Galeri Nasional adalah salah satu museum di bawah pengelolaan Indonesia Heritage Agency. (Sumber gambar: Jakarta Tourism)

Upaya Indonesia Heritage Agency Melakukan Reimajinasi & Transformasi Cagar Budaya

15 March 2024   |   09:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Pengelolaan sejumlah museum di Indonesia kini berjalan di bawah naungan Museum dan Cagar Budaya atau Indonesia Heritage Agency (IHA). Melalui badan layanan umum yang dibentuk oleh Kemendikbudristek ini, pemerintah mengupayakan reimajinasi sekaligus transformasi sejumlah museum di dalam negeri.
 
Kepala BLU Museum dan Cagar Budaya (MCB), Ahmad Mahendra, menyatakan IHA berkomitmen mengelola museum dan ruang publik untuk meningkatkan apresiasi publik. Upaya ini, katanya, mencerminkan tanggung jawab dan peluang IHA dalam menjaga nilai sejarah dan budaya, dengan tujuan membangun fondasi budaya yang kuat untuk masa depan Indonesia.
 
Guna mewujudkan hal itu, Mahendra menuturkan pihaknya akan melakukan transformasi sekaligus reimajinasi menyeluruh dalam mengelola ruang publik di museum dan cagar budaya. Hal tersebut mencakup narasi, lokasi, peninggalan, tata letak pameran, termasuk program-program yang akan diadakan. 
 
"Transformasi ini diarahkan untuk lebih dari sekadar pemeliharaan artefak, ini tentang reimajinasi museum dan situs warisan sebagai ruang komunal di mana pengalaman dapat dibagi dan narasi sejarah serta warisan budaya Indonesia dapat diperkaya dan diperluas," jelasnya.

Baca juga: Reaktivasi & Branding Jadi Kunci Cagar Budaya Makin Disukai Anak Muda
 
Lebih lanjut, Mahendra menjelaskan bahwa upaya reimajinasi warisan budaya melibatkan tiga aspek utama yakni reprogramming, redesigning, dan reinvigorating
 
Reprogramming berfokus pada pembaruan kuratorial dan koleksi untuk mengubah narasi besar yang disampaikan oleh museum dan situs warisan. Redesigning bertujuan untuk merenovasi bangunan dan ruang agar tidak hanya estetis tetapi juga aman dan nyaman, mematuhi standar keselamatan untuk melindungi koleksi berharga, serta meningkatkan pengalaman pengunjung. 
 
Adapun, reinvigorating berfokus pada penguatan kelembagaan melalui profesionalisme dan peningkatan kompetensi individu, serta memastikan bahwa setiap aspek pengelolaan museum dan situs warisan berjalan dengan standar tertinggi.
 

Galeri Nasional adalah salah satu museum di bawah pengelolaan Indonesia Heritage Agency. (Sumber gambar: situs resmi Galeri Nasional)

Museum Nasional adalah salah satu museum di bawah pengelolaan Indonesia Heritage Agency. (Sumber gambar: situs resmi Museum Nasional)

Untuk mewujudkan visi reimajinasi ini, Mahendra menjabarkan dalam tahapan reprogramming telah dilakukan pemaknaan yang menyeluruh dari sisi narasi yang dapat disampaikan oleh masing-masing museum, baik dari sisi lokasi, peninggalannya, tata pamer hingga programnya.

Hasilnya, saat ini, IHA telah mengklasifikasikan unit museum yang berada di bawah pengelolaannya menjadi lima klasifikasi museum sebagai berikut.
 

1. Museum Prasejarah

Menyimpan fosil manusia, artefak, dan fosil fauna dari zaman prasejarah, seperti fosil manusia purba Homo erectus dari Jawa, Homo sapiens awal, fosil gajah purba kerdil (Stegodon pygmy semedonensis), artefak batu, artefak tulang, dan artefak logam.
 
Koleksi tersebut dapat ditemukan di berbagai lokasi di dalam Kawasan Sangiran, Semedo, dan Song Terus. Museum-museum ini mengangkat kisah mengenai kehidupan masa prasejarah di Indonesia dan memberikan wawasan tentang peradaban awal Nusantara. 
 

2. Museum Sejarah Nasional

Jenis museum ini menampilkan perjalanan sejarah bangsa Indonesia, mulai dari semangat kebangkitan nasional di Gedung Museum Kebangkitan Nasional, dan perjuangan pemuda di Museum Sumpah Pemuda.
 
Selain itu, berkaitan juga dengan perumusan naskah proklamasi kemerdekaan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia di Museum Perjuangan dan Museum Benteng Vredeburg di D.I. Yogyakarta. Museum ini menghubungkan benang merah sejarah bangsa Indonesia melalui perjuangannya melawan kolonialisme.
 

Galeri Nasional adalah salah satu museum di bawah pengelolaan Indonesia Heritage Agency. (Sumber gambar: situs resmi Galeri Nasional)

Museum Basoeki Abdullah adalah salah satu museum di bawah pengelolaan Indonesia Heritage Agency. (Sumber gambar: Kemdikbud)

3. Museum dan Galeri Seni

Galeri Nasional Indonesia, Museum Batik Indonesia dan Museum Basoeki Abdullah, klasifikasi ini difokuskan pada ruang inspirasi seni untuk publik. Dengan berbagai program dan kegiatan kolaborasi, museum-museum ini berupaya melestarikan dan mengedukasi tentang warisan budaya nusantara melalui seni.
 

4. Museum Tokoh Bangsa

Jenis museum ini mendedikasikan koleksinya untuk memperingati tokoh-tokoh penting dalam sejarah Indonesia, seperti Museum Kepresidenan RI Balai Kirti dan Museum Islam Indonesia K.H. Hasyim Asy’ari. Museum-museum ini mengingatkan pengunjung akan pentingnya memahami sejarah melalui peran individu-individu yang telah membentuk bangsa.
 

5. Museum Representasi dan Etalase Budaya Nusantara

Kategori museum ini menjadi etalase utama dari kekayaan dan keberagaman budaya bangsa Indonesia serta sejarah peradaban Nusantara, seperti Museum Nasional Indonesia. Museum tersebut berdiri sebagai "rumah" dari ribuan artefak bersejarah dari berbagai era di Nusantara, mewakili budaya dan warisan bangsa Indonesia secara keseluruhan. 
 
Ketua Tim Kuratorial dan Pameran, Indonesian Heritage Agency, Zamrud Setya Negara, mengatakan setiap klasifikasi museum tersebut membawa misi khusus dalam mengedukasi dan menginspirasi publik mengenai kekayaan sejarah dan budaya Indonesia.

Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan visi IHA untuk mereimajinasikan museum dan cagar budaya sebagai ruang komunal yang dinamis dan interaktif bagi pengunjung.
 
Zamrud menambahkan sebagai upaya menuju masa depan yang inklusif dan berkelanjutan, IHA menetapkan standar baru dalam pelestarian warisan budaya. Visi dan komitmen untuk menginspirasi generasi mendatang, paparnya, telah mengubah museum dan situs warisan menjadi ruang komunal yang interaktif dan dinamis.
 
"Pendekatan reprogramming, redesigning, dan reinvigorating akan memperkaya pengalaman publik, memastikan kekayaan budaya Indonesia tetap relevan dan berkembang," tambahnya.
 
Untuk diketahui, Badan Layanan Umum Museum dan Cagar Budaya atau Indonesian Heritage Agency (IHA) merupakan badan layanan umum museum dan cagar budaya di bawah naungan Kemendikbudristek. Lembaga ini bertanggung jawab atas pengelolaan 18  museum dan galeri serta 34 situs cagar budaya nasional di Indonesia.
 
Terbentuk pada 2022 dan diresmikan menjadi badan layanan umum per 1 September 2023, IHA mempunyai visi menjadi institusi yang bersifat kolaboratif dan mendorong daya cipta, perubahan sosial, serta pembangunan masyarakat yang berbudaya.
 
IHA mengedepankan peningkatan pelayanan yang berbasis perlindungan sebagai prioritas utama, dengan merangkul kreativitas dan mengusung semangat kolaborasi yang inklusif. "IHA secara kolektif berkontribusi untuk membuka wawasan apresiasi mendalam terhadap warisan budaya Indonesia yang beragam," kata Mahendra.
 
Baca juga: Hypereport: Kerja Berat Melestarikan Bangunan Cagar Budaya

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

4 Rekomendasi Pasar Ramadan yang Populer di Indonesia

BERIKUTNYA

3 Tip Praktis Menyiapkan Hidangan Sahur & Buka Puasa

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: