Still photo Badarawuhi di Desa Penari (Sumber gambar: MD Pictures)

Review Badarawuhi di Desa Penari: Penuh Mistik Berbalut Folklor yang Kuat

11 April 2024   |   09:02 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Film Badarawuhi di Desa Penari punya fokus yang kuat pada pembangunan suasana atau atmosfer dengan dukungan penceritaan yang mencekam. Alih-alih hanya mengandalkan takut kejut (jumpscare) semata, film ini justru menghadirkan pengalaman emosional dengan memancing dunia imajiner terpendam penontonnya.

Tidak semua orang pernah atau setidaknya mengaku, melihat hantu. Namun, rasanya sulit untuk mengelak bahwa hampir semua orang pernah berada di situasi horor yang tak nyaman, meski tidak diketahui penyebabnya. 

Baca juga: Film Horor Siksa Kubur dan Badarawuhi di Desa Penari Tayang di Bioskop, Cek Sinopsisnya

Pikiran imajiner terhadap realitas itu kemudian coba dibangkitkan lagi dalam film ini. Bergesernya kursi sutradara dari Awi Suryadi ke Kimo Stamboel telah memberikan sentuhan magis berbeda dalam universe cerita yang dipopulerkan pertama kali oleh SimpleMan pada 2019 ini.
 

Still photo Badarawuhi di Desa Penari (Sumber gambar: MD Pictures)

Still photo Badarawuhi di Desa Penari (Sumber gambar: MD Pictures)


Keberanian MD Pictures dalam mengemas kisah lain dari film yang mendapatkan label terlaris sepanjang masa tentu patut diapresiasi.  Dengan capaian 10 juta penonton, film ini bisa saja dibuat dengan formula sama.

Namun, film yang diplot sebagai prekuel KKN di Desa Penari ini benar-benar mengambil pendekatan baru dibanding versi pertamanya. Kendati demikian, Badarawuhi di Desa Penari bukanlah entitas yang benar-benar berbeda.

Film ini masih mengadopsi beberapa teknik penceritaan yang serupa dengan beberapa petunjuk penting sebagai benang merahnya, tetapi semua itu dikemas lebih naik kelas.


Fondasi Cerita Lebih Fokus dan Kuat

Badarawuhi berlatar di dua lini masa yang berjalan bergantian, yakni pada 1955 dan 1980-an. Cerita bermula ketika Mila (Maudy Effrosina) bersama sepupunya, Yuda (Jourdy Pranata) dan temannya, Arya (Ardit Erwandha) datang ke sebuah desa terpencil di tengah hutan untuk bertemu dengan sesepuh di sana.

Mila ingin mengembalikan Kawaturih, mustika yang dimiliki ibunya ke desa tersebut. Namun, di desa tersebut, Mila justru mendapat teror dari Badarawuhi. Di desa itu, Mila juga akhirnya tahu soal rahasia kelam masa lalu ibunya dan seluruh penduduk desa.

Meski formulanya tampak punya kesamaan dengan film pertama, Kimo tetap menampilkan hal-hal berbeda. Salah satu yang patut jadi sorotan adalah bagaimana Kimo menghadirkan sosok Badarawuhi di dalam ceritanya.
 

Still photo Badarawuhi di Desa Penari (Sumber gambar: MD Pictures)

Still photo Badarawuhi di Desa Penari (Sumber gambar: MD Pictures)


Badaruwuhi tidak lagi ditampilkan sebagai sosok setan yang muncul dengan jumpscare. Lebih dari itu, Badarawuhi adalah sebuah entitas dari makhluk gaib dunia lain yang benar-benar ditakuti dan manilupatif di desa tersebut.

Daya cengkeraman Badarawuhi akan mulai terbuka perlahan, hingga puncaknya adalah di babak ketiga ketika tariannya makin intens dan mulai menjadi momen mistikal yang dibalut dengan sentuhan folklor yang kuat.

Perlahan, hubungan Badarawuhi dan Desa Penari juga makin terbuka. Film ini memang benar-benar setia pada judul besarnya. Cerita besarnya berkutat pada eksistensi Badarawuhi dan asal-usul Desa Penari yang misterius.

Salah satu scene menarik adalah ketika Ratih (Claresta Taufan) terpilih jadi dawuh dan harus menari. Ratih menampilkan ekspresi terpaksa dengan apik, tetapi tetap menyajikan tarian dengan gerakan tubuh yang luwes. Hal ini memicu interpretasi yang menarik dari penontonn


Set Lokasi & Production Value yang Naik Kelas

Cara Kimo merumuskan world building atau proses membangun dunia cerita di Desa Penari juga jadi hal menarik lain. Kelambanan (slow burn) cerita di awal-awal film bagi sebagian orang mungkin terasa membosankan, tetapi ini justru akan jadi fondasi yang menarik di akhir.

Deskripsi soal desa paling timur di Pulau Jawa yang kerap disematkan pada Desa Penari benar-benar dieksekusi dengan baik. Lewat perjalanan para karakternya, penonton bisa menerka-nerka seberapa jauh atau terpencilnya desa tersebut.

Ketika sampai di desa itu pun, penonton akan disuguhkan suasana yang realistis. Set rumah desa yang tampak meyakinkan berpadu apik dengan berbagai adegan aktivitas masyarakat pedesaan. Desa Penari benar-benar seperti desa pada umumnya, tetapi kebetulan letaknya di tengah hutan.
 

Still photo Badarawuhi di Desa Penari (Sumber gambar: MD Pictures)

Still photo Badarawuhi di Desa Penari (Sumber gambar: MD Pictures)


Kimo juga menyuguhkan desain produksi yang megah dengan berbagai detail kecil yang dikerjakan lebih niat dan serius. Beberapa set bangunan ikonik yang ada di film pertama, seperti pemandian sinden, juga dimunculkan kembali di film ini.

Namun, jika pada film pertama pemandian sinden sudah tidak terawat, di film ini justru masih tampak bersih dan masih digunakan oleh masyarakatnya.

Perbedaan tersebut jadi hal menarik karena sebagai sebuah prekuel, set tersebut jadi semacam petunjuk waktu tersirat untuk memperlihatkan jarak kejadian film pertama dan film keduanya.

Tidak hanya set untuk menggambarkan dunia nyata saja yang menarik, film ini juga menyuguhkan ‘dunia lain’ menjadi sesuatu yang lebih magis. Dalam film ini, akan diperlihatkan Angkara Murka, alam tempat arwah penari berkumpul bersama Badarawuhi.


Kesimpulan

Sebagai sebuah prekuel, Badarawuhi di Desa Penari berhasil menjadi film yang akan menggenapi teka-teki dari cerita KKN di Desa Penari. Meskipun demikian, film ini juga masih menyisakan sejumlah misteri, karena asal-usul Badarawuhi belum terbuka secara sempurna.

Dibanding versi pertamanya, film kedua ini lebih mengeksplorasi Desa Penari secara lebih dalam dengan menonjolkan ritual dan unsur-unsur kebudayaan yang kental. Film Badarawuhi ini lebih mengandalkan eksplorasi mistikal dan sebaiknya jangan terlalu berharap jumpscare di sini.

Visual yang disajikan pun lebih ciamik sepanjang film. Disertai dengan scoring yang tak kalah apik, film ini benar-benar memanjakan mata dan telinga. Terlebih, set production film ini dibangun serius dan tak main-main.
 

Still photo Badarawuhi di Desa Penari (Sumber gambar: MD Pictures)

Still photo Badarawuhi di Desa Penari (Sumber gambar: MD Pictures)


Namun, sebagai gantinya, penonton akan melihat berbagai adegan creepy, yang selama ini hanya terpendam di kepala sebagai mitos belaka. Kini, hal tersebut justru tervisualisasikan di film ini, seperti warung di tengah hutan, makhluk aneh berjoget, hingga bayangan-bayangan mengerikan lain. 

Baca juga: Tayang Lebaran, Cek 5 Fakta Menarik Film Badarawuhi di Desa Penari

Dengan skoring yang terdengar lebih impresif, film ini memang tampil berbeda dari versi pertamanya. Terlebih, format film dibuat dengan IMAX yang punya aspek rasio lebih lebar dan detail, sehingga suasana horornya jadi lebih hidup dan berdampak pada penontonnya. 

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Review Film Siksa Kubur, Minim Parade Jumpscare Tapi Penuh Kengerian

BERIKUTNYA

5 Fakta Menarik Drakor Lovely Runner, Dibintangi Kim Hye-yoon & Byeon Woo-seok

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: