Musisi jazz Marcelia Lesar (sumber : Soulversation)

Mengenal Konsep Music Diplomacy, Ketika Jazz Menjadi Alat Diplomasi

06 February 2025   |   19:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Musik ternyata bukan hiburan semata, loh, Genhype. Ia bisa menjadi alat diplomasi yang kuat untuk menjembatani berbagai perbedaan dan membangun hubungan antarbangsa. Salah satu jenis musik yang banyak digunakan sebagai alat diplomasi adalah musik jaz.

Jaz atau jazz dikenal sebagai genre musik yang tumbuh dalam budaya lintas bangsa. Dari Amerika hingga Eropa, Afrika, dan Asia, jaz telah menjadi bahasa universal yang menyatukan berbagai komunitas. Dalam konteks diplomasi, jaz kerap digunakan sebagai medium untuk memperkenalkan budaya suatu negara, sekaligus memperkuat hubungan antarbangsa melalui interaksi budaya.

Indonesia sendiri telah lama memanfaatkan musik sebagai alat diplomasi, mulai dari pertunjukan gamelan di berbagai negara hingga festival jaz yang dihadiri musisi internasional. Salah satunya terlihat dalam acara Soulversation dimana jaz kembali memainkan perannya sebagai jembatan antara seniman, masyarakat, dan diplomasi budaya melalui konsep music diplomacy.

Baca Juga: Potensi Royalti Musik Indonesia Rp3 Triliun, Tapi Baru Terkumpul Rp200-an Miliar

Acara ini menghadirkan deretan musisi jaz nasional, seperti Andien, Ali Sugiri, Hezky Nainggolan, dan Franky Sadikin serta menampilkan Marcelia Lesar. Sebagai bagian dari generasi baru musisi, Marcelia tidak hanya membawa nuansa segar dalam musik jaz, tetapi juga menjadi representasi dari potensi besar industri musik Indonesia di tingkat global.

Peter F. Gontha, yang semula dijadwalkan tampil dalam acara ini, tidak dapat hadir karena alasan kesehatan. Namun, dia tetap mengapresiasi para musisi yang tampil dan telah menghadirkan malam penuh makna dalam Soulversation.

Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Ani Nigeriawati menekankan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menjembatani berbagai perbedaan dan membangun hubungan antarbangsa.

"Ajang Soulversation ini bukan hanya panggung bagi talenta muda, tetapi juga bentuk music diplomacy yang mempererat hubungan diplomatik Indonesia dengan negara sahabat,” ujarnya.

Menurutnya pelaku ekonomi kreatif di bidang musik khususnya generasi muda, berpotensi membawa nama Indonesia lebih jauh. "Kehadiran mereka di ajang seperti ini membuktikan bahwa talenta muda kita siap bersaing di panggung internasional,” tutur Ani Nigeriawati.

Dukungan terhadap musisi muda sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong industri kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi. Dengan semakin terbukanya akses ke panggung global, musisi Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk menampilkan karyanya di kancah internasional.

Acara Soulversation menunjukkan bahwa diplomasi tidak selalu harus dilakukan melalui meja perundingan. Musik, dengan kekuatannya untuk menyatukan dan menginspirasi, bisa menjadi jembatan yang efektif dalam membangun hubungan yang lebih erat antara Indonesia dan dunia.

Baca Juga: Jejak Karya Populer Emilia Contessa di Layar Perak dan Panggung Musik
 
Editor: M. Taufikul Basari

SEBELUMNYA

Apple Rajai Penjualan Smartphone 2024, iPhone Model Ini Paling Laris

BERIKUTNYA

Robert Eggers Berhasil! Nosferatu Dipuji Sebagai Karya Horor Brilian

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: