Bisnis hampers untuk lebaran (sumber gambar: Hypeabis.id/Paundra Zakirulloh)

Mendulang Berkah Bisnis Hampers Jelang Lebaran Idulfitri, Untung Berkal-kali Lipat

08 April 2024   |   06:00 WIB
Image
Paundra Zakirulloh Mahasiswa Institut Ilmu Sosial & Ilmu Politik Jakarta, Jurusan Ilmu Jurnalistik

Like
Bisnis hamper (hampers) telah menjadi tren di kalangan anak muda, tidak hanya sebagai hadiah untuk perayaan tertentu tetapi juga sebagai cara untuk menyampaikan apresiasi atau menyemangati orang terdekat. Selain itu, bisnis ini menjadi tren konsumen yang menginginkan kemudahan dalam memberikan hadiah.

Salah satu pelaku usaha di bidang ini adalah mahasiswi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) Khansa Azra (20). Dia memulai usaha ini sejak saat masih duduk di bangku sekolah dan hingga sekarang, dan tetap konsisten menjalankan bisnis ini karena terus mengalami perkembangan.

“Awalnya memulai usaha di bidang ini dari 2014 yang pada awalnya ditawarkan ke lingkungan sekitar terlebih dahulu. Tujuannya untuk memperkenalkan produk agar dapat dikenal oleh orang. Pada saat itu kami belum memiliki nama dan logo produk, baru pada 2021 saya memutuskan untuk melakukan branding dengan nama Puding Coklat Puding dan pada saat ini sudah bermitra dengan aplikasi pesan makanan online yaitu GoFood, GrabFood dan Shopee Food,” ujar Khansa.

Baca juga: Menilik Cuan Bisnis Hampers Menjelang Lebaran

Berawal dari hobi sang ibunda tercinta yakni memasak, Khansa mencoba untuk membuat aneka makanan pencuci mulut seperti puding coklat, pancake, pai susu, dan berbagai kudapan lainnya. Respon yang positif, membuat wanita berhijab tersebut mempunyai sebuah ide untuk membuka usaha hamper, dan saat ini memiliki akun Instagram untuk produknya bernama @pudingu.id.

“Tantangan terberat yang pernah saya alami adalah cara mempertahankan dan bahkan mengembangkan usaha hampers ini semakin besar. Berbagai cara saya lakukan seperti mengadakan promo yang menarik, khususnya pada saat bulan puasa hingga berkolaborasi dengan brand lainnya. Tidak hanya itu, saya juga mendengarkan kemauan pelanggan serta evaluasi terhadap produk baru agar bisa terus berkembang,”  kata Khansa. 

Khansa mengatakan, produknya ini bisa terjual 100 hingga 150 cup dalam sekali produksi. Namun, hal tersebut bisa naik jika selama bulan Ramadhan, dengan permintaan mencapai 200 cup per produksi. ”Hampers puding coklat puding ini saya jual dari harga Rp8.500 hingga Rp130.000 tergantung dari jenis paket,” katanya. 
 

Tidak hanya Khansa, ada juga pelaku usaha lainnya pada bisnis hamper yakni Dian Mutiara (21). Muti, begitu sapaan akrabnya, telah memulai usaha ini sejak lulus sekolah, dan terus mengembangkan bisnisnya sampai sekarang. 

Muti tertarik untuk memulai usaha ini karena ajakan temannya pada saat itu. Dia juga melihat sebuah peluang yang cukup besar dari usaha hampers ini yang menurutnya cukup punya peminat tinggi. Jenis hampers yang dia buat adalah alat makan seperti piring, sendok, garpu, gelas, cangkir, hingga serbet. 

“harga hampers yang biasa kita jual mulai dari Rp100.000 hingga Rp250.000, itu semua tergantung isi dari hampers-nya,” ucap Muti.

Alat makan yang dijadikan hampers berbahan dasar kayu karena menghindari terjadi pecah ataupun retak saat dalam proses pengiriman. Selain itu, alat makan yang berbahan dasar kayu menurutnya bisa lebih menarik dari segi tampilan dengan dominasi warna coklat. 

Muti mengatakan, selama bulan Ramadhan permintaan konsumen mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Dia menyebut, pesanannya bisa mencapai 40 hingga 50 boks saat mendekati hari-hari besar seperti Idulfitri. Sementara itu, pada hari biasanya, rerata pesanannya sekitar 20 boks. 

“Keuntungan yang bisa kita dapatkan kalau selama bulan puasa ini bisa naik signifikan yakni sekitar Rp4 juta sampai Rp5 juta, tapi kalo hari-hari biasa hanya sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta, dan itu semua tergantung jenis pemesanannya,” katanya. 

Muti saat ini ingin mengembangkan usahanya lagi lebih jauh dengan bermitra ke lebih banyak e-commerce seperti Lazada dan Shopee. Dia juga berharap usahanya ini menjangkau semakin luas khususnya kawasan Jabodetabek.

Sementara itu, Anisa Safitri (25) juga menggeluti usaha ini selama 2 tahun. Baginya, usaha ini semakin berkembang di masyarakat Indonesia, terutama di momen besar seperti Lebaran dan hari besar lainnya. Wanita berkelahiran Bandung itu mengatakan, keuntungan yang dia peroleh bisa mencapai 2 kali lipat jika menjelang lebaran.

Sebab, banyak konsumen yang akan memesan hampersnya untuk perayaan Lebaran. “Untuk hampers yang saya buat yakni aneka makanan seperti brownies, pasta, dan kue kering. Itu semua dipatok dari harga Rp40 000 hingga Rp150 000 tergantung dari ukuran dan jenis makanannya” tuturnya.

Anisa berkata, tantangan yang dihadapi selama menjalani usaha ini adalah persaingan yang cukup ketat. Sering kali dia harus memutar otak agar bisnis yang dia jalani bisa terus berkembang, Anisa sering mengadakan promo selama bulan puasa ini agar bisnis hampernya bisa mengalami kenaikan omzet yang signifikan. 

Baca juga: 6 Ide Hampers Hantaran Lebaran 2024, Kue sampai Alat Ibadah

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Jasa Rental Mobil Kian Ramai Dicari Pemudik Jelang Lebaran

BERIKUTNYA

Menjaring Cuan Bisnis Custom Casing HP, Digemari Generasi Muda untuk Tampil Beda

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: