Koleksi Mahasiswa ESMOD Jakarta (Sumber Foto: Instagram/@dday.studi0)

4 Karya Inspiratif Mahasiswa ESMOD Jakarta, dari Busana sampai Parfum

12 December 2023   |   20:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Empat mahasiswa sekolah mode ESMOD Jakarta menerima penghargaan Coup De Cœur Du Jury (Grand Jury Award) yang telah dinilai oleh 42 orang profesional jury dari berbagai industri. Berbagai karya terbaik yang dikurasi mulai dari koleksi busana sampai parfum.

Adapun penilaian karya tersebut merupakan salah satu syarat kelulusan bagi para mahasiswa. Penyerahan penghargaan dilakukan pada acara ESMOD Jakarta Graduation Day Class of 2023. Diberikan oleh perwakilan dari profesional jury yaitu Ari Seputra selaku Creative Director of Ari Seputra dan Alumni dari sekolah mode tersebut.

Baca juga: Alumni Sekolah Mode ESMOD Jakarta Tampilkan 222 Looks di Ajang Creative Show 2023

Mengutip dari rilisnya, berikut merupakan detail dari project yang dibuat oleh keempat orang mahasiswa ESMOD Jakarta penerima penghargaan Coup De Cœur Du Jury.
 

1. KMK by Karel Karuniawan

Koleksi KMK (Sumber Foto: ESMOD Jakarta)

Koleksi KMK (Sumber Foto: Instagram/@kmk___official)

Koleksi berjudul Interpretable: A Personal Point Of View ini terinspirasi oleh aliran seni Avant Garde yang bersifat eksperimental dan tidak biasa. Karya-karya Avant Garde cenderung berani mendobrak batasan dan norma dalam suatu kebudayaan.

Bisa dilihat dari koleksi busananya yang genderless, di mana model pria mengenakan rok, korset, serta kerah dan lengan baju yang lebar lebar. Karel Karuniawan selaku perancang busananya menekankan bahwa koleksi ini tidak memiliki konsep khusus karena konsepnya adalah Point Of View dari setiap individu.

“Saya merasa terharu atas apresiasi yang diberikan para juri untuk karya dan koleksi saya. Terima kasih kepada ESMOD Jakarta dan kepada dosen-dosen yang telah memberi kesempatan serta membimbing saya selama pengerjaan project ini,” ungkap Karel.
 

2. Tama Tenun by Claudia Gotama

Koleksi Tama Tenun (Sumber Foto: Instagram/@tamatenun.id)

Koleksi Tama Tenun (Sumber Foto: Instagram/@tamatenun.id)

Koleksi Tama Tenun mengangkat wastra tenun sebagai warisan budaya Indonesia supaya lebih dikenal generasi muda. Claudia Gotama menggunakan kain tenun Indonesia untuk menciptakan koleksi busana dengan potongan menarik yang memadukan desain kontemporer dan siluet serbaguna.

Siluetnya terdiri dari busana dailywear, seperti rok, gaun, outer dengan palet warna merah dan biru. Tak ketinggalan motif-motifnya seperti hewan dan tanaman yang menambah daya tarik koleksi tersebut.

“Saya benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan Coup De Cœur Du Jury dan saya merasa terhormat dapat menerimanya," kata Claudia Gotama.
 

3. Dday. Studio by Cut Dayini Ramadhana

Koleksi D.day Studio (Sumber Foto: Instagram/@dday.studi0)

Koleksi D.day Studio (Sumber Foto: Instagram/@dday.studi0)

Koleksi D.day Studio terinspirasi dari tragedi bencana alam Tsunami Aceh pada 2004 silam. Apa yang terjadi sebelum dan saat peristiwa tersebut berlangsung tidak hanya akan dikenang oleh mereka yang melaluinya, tapi juga seluruh masyarakat Indonesia.

Dayini Ramadhana mengimplementasikan potret tersebut melalui karya busananya menggunakan beberapa metode shibori Jepang untuk menciptakan bentuk gelombang. Pada koleksi ini terdapat diua mood atau fase.

Fase pertama menggunakan metode shibori abstrak untuk melambangkan situasi sebelum tsunami sehingga tampilannya terlihat lebih bersih. Siluetnya terdiri dari atasan blouse dan bawahan rok. Palet warnanya putih dan biru muda yang melambangkan kegembiraan.

Selanjutnya pada fase kedua menggunakan metode shibori geometri untuk menciptakan kesan bangunan yang terbawa ombak saat terjadi tsunami. Selain itu juga ada penggunaan detail yang belum selesai untuk melambangkan kerusakan. Beda dari sebelumnya, kali ini palet warna yang digunakan adalah biru kehitaman.

”Tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau berusaha dan bekerja keras, terima kasih saja rasanya tidak cukup untuk mengungkapkan terima kasih saya kepada ESMOD Jakarta,” ungkap Cut Dayini.


4. Nathania Calista Felim 

TOTON (Sumber Foto: Instagram/

TOTON (Sumber Foto: Instagram/@calistafelim)

Khusus untuk program studi International Fashion Business, karya yang dibuat adalah brand laverage strategy, di mana terdapat 2 pilihan yaitu co-branding strategy atau brand extension strategy. Disamping membuat produknya, penting juga bagi para pelaku bisnis fesyen untuk memiliki strategi branding guna meningkatkan daya jual.

Nathania membuat ide TOTON for Alien Objects yang fokus pada co-branding strategy antara TOTON sebagai rumah mode ternama di Indonesia dan Alien Objects yang merupakan brand parfum lokal di Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan dan memasuki industri parfum lokal.

TOTON for Alien Objects didesain dengan kemasan parfum yang unik berupa siluet busana berhiaskan bunga-bunga. Saat melihat tampilannya, para fesyen enthusiast pasti langsung tertarik dan penarasan dengan aromanya.

“Menerima penghargaan Coup De Cœur Du Jury ini saya merasa bersyukur, bahagia bercampur haru, karena ini merupakan hasil kerja keras saya selama ini dan dukungan besar yang saya terima dari orangorang terdekat saya,” ungkap Calista.

Baca juga: Nusameta dan ESMOD Jakarta Ciptakan Platform Fashion Show Virtual Berbasis Metaverse

Editor: Dika  Irawan

SEBELUMNYA

Film Agak Laen Tayang 1 Februari 2024, Semesta Baru Rumah Produksi Imajinari

BERIKUTNYA

Kendala Biaya Jadi Tantangan Konversi Mobil Listrik

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: