Koleksi Busana di KAWFEST 2024 (Sumber Foto: ESMOD Jakarta)

KAWFEST 2024 Tampilkan Wastra Nusantara untuk Busana Casual sampai Party Wear

30 April 2024   |   19:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Kelana Wastra Fashion Festival 2024 atau KAWFEST 2024 berlangsung pada 25-28 April 2024 di Sarinah Thamrin, Jakarta. Ajang peragaan busana ini menggabungkan keindahan kain tradisional Indonesia yang menjadi warisan budaya nusantara dengan kreativitas modern dalam industri fesyen. 

Rangkaian acara KAWFEST 2024 mencakup Bazaar Wastra Market, Talkshow Bincang Wastra, dan Wastra Trunk Show. Para pecinta fesyen dapat menikmati Wastra Trunk Show yang menampilkan berbagai tema menarik seperti Sparkling Soiree, Green and Trendy, Contemporary Classic, Tropical Vibes, Urban Vibes, Graceful Modestia, dan Sporty Chic.

Baca juga: KAWFEST 2024 Siap Digelar, Dorong Regenerasi Desainer Muda Indonesia

Acara ini akan melibatkan sejumlah desainer ternama, seperti Mel Ahyar, Oscar Lawalata Culture, Musa Widyatmodjo, Denny Wirawan, Didiet Maulana, Yukako, Mariko, Wignyo R, dan Indonesian Fashion Chamber (IFC).

Selain itu, Wastra Trunk Show juga menampilkan koleksi peserta Fashion Design School Competition. Terdapat 10 sekolah fesyen yang ikut berkompetisi, diantaranya ESMOD Jakarta, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Universitas Kristen Maranatha, Telkom University, LPTB Susan Budihardjo, Burgo Indonesia, ISWI Fashion Academy, Islamic Fashion Institute, LaSalle College Jakarta, dan Binus University.

Sebanyak 64 peserta dari 10 sekolah fesyen Indonesia berkompetisi dalam ajang tersebut, sampai akhirnya terpilih enam orang pemenang. Mereka menuangkan kreativitas dan dedikasinya dalam menghasilkan desain-desain yang memukau ke dalam busana yang ditampilkan.

Ali Charisma, desainer senior sekaligus salah satu juri dan advisor School Fashion Design Competition KAWFEST 2024 menyebutkan bahwa kompetisi seperti ini memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan bakat dan keterampilan para peserta muda di bidang desain mode.

“Acara ini memberikan platform untuk mengekspresikan kreativitas para peserta, berkolaborasi dengan sesama desainer, dan mendapatkan pengakuan atas kerja keras mereka. Selain itu, kompetisi ini juga memperluas jaringan profesional mereka, memperkenalkan mereka kepada peluang-peluang baru, dan mendorong pertumbuhan dan inovasi dalam industri mode secara keseluruhan,” katanya, dikutip dari rilisnya, Selasa (30/4/2024).

Adapun KAWFEST 2024 terlaksana berkat kolaborasi dari Kementerian BUMN bersama dengan Dekranas serta didukung oleh enam perusahaan BUMN, yaitu PT Pupuk Indonesia, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Telekomunikasi Selular(Telkomsel), PT Sarinah, PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen), dan PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo).

Melalui acara ini, DEKRANAS berharap para perajin maupun para desainer wastra nusantara dapat memperlihatkan kepada masyarakat luas, bahwa keindahan, keunikan, dan kearifan lokal Indonesia memiliki tempat yang istimewa dalam panggung mode, baik skala nasional maupun internasional.

KAWFEST 2024 juga diharapkan dapat menjadi platform yang berkelanjutan untuk memperluas pasar produk UMKM fesyen di Indonesia serta mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
 

Koleksi Busana dari Fashion Design School Competition

Salah satu sekolah mode Indonesia, yakni ESMOD Jakarta berhasil memukau dewan juri dengan memenangkan kompetisi dalam kategori casual menswear (kasual pria). Perwakilan mahasiswa yang mengikuti ajang tersebut, yakni Regina Cathalya Rachel, Mediana Dita Krisdiawan, Gabriella Carlene Suryaputri, Jasselyn Lianto, Jessica Elvira Hartono, Callista Gyda Liany, dan Winson Sanidjaja.

“Para mahasiswa mengambil inspirasi dari keindahan alam Indonesia, seperti lautan, pulau, dan ombak, mereka ditantang untuk membuat desain yang memukau juga menggambarkan kekayaan budaya dan alam Indonesia secara unik,” ungkap Rebecca Marsauli selaku dosen sekolah mode tersebut, dikutip dari rilisnya Selasa (30/4/2024).

Selain mengungkapkan rasa bangganya, dia juga berharap kemenangan ini akan menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam dunia fashion yang semakin kompetitif. Adapun Fashion Design School Competition ini terbagi menjadi 3 kategori, yaitu Casual Wear, Office Wear, dan Party Wear. Yuk, intip sejumlah koleksi busananya.
 

1. Casual Wear

 

Koleksi Casual Menswear (Sumber Foto: ESMOD Jakarta)

Koleksi Casual Menswear (Sumber Foto: ESMOD Jakarta)

Desain yang ditampilkan dibuat atas rasa kagum terhadap lautan, pulau, dan ombak di Indonesia yang sangat indah. Motif yang digunakan juga dipilih karena memiliki bentuk seperti ombak. Selain itu, juga disoroti penggunaan tali macrame sebagai salah satu ciri khas dari pantai dan kerajinan tangan asal masyarakat yang tinggal di daerah pulau.

Regina Cathalya Rachel dan Mediana Dita Krisdiawan merupakan mahasiswa yang berkompetisi untuk kategori Casual Wear. Mereka mendapat bahan tenun gatip tonga dari UMKM AIDIEO (RB Pabatu untuk dikreasikan menjadi baju kasual pria.
 

2. Office Wear

 

Koleksi Office Wear (Sumber Foto: ESMOD Jakarta)

Koleksi Office Wear (Sumber Foto: ESMOD Jakarta)

Desain busana kantor ini terinspirasi dari lautan Indonesia sehingga memiliki warna dominan biru. Terdapat bentuk yang bergelombang dan lipatan yang menggambarkan ombak lautan dan memiliki kesan yang santai dan tenang namun tetap profesional untuk digunakan dalam bekerja.

Selain itu desain ini juga menggunakan pleats yang dilipat dan disetrika secara manual sehingga hasilnya lebih natural dan rapi. Gabriella Carlene Suryaputri dan Jasselyn Lianto dari jurusan fashion design berkompetisi bersama pada kategori Office Wear. Mereka mendapat bahan kencana pajajaran dari UMKM Kencana Pajajaran (RB Kota Bandung).


3. Party Wear

 

Koleksi Party Wear (Sumber Foto: ESMOD Jakarta)

Koleksi Party Wear (Sumber Foto: ESMOD Jakarta)

Busana yang ditampilkan untuk kategori Party Wear bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya polusi yang saat ini mengancam kelestarian Indonesia. Para mahasiswa mendesainnya dengan beberapa lapisan. Mulai dari lapisan dasar yang menggunakan batik dan beberapa kain hijau untuk merepresentasikan keindahan flora Indonesia.

Selanjutnya diikuti dengan lapisan kain hitam dan tembus pandang sebagai simbol polusi yang menyelimuti kecantikan alam tersebut. Teknik yang digunakan dalam karya ini yaitu flat pattern, molding, drapping, serta penambahan hand-sewing seperti payet. 

Para mahasiswa yang merangcang koleksi ini, yakni Jessica Elvira Hartono, Callista Gyda Liany, dan Winson Sanidjaja jurusan fashion design 2022. Mereka mendapat bahan batik rurik setiajaya dari UMKM Batik Rurik Setiajaya (RB Trenggalek).

Baca juga: OOTD Berkain Pakai Wastra yang Trendi di Titik Kumpul Festival 2024

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Peluang Tambah Pendapatan dari Jasa Voice Over, Begini Prospeknya

BERIKUTNYA

Canggih, Masalah Rambut Bisa Dideteksi Pakai AI

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: