(JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti) PERINGATI HARI FILM NASIONAL 2024 Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56 Marcella Zalianty memberikan sambutan saat acara Hari Film Nasional 2024 di Jakarta, Sabtu (30/3/2024). 

Aktor Masih Tergolong Buruh, PARFI Dorong UU Ketenagakerjaan Aktor

30 March 2024   |   15:47 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Kesejahteraan aktor menjadi salah satu isu penting yang menguat dalam industri perfilman nasional saat ini. Sebab, status aktor sebagai pekerja seni dianggap masih belum mendapatkan perlindungan yang semestinya, bahkan statusnya belum dianggap sebagai profesi profesional.

Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Marcella Zalianty mengatakan saat ini masih ada sebagian aktor yang kondisinya kesejahteraannya memprihatinkan. Padahal, peran aktor dalam ekosistem sangat vital, tetapi perlindungan terhadap kerja-kerja keseniannya belum terlalu diperhatikan.

Kesejahteraan yang dimaksud bukanlah perihal finansial semata. Namun, ini juga terkait dengan perlindungan kerja maupun hari tua bagi para aktor yang sekarang masih dianggap jauh panggang dari api. 

Baca juga: Tokoh Perfilman Indonesia Paling Berpengaruh: Usmar Ismail hingga Ratna Asmara

Marcella lalu mencontohkan kehidupan aktor senior yang seolah dilupakan begitu saja di hari tuanya. Ketika mereka sakit, untuk sekadar berobat pun masih ada kasus yang mengalami kesulitan. Tentu fenomena miris seperti ini tak boleh terjadi lagi di masa depan.

"Seiring dengan pertumbuhan industri perfilman yang makin baik, kami ingin bukan hanya filmnya saja yang sukses, melainkan pekerjanya (termasuk aktor, Red) juga sejahtera," ujar Marcella dalam konferensi pers Hari Film Nasional yang digelar Parfi di Jakarta, Sabtu (30/3/2024).
 

Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Marcella Zalianty

Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56 Marcella Zalianty memberikan penghargaan saat acara Hari Film Nasional 2024 di Jakarta, Sabtu (30/3/2024). (JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti)


Menurut Marcella, salah satu penyebab masih terjadinya kerentanan bagi aktor adalah karena belum ada undang-undang yang mengatur tersebut. Marcella menyebut keberadaan aktor, menurut UU Nomor 33/2009 tentang Perfilman saat ini masih dianggap sebagai buruh, bukan profesi profesional.

Dirinya pun mendorong agar ke depan akan lahir undang-undang yang bisa mengatur soal kesejahteraan aktor, termasuk soal statusnya sebagai profesi profesional. Dengan demikian, berbagai permasalahan yang saat ini dihadapi oleh aktor pelan-pelan bisa terselesaikan.

Sementara itu, Menparekraf Sandiaga Uno sepakat kalau keberadaan aktor dalam industri perfilman sangatlah penting. Oleh karena itu, penting pula untuk memastikan kesejahteraan para pekerja seni tersebut, baik saat masih aktif maupun setelah pensiun.

Terkait dengan permasalahan aktor senior yang telah pensiun dan kesulitan berobat, Sandi menyarankan agar perlindungan tersebut juga menggunakan BPJS. Dengan demikian, biaya pengobatan yang mungkin terjadi di masa depan bisa tercover oleh sistem BPJS. Harapannya para aktor tidak lagi mengalami kesulitan bahkan hanya untuk berobat.

Meskipun demikian, kesejahteraan aktor memang jadi isu kompleks yang mesti dilihat luas. Sandi kerap mendapat curhat dari sejumlah pelaku film yang mengabarkan beberapa aktor atau stuntman tidak mendapatkan keselamatan kerja yang layak di lapangan. Tentu ini perlu juga disorot.

Sandi pun berjanji kementeriannya akan membantu dalam hal regulasi untuk mengatur elemen-elemen tersebut. Harapannya ke depan para aktor tidak mengalami beban atau permasalahan keselamatan kerja dan kesejahteraan lagi.

"Nanti peraturan perundang-undangannya ada di Kemnaker. Namun, kami bantu sebagai kementerian yang menaungi subsektor film," terangnya. 

Baca juga: 10 Film Indonesia Paling Laris Sepanjang Masa, Cocok Ditonton saat Perayaan Hari Film Nasional

Sandi bahkan memandang positif terhadap upaya-upaya ini. Sebab, semua kementerian tentu punya pandangan yang sama untuk sektor perfilman ini. Sekarang yang dilakukan hanyalah mendorong agenda ini dan mengawal komitmen stakeholder terkait sampai goal.


Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Begini Skenario Pemerintah Memperkuat Ekosistem Perfilman Indonesia

BERIKUTNYA

Ghea Resort by Amanda Janna Eksplorasi Motif Kain Gringsing khas Bali di IFW 2024

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: