KRL di Stasiun Karet (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Yudi Supriyanto)

Ada Aturan Khusus di KRL Selama Ramadan, Anker Wajib Tahu

11 March 2024   |   17:44 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Anak kereta tidak perlu khawatir terlambat berbuka puasa saat sedang menggunakan moda transportasi kereta rel listrik (KRL). Pasalnya, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai operator KRL akan memberlakukan aturan khusus kepada pengguna moda transportasi itu selama Ramadan 1445 Hijriah. 

Anne Purba, Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), mengatakan bahwa Genhype akan diperbolehkan untuk membatalkan puasa dengan makanan dan minuman ringan di dalam kereta selama satu jam setelah waktu buka puasa. "Petugas juga akan menginformasikan waktu untuk berbuka puasa baik di dalam perjalanan maupun di area stasiun,” katanya.

Dia menjelaskan, manajemen mengimbau para pengguna KRL berbuka dengan makanan dan minuman ringan secara tidak berlebihan saat berbuka di dalam kereta. Tidak hanya itu, dia juga meminta pengguna untuk tidak makan dan minum yang berbau menyengat demi kenyamanan bersama. 

Baca juga: Masih Ada Kuota, Cek Cara Pesan Tiket Kereta Api Periode Lebaran 2024

Selain itu, perusahaan juga menyediakan fasilitas water station atau dispenser air minum gratis yang bisa dinikmati oleh seluruh pengguna moda transportasi berbasis rel tersebut. Saat ini, fasilitas itu tersedia di Stasiun Juanda, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Manggarai, Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Bekasi. 

Dengan keberadaan water station, pengguna KRL dapat memanfaatkannya untuk mengisi ulang air minum dengan menggunakan botol minum sendiri. Perusahaan juga mengimbau masyarakat tetap disiplin dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan saat berbuka puasa. Jadi, dia meminta pengguna KRL tidak membuang sampah secara sembarangan dalam kereta atau area stasiun.

“KAI Commuter juga mengajak para pengguna commuter line untuk senantiasa menjalankan aturan dan syarat naik commuter line yang sudah ditetapkan agar perjalanan agar bisa lebih aman, sehat, dan nyaman,” katanya.

Dia menambahkan bahwa operasional pelayanan perjalanan commuter line Jabodetabek dan Yogyakarta–Solo tetap berjalan normal selama Ramadan. Di Jabodetabek, KCI mengoperasikan 1.061 perjalanan setiap hari dari mulai pukul 04.00 WIB sampai 24.00 WIB.

Sementara itu, kereta commuter line Bandara Soekarno–Hatta mencapai 56 perjalanan setiap hari. Sedangkan commuter line Yogyakarta–Palur mencapai 24 perjalanan setiap hari dan Prameks 8 perjalanan.

“Hindari pemberangkatan di jam-jam sibuk pagi dan sore hari, gunakan aplikasi C-Access untuk mendapatkan info jadwal perjalanan, kepadatan di stasiun, serta posisi commuter line yang akan dinaiki secara real time,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada saat ini, commuter line merupakan sarana transportasi umum yang sering kali menjadi pilihan masyarakat. Di Jabodetabek, masyarakat di sekitar Jakarta kerap menggunakan untuk melakukan aktivitas pergi ke tempat kerja setiap hari.

Pengguna KRL Jabodetabek mencapai 900.000–950.000 orang setiap hari. Sepanjang 2023, lebih dari 331 juta orang telah menggunakan moda transportasi berbasis rel commuter line secara keseluruhan. Jumlah itu lebih tinggi 38 persen jika dibandingkan dengan 2022.

Dari total itu, sebanyak 290,89 juta berasal dari KRL Jabodetabek. Sementara itu, 6,45 juta lainnya datang dari commuter line Yogyakarta. Commuter line Merak menyumbang 3,6 juta penumpang. Adapun, commuter line Bandung, Prameks, Surabaya, dan Bandara Soekarno–Hatta masing-masing mencapai 14,72 juta, 882.046, 13,36 juta, dan 1,97 juta orang.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Melihat Tantangan & Peluang Label Musik pada Era Serba Digital

BERIKUTNYA

8 Kostum Terbaik Selebritas di Red Carpet Oscar 2024, Ariana Grande hingga Zendaya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: