAI Sallyana Sorongan menilai program ini memberikan harapan baru bagi anak-anak dan keluarga mereka. “Setiap dukungan, sekecil apapun, memberikan dampak besar bagi perawatan dan dukungan yang mereka perlukan,” sebutnya.

Pameran Art for Impact #LikeABosch akan berlangsung di Ashta District 8, Jakarta, mulai 10 hingga 23 Februari 2025. Lelang akan dilakukan secara hybrid, memungkinkan peserta untuk berpartisipasi secara online melalui platform sidharta-auctioneer.com atau langsung di lokasi pameran pada 23 Februari 2025.

Dengan berpartisipasi dalam lelang ini, setiap pembeli bukan hanya membawa pulang karya seni yang unik, tetapi juga turut serta dalam memberi harapan bagi anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker. Kulkas artistik yang dipamerkan bukan hanya menjadi karya seni, tetapi juga sarana untuk menggalang dukungan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mendukung anak-anak penderita kanker di Indonesia.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Melirik Potensi Pasar Industri Kecantikan di Indonesia yang Tembus Ratusan Triliun

BERIKUTNYA

Investigasi Kontak Jadi Strategi Penting dalam Pengendalian TBC di Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: