Cince-concert Samsara (Sumber gambar: Instagram/film.samsara)

Fakta Menarik Film Samsara Garin Nugroho yang Bakal Tayang di Singapura

18 March 2024   |   18:59 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Sutradara senior Garin Nugroho bakal kembali menyuguhkan karya terbarunya bertajuk Samsara. Dalam karya anyar ini, Garin akan mengeksplorasi konsep cine-concert untuk menampilkan pertunjukan sinematik dengan cerita yang mengambil latar belakang Bali era 1930-an tersebut.

Di arahan Garin Nugroho yang visioner dan tim kreatifnya, Samsara dijanjikan akan memberikan pengalaman sinematik yang berani dan mengesankan, dengan menyatukan bentuk seni, nuansa, tradisi Indonesia masa lalu dan masa kini.

Baca juga: Garin Nugroho Gaet Ario Bayu Untuk Pertunjukan Cine-Concert Samsara di Singapura 10 Mei 2024

Pertunjukan Samsara diproduksi oleh Cineria Films, Garin Workshop, dan Lynx Films, yang bekerja sama dengan Esplanade-Theatres on the Bay Singapura dan Silurbarong.co, serta didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Samsara akan dipentaskan di Esplanade Concert Hall Singapura pada 10 Mei 2024. Tiket dijual dengan kisaran harga 28–70 Dolar Singapura atau sekitar Rp350.000–Rp800.000. 

Sembari menunggu pertunjukan berlangsung, berikut adalah beberapa fakta menarik dari film Samsara


1. Eksplorasi Baru Cine Concert Ala Garin

Samsara akan jadi pertunjukan kedua cine-concert dari sutradara Garin Nugroho. Seperti namanya, cine-concert adalah sebuah pertunjukan yang akan menggabungkan film dengan konser musik dalam satu pagelaran yang sama.

Sebelumnya, Garin pernah membuat karya dengan konsep serupa pada Setan Jawa, yang juga dipentaskan secara internasional di Esplanade. Di pertunjukan Samsara ini, Garin kembali mengeksplorasi kesenian ini dengan menampilkan film hitam putih tanpa suara (film bisu). Nantinya, suara tetap ada dalam balutan musik live yang megah.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by SAMSARA (@film.samsara)


2. Cerita yang Kompleks

Samsara adalah film bisu hitam putih yang mengambil latar belakang Bali era 1930-an. Pertunjukan ini akan mengikuti kisah seorang pria dari keluarga miskin yang ditolak oleh orang tua kaya dari wanita yang dicintainya.

Alih-alih menyerah, pria ini malah melakukan tawar-menawar dengan Raja Kera untuk mempraktikkan ritual gelap demi mendapatkan kekayaan. Namun, dalam prosesnya, dia mengutuk istri dan anaknya hingga menderita.

Berakar dari mistisisme Indonesia, kisah klasik ini adalah narasi universal tentang rasa lapar yang tak terpuaskan untuk menjadi diri sendiri dan batasan-batasan yang siap dilampaui untuk mewujudkan hal apa pun.


3. Terinspirasi dari Film Klasik Jerman dan Wayang Kulit

Cine-concert Samsara terinspirasi dari lintas kebudayaan berbeda. Garin diketahui telah lama terinspirasi dan menyukai film-film kasik Jerman era 1920-an. Pengalaman ini kemudian menuntunnya untuk menggali tradisi lokal. Dalam pembuatan ceritanya, Garin juga terinspirasi dari kisah-kisah kesenian tradisional Indonesia, seperti wayang kulit.


4. Padukan Musik Tradisional dan Elektronik

Film bisu Samsara akan berpadu dengan live music dengan beragam warna. Mulai dari musik tradisional, seperti gamelan hingga musik elektronik yang modern. Dalam pertunjukannya, nantinya juga akan ditampilkan seni tari tradisional, topeng, wayang kulit, dan elemen tradisional Bali lain.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by SAMSARA (@film.samsara)


5. Dipentaskan Ario Bayu dan Juliet Widyasari Burnett

Samsara akan dipentaskan oleh aktor Ario Bayu dan penari keturunan Indonesia-Australia Juliet Widyasari Burnett. Ario Bayu adalah salah satu aktor film Indonesia ternama yang karyanya berkisar dari produksi film Indonesia hingga Hollywood.

Adapun Juliet Widyasari Burnett adalah salah satu penari paling terkenal di Australia setelah bertahun-tahun di The Australian Ballet. Pada tahun 2016, dia pindah ke Eropa untuk mengambil peran sebagai penari dengan Opera Ballet Vlaanderen di Belgia. Dia dikenal berkat kerap mengeksplorasi perpaduan antara tari dan seni Jawa dengan bentuk klasik dan kontemporer Barat,

Keduanya akan beradu peran dengan sejumlah seniman dan penari ternama Indonesia, di antaranya Gus Bang Sada, Siko Setyanto, Maestro tari I Ketut Arini, Cok Sawitri, Aryani Willems, dan penari-penari dari Komunitas Bumi Bajra di Bali.


6. Didukung Tim Produksi Ternama

Cine-concert ini akan diproduseri oleh Gita Fara dan Aldo Swastia dengan executive producer Ario Bayu dan Rob O’Hare serta Jala Adolphus sebagai supervising producer. Koreografernya akan dipimpin oleh Ida Ayu Wayan Arya Satyani dengan Retno Ratih Damayanti sebagai kostum desainer.

Production designer ditangani oleh Vida Sylvia dengan Batara Goempar sebagai sinematografer. Adapaun stage designer dipegang oleh Iskandar Loedin, sound recordist and designer oleh Trisno, editor oleh Beck, co-producers oleh Rai Pendet, Batara Goempar, dan line Producer oleh Ineke Bajalaras.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Akankah Andrea Kimi Antonelli Jadi Penerus Lewis Hamilton di Tim F1 Mercedes?

BERIKUTNYA

5 Fakta Snapdragon 8s Gen 3, Chipset Baru Buatan Qualcomm

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: