Ilustrasi Macet (Sumber Foto: Freepik)

Tanggal yang Wajib Dihindari untuk Balik Mudik Lebaran ke Jabodetabek

12 April 2024   |   14:32 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Setelah bersuka cita merayakan Lebaran di kampung halaman tercinta, kini waktunya para pemudik kembali ke rutinitasnya masing-masing. Namun, mereka disarankan untuk menunda keberangkatannya ke Jabodetabek guna menghindari puncak arus balik yang memicu kemacetan.

Kementerian Perhubungan RI meminta masyarakat untuk menghindari tanggal-tanggal yang berpotensi menjadi puncak arus balik di musim Lebaran tahun 2024 ini. Seperti yang diketahui, puncak arus balik akan terjadi pada 13-15 Apri, dengan 14 April sebagai puncaknya.

Pemerintah memprediksikan puncak arus balik nasional ada di H+3 atau Minggu 14 April 2024 sebanyak 40,99 Juta prang (21,16 persen. Sedangkan khusus di Jabodetabek prediksi puncak arus balik terjadi pada H+3 atau Minggu 14 April 2024 sebesar 6,12 Juta (21,52 persen).

Baca juga : Menhub Usulkan WFH pada 15-17 April 2024 saat Puncak Arus Balik Lebaran

Melalui laman resminya, Menhub Budi Karya berujar, jika melihat dari pengalaman tahun lalu, titik paling krusial ada di daerah Salatiga sampai ke Semarang, yang notabene merupakan lokasi pertemuan para pemudik dari arah Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur.

“Oleh karenanya, untuk baliknya dianjurkan kembali lebih awal. Kalau bisa Jumat atau Sabtu (12-13 April 2024). Karena Minggu dan Senin pasti ada kenaikan yang besar,” ungkap Budi Karya.

Adapun, Menhub Budi Karya juga mengapresiasi semua stakeholder yang sudah berkoordinasi dan berkolaborasi dalam menyukseskan arus mudik Lebaran 2024, di mana salah satu indikatornya adalah kecepatan waktu tempuh. 

Kecepatan rata-rata Jakarta-Semarang pada puncak mudik 2024 adalah sebesar 67,59 km/jam atau meningkat 12,5 persen dari puncak mudik 2023 (64,14 km/jam) dengan waktu tempuh selama 6 jam 54 menit atau lebih cepat 17,5 persen dari puncak mudik 2023 (8 jam 12 menit).

Menhub juga meminta truk tiga sumbu atau lebih agar tidak beroperasi selama arus balik Lebaran berlangsung, sebab dapat menghambat pergerakan pemudik, khususnya di Pelabuhan Merak dan Ciwandan.

Penegakan hukum berkaitan dengan truk tiga sumbu yang masih nekat beroperasi selama masa arus balik akan diberlakukan. Penindakan akan difokuskan pada kendaraan yang akan menyeberang ke Bakauheni atau sebaliknya, serta yang melewati jalur TransJawa atau arteri Pantura.

"Pak Kapolri sudah berjanji untuk melakukan itu. Oleh karenanya, supir, pemilik kendaraan, pemilik barang menahan diri, kan ini tinggal beberapa hari,” katanya.
 

Rekayasa Lalu Lintas Periode Arus Balik 2024

Irjen Pol Aan Suhanan, Kepala Korlantas Polri menerapkan  rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan selama arus balik Lebaran 2024. Perlu diketahui, one way akan diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung sampai KM 72 Jakarta-Cikampek, contraflow sampai KM 47, dan ganjil genap dari KM 414-0 di Jakarta-Cikampek.

Terkait evaluasi penerapan contraflow, kebijakan tersebut sejatinya masih dibutuhkan, khususnya saat jumlah kendaraan sedang padat-padatnya. Meski begitu, akan ada beberapa perbaikan dalam penerapan contraflow pada arus balik, terutama terkait keamanan dan keselamatan.

Terkait hal ini, pihak Kepolisian akan memberikan reflektor di dua bagian jalan, menempatkan petugas di setiap median jalan, hingga menyiapkan safety car untuk pengawalan guna menjaga kecepatan kendaraan yang melintas, di mana maksimal hanya 60 km/jam.

Baca juga Berlaku Mulai Jumat 12 April, Ini Jadwal Contraflow, Oneway, & Ganjil Genap Arus Balik 2024

Editor : Puput Ady Sukarno
 

SEBELUMNYA

Menhub Usulkan WFH pada 15-17 April 2024 saat Puncak Arus Balik Lebaran

BERIKUTNYA

7 Cara Mengatasi Kolesterol Pasca Lebaran

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: