Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol di Jakarta, Rabu (12/4). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Abdurachman)

Cek Jadwal Rekayasa Lalu Lintas Saat Mudik, Biar Enggak Kena Macet

15 March 2024   |   21:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Menjelang masa mudik Lebaran 2024, sejumlah masyarakat pun sudah mulai bersiap-siap untuk pulang ke kampung. Memilih tanggal dan jam kepulangan merupakan hal yang penting sebelum memutuskan untuk mudik pada tahun ini sehingga terhindar dari potensi macet.

Sebab, Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan masyarakat secara nasional berpotensi mencapai 71,7 persen dari jumlah penduduk Indonesia, atau sebanyak 193,6 juta orang. Angka ini meningkat pesat dibanding potensi pergerakan pada masa Lebaran 2023 yakni 123,8 juta orang.


Baca juga: Pendaftaran Mudik Gratis Kapal Laut Kemenhub Dibuka, Cek Cara Daftar dan Persyaratannya!

Oleh karena itu, memilih tanggal dan jam lebih dahulu dibanding musim mudik dan menghindari puncak arus mudik akan membantu masyarakat terhindar dari potensi macet saat mudik. Selain itu, untuk mengurai potensi kemacetan, pemerintah melalui Polri juga akan melakukan serangkaian rekayasa lalu lintas.

Setidaknya, ada tiga skema besar yang akan dilakukan Polri. Kebijakan rekayasa lalu lintas ini juga telah dituangkan ke dalam surat keputusan bersama (SKB) dengan berbagai stakeholder. Nantinya, pola yang akan dipakai ialah sistem contraflow, one way, dan pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga.
 

Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol di Jakarta, Rabu (12/4).  (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Abdurachman)

Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol di Jakarta, Rabu (12/4). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Abdurachman)


Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengalihan arus lalu lintas bersifat situasional dan dijadwalkan mulai pada 5 April 2024. Skema contraflow akan diberlakukan mulai dari KM 36.

Kemudian, untuk sistem one way, Polri akan menerapkannya mulai dari KM 72 Tol Cipali hingga KM 414 Tol Kalikangkung. Trunoyudo menyebut dua skema ini akan menjadi strategi utama untuk Polri merekayasa lalu lintas.

Jika dua skenario gagal, ada satu lagi skema yang mungkin akan diterapkan, yakni aturan ganjil-genap. Namun, khusus pemberlakuan rekayasa lalu lintas ganjil-genap pada mudik Lebaran, bakal diterapkan secara situasional.

Lebih lanjut, Trunoyudo menyebutkan bahwa pemberlakuan rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil analisa dan evaluasi tahun lalu.

Saat ini, Korlantas Polri juga terus berkolaborasi dengan Kementerian PUPR, Kemenhub, Jasa Raharja, PT ASDP Indonesia Fery, dan stakeholder terkait untuk mengurai potensi kemacetan yang ada. Selain itu, Operasi Ketupat 2024 juga masih akan tetap digalakkan.

Trunoyudo mengimbau agar masyarakat yang ingin mudik sebisa mungkin tidak menggunakan sepeda motor. Sebab, tahun ini pemudik Lebaran diprediksi akan meningkat 5 persen hingga 6 persen dibanding tahun lalu.

Sepeda motor, lanjutnya, bukanlah kendaraan yang ideal untuk mudik. Hal ini karena potensi kecelakan di jalan cukup tinggi. Namun, bagi masyarakat yang ingin tetap menggunakan sepeda motor, Trunoyudo menyarankan untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan tubuh, perlengkapan, dan kendaraan sejak dini.

Dirinya juga menyarankan pemudik untuk menghindari membawa barang yang berlebihan dan tidak berboncengan lebih dari satu penumpang. Sebab, hal itu bisa membahayakan diri sendiri maupun pemudik lain.

“Kami sudah sampaikan sekitar tanggal 5 April 2024 (puncak arus mudik, Red). Namun, demikian, hasil analisa dan evaluasi sementara ini akan dilakukan rapat dengan stakeholder terkait nanti kita akan sampaikan terkait dengan puncak itu,” ungkapnya, dikutip Hypeabis.id, dari laman Polri, Jumat (15/3/2024).
 

Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol di Jakarta, Rabu (12/4).  (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Abdurachman)

Sejumlah kendaraan melintas di ruas tol di Jakarta, Rabu (12/4). (Sumber gambar: JIBI/Bisnis/Abdurachman)


Tren Mudik

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan berdasarkan hasil survei yang dilakukannya, ada sejumlah prediksi tren mudik yang terjadi tahun ini. Dalam survei tersebut, daerah asal perjalanan terbanyak datang dari Jawa Timur sebesar 16,2 persen atau 31,3 juta orang.

Lalu, disusul Jabodetabek sebesar 14,7% (28,43 juta orang), dan Jawa Tengah sebesar 13,5% (26,11 juta orang). Sementara itu, lanjut Menhub, untuk daerah tujuan terbanyak, yaitu Jawa Tengah sebesar 31,8% (61,6 juta orang), Jawa Timur sebesar 19,4% (37,6 juta orang), dan Jawa Barat sebesar 16,6% (32,1 juta orang).

Adapun minat masyarakat terhadap pemilihan penggunaan angkutan untuk mudik lebaran terbanyak adalah kereta api sebesar 20,3% (39,32 juta), bus 19,4% (37,51 juta), mobil pribadi 18,3% (35,42 juta), dan sepeda motor sebesar 16,07% (31,12 juta).

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Seluk-beluk 6 Online Travel Agent yang Terancam Diblokir di Indonesia 

BERIKUTNYA

Film Monkey Man Bakal Tayang di Indonesia, Kisahkan Pertentangan Kelas Berlatar Budaya India

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: