Ilustrasi ruangan berantakan. (Sumber gambar: Wonderlane/Unsplash)

Apa Itu Hoarding Disorder? Kenali Penyebab & Gejala Gangguan Menimbun Barang

16 July 2024   |   18:38 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Baru-baru ini, sebuah video yang menampilkan kamar kos berantakan dipenuhi tumpukan sampah kembali viral di media sosial. Perabotan, barang-barang, dan sampah dibiarkan berserakan hingga menumpuk dalam kamar. Begitupun fasilitas di dalamnya yang dibiarkan kotor hingga menimbulkan bau busuk dalam kamar.

Diduga, penghuni kos tersebut mengidap hoarding disorder. Dalam video yang diunggah di akun TikTok @siskavizar, memperlihatkan sebuah kamar kos yang dipenuhi tumpukan barang dan sampah, mulai dari bekas botol minuman hingga kardus tak terpakai yang memenuhi ruangan.

Baca juga: Kenali Gejala Narcissistic Personality Disorder yang Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Penghuninya juga membiarkan tempat tidur dan kamar mandi di kosan tersebut kotor hingga menimbulkan bau menyengat. Kondisi itu diketahui berawal ketika pemilik bertemu penghuni kos tersebut dan tercium bau tak sedap.

Begitupun kamarnya yang menimbulkan aroma tak sedap, sekalipun dalam keadaan terkunci. Rupanya, kamar kos tersebut dalam kondisi yang sangat berantakan, kotor, dan bau busuk.

"Berawal kalau ketemu nih anak kos yang bau banget sampe bikin mual dan bau kamarnya sampe keluar biarpun dalam keadaan terkunci. Curiga banget, akhirnya pas dia lagi keluar kita buka kamarnya dan pas dibuka, jreeenggg…. shake shack shock," tulis akun @siskavizar.

Pengunggah video yang diketahui merupakan pemilik dari kosan itu pun menduga bahwa penghuni mengidap hoarding disorder. Lantas, apa yang dimaksud dengan hoarding disorder?
 
@siskavizar Berawal kalau ketemu nih anak kost yg bau banget sampe bikin mual dan kg bau kamarnya sampe keluar biarpun dlm keadaan terkunci, curiga banget akhirnya pas dia lg keluar kita buka kamarnya dan pas di buka, jreeenggg…. shake shack shock!!! #kost #penyakit #mentalhealth #sampah #hordingdisorder #gila #kotor #pandawara #jorok #pengalaman #fyp #bekasi ? OMA SHAKO SHAKO - DJ VINNIE PARGOY


Apa Itu Hoarding Disorder?
Mengutip dari Cleveland Clinic, hoarding disorder atau gangguan psikis yang senang menimbun barang adalah kondisi kesehatan mental di mana seseorang merasakan kebutuhan kuat untuk menyimpan sejumlah besar barang, baik yang bernilai uang atau tidak.

Sebaliknya, mereka akan mengalami tekanan yang signifikan saat mencoba membuang barang-barang tersebut. Penimbunan barang ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari mereka.

Barang-barang yang biasanya ditimbun termasuk koran, majalah, barang-barang rumah tangga, dan pakaian. Terkadang, orang dengan gangguan menimbun barang disertai mengumpulkan banyak hewan yang seringkali tidak dirawat dengan baik.

Gangguan menimbun barang ini dapat menyebabkan kekacauan yang berbahaya. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup pengidapnya dalam banyak hal. Kondisi ini dapat memicu stres dan rasa malu dalam kehidupan sosial, keluarga, dan pekerjaan. Termasuk, dapat menciptakan kondisi kehidupan yang tidak sehat dan tidak aman baik untuk pengidap maupun lingkungan sekitarnya.

Menimbun tidak sama dengan mengoleksi barang. Menukil dari American Psychiatric Association (APA), kolektor biasanya memperoleh barang-barang dengan cara yang terorganisir, disengaja, dan terarah. Setelah diperoleh, barang-barang tersebut tidak lagi digunakan seperti biasa, tetapi masih dirawat, dikagumi, dan dipamerkan kepada orang lain. 

Sementara orang dengan hoarding disorder menimbun barang-barang secara impulsif, tidak terorganisir, dan dipicu oleh pandangan terhadap barang yang dapat dimiliki. Barang-barang ditimbun oleh penderita hoarding disorder biasanya tidak memiliki tema yang konsisten.

Sedangkan barang-barang yang diperoleh kolektor hanya terfokus pada topik tertentu. Hal ini membuat pengidap hoarding disorder cenderung menciptakan kekacauan dari menimbun barang.

Hasil riset APA menemukan bahwa sekitar 2 hingga 6 persen orang di Amerika Serikat mengidap hoarding disorder. Gangguan ini cenderung dialami oleh orang-orang berusia di atas 60 tahun, dan orang dengan diagnosis kejiwaan lainnya terutama kecemasan dan depresi. 

Di samping itu, gangguan ini juga seringkali dimulai pada masa remaja dan secara bertahap memburuk seiring bertambahnya usia, dan menyebabkan masalah yang signifikan pada pertengahan usia 30-an.


Penyebab Hoarding Disorder

Sampai saat ini, belum ada penjelasan medis tentang penyebab pasti hoarding disorder. APA memaparkan lantaran klasifikasinya yang baru, neurobiologi gangguan menimbun barang pada manusia merupakan bidang yang baru berkembang sehingga masih terlalu dini untuk ditarik kesimpulan pasti.

Melansir dari Mayo Clinic, kebiasaan menimbun barang biasanya dimulai pada usia 15-19 tahun, dan cenderung memburuk seiring bertambahnya usia. Ada tiga hal yang menjadi faktor risiko hoarding disorder, yakni kepribadian yang sulit dalam membuat keputusan dan masalah dalam hal perhatian, pengaturan, dan pemecahan masalah.

Selain itu, penimbunan barang lebih umum terjadi pada individu yang memiliki anggota keluarga yang juga memiliki riwayat masalah menimbun barang. Selain itu, peristiwa kehidupan yang menegangkan dan sulit diatasi, seperti kematian orang yang dicintai, perceraian atau kehilangan harta benda karena berbagai hal juga dapat memperburuk gejala gangguan penimbunan barang.

Hoarding disorder juga dapat menyebabkan sejumlah dampak negatif bagi pengidapnya, seperti cedera dan kecelakaan lantaran barang-barang yang tidak teratur, konflik keluarga, kesepian dan isolasi sosial, risiko kesehatan karena lingkungan yang tidak bersih, bahaya kebakaran, kinerja yang buruk, hingga masalah hukum seperti pengusiran.


Gejala Hoarding Disorder

Hoarding disorder yang dialami seseorang biasanya berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu dan menjadi perilaku sehari-hari. Penderita gangguan ini biasanya menimbun barang karena sejumlah alasan, seperti keyakinan atas barang-barang yang dimiliki unik dan akan dibutuhkan pada masa mendatang.

Selain itu, pengidapnya merasa terhubung secara emosional dengan barang-barang tersebut, dan merasa aman dan nyaman saat dikelilingi oleh sesuatu, hingga perasaan tidak ingin menyia-nyiakan apapun.

Baca juga: Sering Minder Hingga Cemas Saat Gym? Waspada Body Dysmorphic Disorder

Selain itu, orang dengan gangguan hoarding disorder juga biasanya memiliki sejumlah masalah terkait fungsi kognitif seperti ketidaktegasan, perfeksionis, penundaan, diorganisasi, dan mudah teralihkan.

Berikut adalah sejumlah gejala hoarding disorder.
  • Ketidakmampuan untuk membuang barang-barang yang mungkin sudah tidak berguna;
  • Mengalami stres ekstrem saat mencoba membuang suatu barang;
  • Kecemasan tentang kebutuhan suatu barang di masa mendatang;
  • Ketidakpastian tentang di mana harus meletakkan sesuatu;
  • Tidak percaya pada orang lain yang menyentuh barang miliknya;
  • Tinggal di tempat yang tidak dapat digunakan karena berantakan;
  • Menarik diri dari teman dan keluarga.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Cek Spesifikasi Xiaomi Mix Flip, Rilis Akhir Juli 2024 di China

BERIKUTNYA

5 Aktivitas Seru Liburan di Sumbawa: Jelajah Cultural Heritage hingga Berenang Bareng Hiu

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: