Hari Diabetes Nasional diperingati pada tanggal 18 April tiap tahunnya. (Sumber gambar: Artem Podrez/Pexels)

Hari Diabetes Nasional Tiap 18 April, Waspadai Penyakit Gula Darah Berbahaya

18 April 2024   |   08:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Hari Diabetes Nasional diperingati pada 18 April tiap tahunnya. Peringatan ini diresmikan oleh Kemenkes RI guna menyadarkan masyarakat untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit diabetes. Peringatan ini dibuat lantaran Indonesia selalu menempati posisi tertinggi di dunia untuk angka kasus penyakit tersebut.

Menurut data International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021, sebanyak 10,5 persen populasi orang dewasa (20-79 tahun) di dunia atau 537 juta orang menderita diabetes. Setengah dari jumlah penderita tersebut dilaporkan tidak menyadari bahwa mereka menderita diabetes.

Baca juga: Tak Boleh Asal, Simak Panduan Penting Berpuasa Bagi Penderita Diabetes & Jantung
 
Selain itu, dilaporkan pula bahwa 3 dari 4 orang dewasa penderita diabetes tinggal di negara berpendapatan rendah dan menengah. Laporan itu juga menyebutkan bahwa lebih dari 90 persen penderita diabetes menderita diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh faktor sosial ekonomi, demografi, lingkungan, dan genetik. 
 
IDF memprediksi jumlah penderita diabetes di dunia akan terus bertambah, hingga mencapai 643 juta orang pada tahun 2030 dan 783 juta orang pada 2045.  
 
Dalam laporan itu, Indonesia menempati peringkat kelima sebagai negara dengan jumlah orang dewasa penderita diabetes sebanyak 19,5 juta orang. Jumlahnya diprediksi akan terus meningkat hingga 28,6 juta orang pada tahun 2045. Indonesia berada di belakang empat negara lain yakni China, India, Pakistan, dan Amerika Serikat.
 

Apa Itu Diabetes?

Mengutip dari situs Cleveland Clinic, diabetes adalah suatu kondisi yang terjadi ketika gula darah (glukosa) dalam tubuh terlalu tinggi. Penyakit ini berkembang ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau nihil, serta ketika tubuh tidak merespons efek insulin dengan baik.
 
Glukosa terutama berasal dari karbohidrat dalam makanan dan minuman. Ini adalah sumber energi utama untuk tubuh Anda. Darah membawa glukosa ke seluruh sel tubuh untuk digunakan sebagai energi.
 
Ketika berada dalam aliran darah, glukosa memerlukan bantuan untuk mencapai tujuan akhirnya yakni insulin (hormon). Jika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin atau tubuh tidak menggunakannya dengan benar, glukosa akan menumpuk di aliran darah hingga menyebabkan gula darah tinggi (hiperglikemia).
 
Seiring waktu, kadar glukosa darah tinggi secara konsisten dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan seperti penyakit jantung, kerusakan saraf, dan masalah mata.
 
Ada empat jenis diabetes yang paling umum diderita pasien yakni diabetes tipe 2, pradiabetes, diabetes tipe 1, dan diabetes gestasional. Pada diabetes tipe 2, tubuh tidak menghasilkan cukup insulin dan/atau sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara normal (resistensi insulin). Ini adalah jenis diabetes yang paling umum diderita pasien, yang terutama menyerang orang dewasa namun anak-anak juga bisa mengidapnya.
 
Sementara pradiabetes merupakan tahap sebelum diabetes tipe 2. Saat mengidap pradiabetes, kadar glukosa darah lebih tinggi dari biasanya tetapi tidak cukup tinggi untuk didiagnosis secara resmi menderita diabetes tipe 2.
 
Lain halnya dengan diabetes tipe 1, penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel penghasil insulin di pankreas yang tidak diketahui penyebabnya. Penyakit ini biasanya didiagnosis pada anak-anak dan dewasa muda, namun dapat juga berkembang pada pasien berusia berapa pun.
 
Adapun, diabetes gestasional adalah tipe diabetes yang berkembang pada beberapa orang selama kehamilan. Diabetes gestasional biasanya hilang setelah kehamilan. Namun, jika menderita diabetes gestasional, seseorang berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 di kemudian hari.
 

Gejala Diabetes

Menukil dari situs Mayo Clinic, gejala diabetes terjadi tergantung pada seberapa tinggi gula darah penderitanya. Beberapa orang, terutama jika menderita pradiabetes, diabetes gestasional, atau diabetes tipe 2, mungkin tidak menunjukkan gejala. Sementara pada diabetes tipe 1, gejalanya cenderung muncul dengan cepat dan lebih parah.
 
Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 meliputi:
  • Merasa lebih haus dari biasanya.
  • Sering buang air kecil.
  • Berat badan menurun
  • Kehadiran keton dalam urin. Keton adalah produk sampingan dari pemecahan otot dan lemak yang terjadi ketika insulin tidak tersedia dalam jumlah yang cukup.
  • Merasa lelah dan lemah.
  • Mudah tersinggung atau mengalami perubahan suasana hati lainnya.
  • Penglihatan kabur.
  • Mengalami luka yang penyembuhannya lambat.
  • Banyak terkena infeksi, seperti infeksi gusi, kulit, dan vagina.
 

Penyebab Diabetes

Terlalu banyak glukosa yang beredar di aliran darah dapat menyebabkan diabetes, apa pun jenisnya. Namun, faktor-faktor penyeban kadar glukosa darah tinggi berbeda-beda tergantung pada jenis diabetesnya. Berikut adalah sejumlah penyebab diabetes.
 
1. Resistensi insulin
Diabetes tipe 2 terutama disebabkan oleh resistensi insulin. Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel di otot, lemak, dan hati tidak merespons insulin sebagaimana mestinya. Beberapa faktor dan kondisi berkontribusi terhadap berbagai tingkat resistensi insulin, termasuk obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan, ketidakseimbangan hormon, genetika, dan obat-obatan tertentu.
 
2. Penyakit Autoimun
Diabetes tipe 1 dan diabetes LADA alias diabetes autoimun terjadi ketika sistem kekebalan menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas.
 
3. Ketidakseimbangan Hormon
Selama kehamilan, plasenta melepaskan hormon yang menyebabkan resistensi insulin. Seseorang mungkin terkena diabetes gestasional jika pankreas tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk mengatasi resistensi insulin. Kondisi lain yang berhubungan dengan hormon seperti akromegali dan sindrom cushing juga dapat menyebabkan diabetes tipe 2.
 
4. Kerusakan Pankreas
Kerusakan fisik pada pankreas akibat suatu kondisi, pembedahan, atau cedera dapat memengaruhi kemampuannya untuk membuat insulin, yang mengakibatkan diabetes tipe 3c.

5. Mutasi Genetik
Mutasi genetik tertentu dapat menyebabkan diabetes MODY dan diabetes neonatal.
 
Selain beberapa faktor itu, penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan diabetes tipe 2, termasuk obat HIV/AIDS dan kortikosteroid.
 

Pencegahan Diabetes

Meskipun tidak dapat mencegah bentuk diabetes autoimun dan genetik, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terkena pradiabetes, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional seperti dilansir dari WHO berikut ini.
 
  • Mencapai dan menjaga berat badan yang sehat
  • Tetap aktif secara fisik dengan setidaknya 30 menit olahraga intensitas sedang setiap hari
  • Makan makanan yang sehat serta hindari gula dan lemak jenuh
  • Tidak merokok
  • Kelola stres
  • Batasi asupan alkohol.
  • Tidur yang cukup (dianjurkan 7 hingga 9 jam) dan dapatkan pengobatan untuk gangguan tidur.

SEBELUMNYA

Resep Pangsit Chili Oil Viral, Sensasi Gurih & Pedas yang Nikmat

BERIKUTNYA

Gerakan Olahraga Ringan untuk Mengecilkan Perut Buncit

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: