Poster film Siksa Kubur & Badarawuhi di Desa Penari. (Sumber gambar: Rapi Films/MD Pictures)

Film Horor Siksa Kubur dan Badarawuhi di Desa Penari Tayang di Bioskop, Cek Sinopsisnya

11 April 2024   |   06:32 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Dua film horor lokal akan mulai menyapa penontonnya di bioskop mulai hari ini, Kamis (11/4/2024). Kedua film itu ialah Siksa Kubur garapan sutradara Joko Nawar dan Badarawuhi di Desa Penari besutan sutradara Kimo Stamboel. Kedua judul ini adalah film horor yang telah dinantikan para sinefil di Tanah Air.

Film Siksa Kubur akan mengikuti kisah Sita yang diperankan oleh Faradina Mufti. Setelah kedua orang tuanya jadi korban bom bunuh diri, Sita jadi tidak percaya dengan agama. Sejak saat itu, tujuan hidupnya hanya satu; mencari orang yang paling berdosa. 

Baca juga: Lokasi Bioskop dan Jadwal Tayang Film Siksa Kubur di Jakarta, Bandung hingga Solo

Sita ingin bertemu dengan orang yang paling berdosa dan ketika orang tersebut meninggal, dia ingin ikut masuk ke dalam kuburannya untuk membuktikan bahwa siksa kubur tidak ada dan agama tidak nyata. Namun, tentunya ada konsekuensi yang mengerikan bagi mereka yang tak percaya.

Selain Faradina Mufti, film Siksa Kubur juga dibintangi oleh jajaran aktor dan aktris kenamaan Tanah Air seperti Reza Rahadian, Christine Hakim, Arswendy Bening Nasution, Slamet Rahardjo, Djenar Maesa Ayu, Niniek L Karim, Jajang C Noer, Fachri Albar, Happy Salma, Mian Tiara, Haydar Saliz, Tony Merle Runny Rudiyanti, Widuri Putri, dan Muzakki Ramdhan.
 

Joko Anwar mengatakan lewat Siksa Kubur, dia ingin membuat film horor yang lebih dekat dengan masyarakat Indonesia. Salah satu upayanya adalah dengan mengangkat tema agama sebagai latar cerita. Tidak sekadar mengandalkan visual mencekam, tapi sekaligus membawa gagasan yang menusuk ke hati penontonnya.

Sutradara yang juga menggarap film Pengabdi Setan itu menambahkan, Siksa Kubur dibuat untuk mereka yang belum percaya akan siksa kubur, sekaligus menjawab pertanyaan dan menjadi antitesis bagi banyak kalangan yang kerap mendengungkan kalau film horor isinya selalu setan. 

Menurutnya, dengan bentuk baru dan perspektif segar yang dibawa, Siksa Kubur akan  menjadi benchmark baru bagi perfilman Indonesia. “Ini sudah film saya yang ke-10. Setelah 20 tahun bekerja sebagai penulis dan sutradara, rasanya saya ingin membuat film yang lebih punya makna, lebih dewasa, dan secara cerita serta pembangunan karakter lebih kuat dari film-film saya sebelumnya,” kata Joko Anwar.

Alih-alih sekadar menyuguhkan jumpscare dan kesadisan, Siksa Kubur juga akan membawa kengerian penonton hingga mempertanyakan keimanan yang dimilikinya setelah menonton film ini. Hal itu dihadirkan Joko Anwar dengan menghadirkan film menggunakan efek praktikal untuk mencapai kecemasan maksimal, alih-alih bergantung sepenuhnya pada computer generated imagery (CGI).

Joko Anwar mengungkapkan tantangan terbesarnya dalam menggarap film Siksa Kubur adalah bagaimana membuat segala aspek dari film tersebut terasa nyata, sehingga penonton percaya bahwa siksa kubur itu ada. Di samping itu, tata suara yang selalu menjadi elemen kuat turut hadir dengan desain yang mencekam.

"Film ini penceritaannya separuhnya ada di tata suara. Kami ingin penonton merasa berada di dalam kejadian-kejadian yang dialami karakternya, termasuk ke dalam kubur," kata sutradara berusia 48 tahun itu.
 


Badarawuhi di Desa Penari

Sementara itu, film Badarawuhi di Desa Penari merupakan spinoff dari film box office KKN Desa Penari. Film ini akan mengikuti kisah tentang asal usul dari sosok penari yang merupakan siluman ular bernama Badarawuhi yang menghantui Desa Penari.

Badarawuhi di Desa Penari bercerita tentang sekelompok mahasiswa yang ingin melakukan KKN dan bertemu dengan sesepuh di sebuah desa yang dijuluki Desa Penari. Setelah berhari-hari tinggal di desa tersebut, satu per satu mahasiswa justru mengalami kejadian tak terduga.

Mila, satu dari kelompok mahasiswa tersebut mengalami teror dari Badarawuhi. Ternyata, Mila dipilih oleh siluman ular untuk dijadikan penari di alamnya. Roh Mila pun terjebak di dunia lain, sementara raganya tak berdaya. Karena hal tersebut, Mila harus menjalani serangkaian ritual mistis yang berujung teror menyeramkan untuk yang mengintai seluruh masyarakat desa.

Berbeda dari film KKN di Desa Penari yang disutradarai oleh Awi Suryadi, Badarawuhi di Desa Penari digarap oleh Kimo Stamboel. Sebelumnya, Kimo juga telah menggarap sejumlah film dan serial horor seperti Teluh Darah (2023), Sewu Dino (2023), Jailangkung: Sandekala (2022), Ivanna (2022), dan Ratu Ilmu Hitam (2019).

Badarawuhi Di Desa Penari merupakan salah satu film horor yang menarik perhatian publik lantaran menjadi spinoff dari KKN di Desa Penari, film yang sukses secara komersial lantaran meraih 10 juta lebih penonton di bioskop hingga menjadi film lokal terlaris sepanjang masa. Menarik untuk menyimak apakah versi spinoff-nya akan mengulang kesuksesan yang sama.

Aktris Aulia Sarah akan kembali hadir di spinoff KKN di Desa Penari dan berperan sebagai Badarawuhi, sosok lelembut misterius yang menjadi momok dalam cerita ini. Selain itu, aktor senior Diding Boneng juga akan kembali hadir dan berperan sebagai Mbah Buyut Tua. 

Baca juga: Tayang Lebaran, Cek 5 Fakta Menarik Film Badarawuhi di Desa Penari

Tak hanya itu, film Badarawuhi di Desa Penari juga akan dibintangi oleh nama-nama aktor dan aktris baru yang belum muncul di film sebelumnya seperti Jourdy Pranata, Aming, Maudy Effosina, Muhammad Iqbal Sulaiman, Claresta Taufan, Maryam Supraba, Pipien Putri, dan Bima Sena. 

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

10 OOTD Lebaran Modis Gaya Selebritas, Tampil Kompak Sekeluarga

BERIKUTNYA

Review Film Siksa Kubur, Minim Parade Jumpscare Tapi Penuh Kengerian

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: