Dolorosa Sinaga dan Budi Santoso merupakan ematung dari dua generasi dan dua latar tradisi kultural yang berbeda. Karya-karya mereka banyak menyoroti isu-isu sosial dan politik. (sumber gambar: Hypeabis.id/ Prasetyo Agung Ginanjar)

Dolorosa Sinaga & Budi Santoso Gelar Workshop Patung di Galnas, Cek Cara Daftarnya

25 July 2024   |   07:32 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Aktivitas membuat patung merupakan salah satu kegiatan yang menarik dan interaktif. Sebab, selain meningkatkan keterampilan motorik, aktivitas ini juga dapat meningkatkan kreativitas. Mematung juga memberikan pengalaman berharga dari sisi hiburan dan edukasi yang menyenangkan. 

Terbaru, seniman Dolorosa Sinaga dan Budi Santoso juga menggelar workshop Patung, Lukis, dan Cukil di Galeri Nasional Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pameran Patung dan Aktivisme yang dihelat pada 19 Juli-19 Agustus 2024 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia.

Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency, Ahmad Mahendra mengatakan, hadirnya kegiatan yang diselenggarakan di unit museum yang dikelola oleh Indonesian Heritage Agency (IHA) itu merupakan salah satu bentuk untuk menjadikan museum sebagai ruang eksplorasi seni dan budaya, dan edukasi untuk publik.

Baca juga: Pameran Patung dan Aktivisme Siap Dihelat di Galeri Nasional Indonesia

Dalam kegiatan workshop ini nantinya peserta yang terdiri dari remaja dan  dewasa akan mendapat kesempatan untuk membuat patung dari tanah liat dan aluminium foil. Tak hanya itu mereka juga dapat mempelajari cara mewarnai dan melukis patung, serta seni untuk memahat patung dengan alat cukil.

"Kami berharap pameran-pameran yang diselenggarakan di Galeri Nasional Indonesia ke depannya juga menghadirkan program publik. Ini untuk meningkatkan ketertarikan generasi muda dalam belajar seni membuat patung dan menghargai hasil karya seni yang diciptakan oleh para maestro kita," katanya.
 
 


Selaras, Budi Santoso, pematung asal Yogyakarta, salah satu pameris dalam seteleng Patung dan Aktivisme mengatakan, ingin membagi pengalamannya dalam berkarya pada publik. Kegiatan workshop ini diharap juga dapat memberi edukasi pada publik mengenai seni mematung dan grafis.

"Saat mengeksplorasi material dalam membuat patung, saya menemukan tantangan dan keasyikan tersendiri, ketika 'berdialog" dengan bentuk dan karakter alamiah mereka yang sudah memiliki kualitas artistik pada dirinya sendiri," katanya.

Sementara itu, Dolorosa Sinaga, maestro patung yang telah berkarya lebih dari empat dekade di Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan ini juga dapat menjadi aktivitas yang menarik. Pasalnya, selain dapat berinteraksi dengan liyan, publik juga dapat mengendapkan inspirasi mereka ke dalam karya seni.

"Bagi saya creativity is a joy forever, dan memandang seni serta ekspresi yang dibawanya maka penting bagi saya untuk berbagi makna seni yaitu Art is Love, Art is Power melalui kegiatan workshop membuat patung," katanya.

Kegiatan Workshop Patung, Lukis, dan Cukil pada Pameran Patung dan Aktivisme Dolorosa Sinaga & Budi Santoso akan dilaksanakan setiap hari Sabtu pada tanggal 27 Juli dan 10 Agustus 2024 pukul 10.00 - 15.00 WIB. Program ini terbuka untuk umum dengan terlebih dulu melakukan registrasi di laman Galeri Nasional.

Selain menyelenggarakan kegiatan workshop membuat patung, Pameran Patung dan Aktivisme Dolorosa Sinaga & Budi Santoso juga mengadakan kegiatan seminar dan diskusi pada Kamis, 25 Juli 2024 pukul 14.00. WIB. Diskusi ini akan membahas aktivisme seni dalam pendidikan, terutama dalam pelestarian seni dan budaya di Indonesia. 

Membahas terkait Aktivisme Seni dalam Pendidikan Seni, kegiatan seminar ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada pengunjung dan peserta terkait pentingnya seni mematung dalam pelestarian seni dan budaya di Indonesia. 

Pameran seni Patung dan Aktivisme Dolorosa Sinaga dan Budi Santoso menampilkan karya dua pematung dari dua generasi dan dua latar tradisi kultural yang berbeda. Dolorosa Sinaga lahir pada 31 Oktober 1952 di Sibolga, Sumatera Utara, sedangkan Budi Santoso lahir di Cilacap, Jawa tengah pada 1980. Mereka bertemu pada tahun 2000.

Kala itu, Budi masih kuliah di Institut Seni Yogyakarta jurusan Patung, dan aktif di kolektif Taring Padi. Syahdan dia menawarkan diri untuk magang di studio Somalaing milik Dolorosa di Jakarta. Momen inilah yang kemudian mendekatkan praktik kerja mereka, khususnya dalam menyoroti isu-isu sosial dan politik.

Baca juga: Pameran Seni Sanggar Bumi Tarung Resmi Dibuka di Galeri Nasional

Editor: Puput Ady Sukarno
 

SEBELUMNYA

Leo Pictures Siapkan 3 Film & Serial Rilis 2024, Drama Keluarga sampai Horor Religi

BERIKUTNYA

Yunhyeong iKON Mulai Jalani Wajib Militer pada 13 Agustus 2024

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: