Penulis skenario film Laila Nurazizah (Sumber gambar: Instagram/lelelaila/armanfebryan)

Cara Laila Nurazizah Mengolah Rasa Takut Saat Garap Naskah Film Badarawuhi

16 April 2024   |   16:02 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Ada tantangan berbeda yang dihadapi Laila Nurazizah saat menggarap naskah film Badarawuhi di Desa Penari. Perempuan yang karib disapa Lele Laila ini menyadarai menulis cerita untuk prekuel dari KKN di Desa Penari, film dengan label terlaris sepanjang masa di Indonesia tersebut tentu tidaklah mudah.

Ada beban cukup besar yang dirasakannya sepanjang menulis naskah film ini. Namun, hal tersebut tak terlalu jadi penghambat. Lele Laila malah menyebut proses pembuatan naskah film ini berjalan seru sekaligus menarik.

Baca juga: Cerita Laila Nurazizah Sering Diskusi dengan SimpleMan saat Meramu Naskah Film Badarawuhi

Ketika menulis naskah untuk film horor, terutama adaptasi dari medium lain, Lele selalu memperhatikan dua hal yang menurutnya sangatlah penting. Pertama adalah selalu mengolah perasaan takut.
 

Sebagai penulis film horor, rasa takut bagi Lele Laila adalah hal penting yang mesti dijaga. Rasa takut akan menuntun penulis untuk menggambarkan adegan yang mencitrakan rasa seram atau situasi tak nyaman kepada penonton.

Oleh karenanya, rasa takut justru akan menuntun intuisi penulis saat sedang meramu naskahnya. Pada akhirnya, sebuah adegan yang memang difungsikan untuk menciptakan rasa horor, bisa lebih tersampaikan dengan baik.

“Sebenarnya secara meramu cerita [horor atau non horor] tidak jauh berbeda. Namun, selama menulis horor, saya jadi harus bersahabat dengan rasa takut. Karena pada akhirnya rasa takut itu jadi bahan bakar yang dibutuhkan selama menulis horor,” ungkap Lele Laila kepada Hypeabis.id.

Hal kedua yang tak kalah penting menurut Lele Laila adalah mengolah ekspektasi penonton. Sebab, dalam film adaptasi, penonton sudah mengetahui cerita aslinya. Artinya, penonton yang datang ke bioskop tidak datang dengan pikiran yang kosong.

Mereka bisa saja memiliki interpretasi atau bayangan jalan cerita dan visual dari apa yang pernah mereka baca sebelumnya. Hal ini kerap jadi tantangan berat ketika menulis naskah untuk film adaptasi.

“Jadi, itu memang tantangan yang cukup susah. Ketika mediumnya berganti, orang akan merasakan ada kesamaan atau justru ada sesuatu yang berbeda yang ditawarkan,” imbuhnya.

Kedua hal tersebut tidak ada yang benar dan salah. Namun, keduanya selalu saja menimbulkan pro dan kontra. Sebab, ada yang menyukai ceritanya tetap sama, ada yang menginginkan sesuatu yang berbeda.

Dalam mengatasi hal ini, Lele selalu rutin untuk berdialog dengan produser dan sutradara. Ketiganya adakan berdiskusi untuk menentukan bentuk olahan seperti apa yang akan diterapkan. Dalam menulis naskah adaptasi, setidaknya ada sejumlah cara yang biasa dilakukan, yakni borrowing, intercepting, dan fidelity of adaptation.
 

Untuk memperkuat hal tersebut, Lele Laila juga melakukan sejumlah riset-riset khusus. Sebab, meski gambaran ceritanya sudah ada di medium sebelumnya, riset tambahan ini tetap penting untuk lebih memperkaya dan memperdalam naskahnya.

Terkadang, dirinya juga menambahkan riset market, komentar di utas yang beredar, analisa apa yang market harapkan, dan apa yang disukai dari cerita tersebut. Sebab, utas tentu punya karakter yang beda dengan skenario film. Di film, karakternya bergerak dan cerita punya batasan durasi.

Film Badarawuhi di Desa Penari masih tayang di bioskop. Film ini mengisahkan kejadian lain yang tak kalah seram, jauh sebelum semua teror yang terjadi dalam KKN di Desa Penari.

Cerita film ini dibuka dengan empat anak muda bernama Mila (Maudy Effrosina), Yuda (Jourdy Pranata), Jito (M. Iqbal Sulaiman), dan Roy (Ardit Erwandha) yang berkunjung ke sebuah desa.

Mereka berniat mengembalikan Kawaturih, mustika yang konon berasal dari desa tersebut. Namun, ketika sampai di desa itu, keempat anak muda tersebut justru mendapat teror tak terduga dari Badarawuhi.

Baca juga: Review Badarawuhi di Desa Penari: Penuh Mistik Berbalut Folklor yang Kuat

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Memorabilia Gaun & Topi Putri Diana Kembali Dilelang Julien's Auction

BERIKUTNYA

6 Anime Tayang April di Vidio, Ada My Hero Academia & Kaiju No. 8

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: