Robert Eggers Berhasil! Nosferatu Dipuji Sebagai Karya Horor Brilian
06 February 2025 |
21:00 WIB
Film horor Nosferatu karya sutradara Robert Eggers mendapatkan review atau ulasan yang positif dari para kritikus. Lebih dari 200 pengulas memberikan sertifikat fresh dan hanya 51 yang memasukkannya dalam kategori rotten, sehingga memiliki rata-rata rating 8 dari 10.
Ulasan apik para kritikus film tersebut terdapat dalam laman Rotten Tomatoes. Tercatat, ada 335 kritikus yang memberikan ulasan terhadap film dengan genre horor tersebut. Dari total tersebut, 284 di antaranya memberikan kategori fresh dan 51 lainnya rotten. “8 dari 10 rating,” demikian tertulis
Ulasan yang apik juga diberikan oleh para penonton terverifikasi. Laman tersebut mencatat bahwa ada lebih dari 5.000 akun memberikan ratingnya atau sekitar 73 persen. Rata-rata rating yang diberikan oleh penonton membuat karya tersebut memiliki nilai 3,9 dari 5.
Baca Juga: 8 Film Tayang di Bioskop 5-7 Februari 2025: Nosferatu hingga A Business Proposal
Tidak hanya laman Rotten Tomatoes, review apik juga datang dalam laman Internet Movie Database (IMDb). Laman itu mencatat bahwa Nosferatu memiliki rating 7,4 dari 10 dengan jumlah pemberi nilai mencapai 135.000 akun.
Dalam cukilan ulasan kritikus Richard Whittaker di Austinchronicle - yang penilaiannya terdapat dalam laman Rotten Tomatoes, Nosferatu yang benar-benar dipahami oleh sang sutradara bukanlah tentang seks. Namun, film itu adalah mengenai kekuasaan, kekuatan yang murni, jahat, egois, dan menghancurkan.
Versi sang sutradara tentang Count Orlok bukan kengerian berwajah tikus yang disebut oleh Max Schreck dalam aslinya. Namun, karakter itu seperti yang digambarkan sangat mengerikan oleh Bill Skarsgard.
Dalam gambarannya, Orlok adalah seorang prajurit raksasa yang busuk, dan mungkin paling dekat dan pernah dilihat dalam layar dengan Vlad Tepes. Bagi Richard, Eggers berhasil membantah omong kosong 'vampir seksi' dengan menggambarkan hubungan supernatural yang penuh kekerasan.
Kritikus lainnya yang juga memberikan ulasan positif dan ada dalam laman Rotten Tomatoes adalah Randy Myers. Dalam ulasannya di The Mercury News, dia menilai bahwa mimpi buruk Eggers adalah sebuah kemenangan dalam segala hal yang mungkin dari sudut pandang visual dan teknis.
Keputusannya yang tidak mengutak-atik atau mencoba mendefinisikan ulang legenda drakula merupakan bentuk rasa hormat Eggers terhadap materi sumber cerita yang dimilikinya. Dengan kata lain, dia membuat film yang menenangkan para pencinta karya bisu klasik. Namun, memberikan alternatif terhadap penonton modern vampir tampan dan merenung dengan rambut gel dan perut kaku.
Myers menilai bahwa sang sutradara hampir terlahir untuk membuat film Nosferatu dan karya tersebut mengalir dalam darahnya. Dia memberikan penilaian bahwa film tersebut 4 dari 4 atau sempurna.
Sementara itu, kritikus lainnya yang memberikan ulasan adalah Wendy Ide. Dalam The Guardian, dia menilai bahwa sang sutradara mampu membangun latar belakang cerita yang sangat mendetail. Dia melakukan eksplorasi, merangkul irama, dan kekhasan bahasa yang khas pada suatu periode.
Skenario yang tersaji penuh dengan kutukan yang sangat indah dan ungkapan yang berlebihan dan menjadi sama pentingnya untuk pengembangan karakter.
Baca Juga: Cek Daftar Pemain Film Nosferatu, Tayang di Bioskop Indonesia 5 Februari 2025
Editor: M. Taufikul Basari
Ulasan apik para kritikus film tersebut terdapat dalam laman Rotten Tomatoes. Tercatat, ada 335 kritikus yang memberikan ulasan terhadap film dengan genre horor tersebut. Dari total tersebut, 284 di antaranya memberikan kategori fresh dan 51 lainnya rotten. “8 dari 10 rating,” demikian tertulis
Ulasan yang apik juga diberikan oleh para penonton terverifikasi. Laman tersebut mencatat bahwa ada lebih dari 5.000 akun memberikan ratingnya atau sekitar 73 persen. Rata-rata rating yang diberikan oleh penonton membuat karya tersebut memiliki nilai 3,9 dari 5.
Baca Juga: 8 Film Tayang di Bioskop 5-7 Februari 2025: Nosferatu hingga A Business Proposal
Tidak hanya laman Rotten Tomatoes, review apik juga datang dalam laman Internet Movie Database (IMDb). Laman itu mencatat bahwa Nosferatu memiliki rating 7,4 dari 10 dengan jumlah pemberi nilai mencapai 135.000 akun.
Dalam cukilan ulasan kritikus Richard Whittaker di Austinchronicle - yang penilaiannya terdapat dalam laman Rotten Tomatoes, Nosferatu yang benar-benar dipahami oleh sang sutradara bukanlah tentang seks. Namun, film itu adalah mengenai kekuasaan, kekuatan yang murni, jahat, egois, dan menghancurkan.
Versi sang sutradara tentang Count Orlok bukan kengerian berwajah tikus yang disebut oleh Max Schreck dalam aslinya. Namun, karakter itu seperti yang digambarkan sangat mengerikan oleh Bill Skarsgard.
Dalam gambarannya, Orlok adalah seorang prajurit raksasa yang busuk, dan mungkin paling dekat dan pernah dilihat dalam layar dengan Vlad Tepes. Bagi Richard, Eggers berhasil membantah omong kosong 'vampir seksi' dengan menggambarkan hubungan supernatural yang penuh kekerasan.
Kritikus lainnya yang juga memberikan ulasan positif dan ada dalam laman Rotten Tomatoes adalah Randy Myers. Dalam ulasannya di The Mercury News, dia menilai bahwa mimpi buruk Eggers adalah sebuah kemenangan dalam segala hal yang mungkin dari sudut pandang visual dan teknis.
Keputusannya yang tidak mengutak-atik atau mencoba mendefinisikan ulang legenda drakula merupakan bentuk rasa hormat Eggers terhadap materi sumber cerita yang dimilikinya. Dengan kata lain, dia membuat film yang menenangkan para pencinta karya bisu klasik. Namun, memberikan alternatif terhadap penonton modern vampir tampan dan merenung dengan rambut gel dan perut kaku.
Myers menilai bahwa sang sutradara hampir terlahir untuk membuat film Nosferatu dan karya tersebut mengalir dalam darahnya. Dia memberikan penilaian bahwa film tersebut 4 dari 4 atau sempurna.
Sementara itu, kritikus lainnya yang memberikan ulasan adalah Wendy Ide. Dalam The Guardian, dia menilai bahwa sang sutradara mampu membangun latar belakang cerita yang sangat mendetail. Dia melakukan eksplorasi, merangkul irama, dan kekhasan bahasa yang khas pada suatu periode.
Skenario yang tersaji penuh dengan kutukan yang sangat indah dan ungkapan yang berlebihan dan menjadi sama pentingnya untuk pengembangan karakter.
Baca Juga: Cek Daftar Pemain Film Nosferatu, Tayang di Bioskop Indonesia 5 Februari 2025
Editor: M. Taufikul Basari
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.