Ilustrasi VTuber. (Sumber gambar : Freepik/Gstudioimagen1)

Agensi Ungkap Peluang Cuan Bisnis VTuber

11 March 2024   |   14:03 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Eksistensi VTuber berkembang pesat di tengah pertumbuhan industri animasi, esports, dan kemajuan teknologi yang membuat setiap pelaku kreatif dan pembuat konten bisa bereksplorasi. Sektor bisnis yang menawarkan persona virtual sangat nyata dan menawan ini terbilang cukup menjanjikan.

Berdasarkan laporan Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia 2023/2024, pasar VTuber global diprediksi mencapai US$2,188 juta dan akan menyentuh angka US$12,265 juta pada 2028 dengan CAGR 35,03 persen selama tahun perkiraan. 

Potensi yang menjanjikan ini membuat para agensi VTuber mengatur strategi. Salah satunya Digikagi yang menargetkan mencetak 200 VTuber mulai tahun ini hingga beberapa tahun mendatang. 

Baca juga: Cek Keunikan Parasocial, Game Terbaru Chilla’s Art Tentang Sisi Gelap Streamer & Vtuber

Menurut CEO Digikagi Nico Alyus, Indonesia memiliki kelebihan market yang luar biasa dalam sektor VTuber. Banyak agensi dari Jepang menyasar pasar Tanah Air sebelum go global. “Karena saking percayanya bahwa market Indonesia ini sangat pesat pertumbuhannya,” ujarnya saat berbincang dengan Hypeabis.id beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, dia cukup yakin bahwa produk-produk yang nantinya dihasilkan oleh agensi VTuber lokal akan makin beragam ke depannya. Kondisi ini pun membuka peluang bagi pekerja kreatif seperti editor, voice over talent, hingga animator.

Bisnisnya pun bisa berkembang, terutama dari sisi intelektual properti (IP). Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk membangun sebuah industri IP di Indonesia. “Tapi dengan membangun VTuber, itu adalah salah satu langkah yang bisa kita ambil,” imbuhnya.

Nico menerangkan para VTuber mempunyai peluang untuk mengenalkan personality dan konsep sebuah karakter. Bagi orang yang sebelumnya skeptis terhadap komik dan animasi, bisa melihat IP yang dibawakan VTuber merupakan sebuah karya.

Digikagi katanya terus menjalankan strategi agar semakin banyak orang  yang menghargai dan menyukai karya virtual ini. Salah satunya dengan melibatkan para talenta VTuber dalam ragam acara. Seperti pada gelaran event G3 Arena eSports Tournament 2024.

“Berada di G2 Arena akan memberikan kesempatan untuk reach out ke market yang lebih besar lagi, yaitu market-market offline,” tutur Nico.

Kolaborasi menjadi kata kunci, bukan hanya sesama VTuber tetapi dengan kreator konten nyata. Bahkan kolaborasi bisa dilakukan dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk sama-sama membangun branding dan eksistensi di pasar.

Bicara tantangan menjalankan bisnis VTuber, modal bukan menjadi persoalan buat mereka yang ingin bergabung. Bahkan dia menyebut bisa tanpa modal, dalam artian tidak sedikit dari para VTuber menggambar karakter mereka sendiri.

Semua bisa dikompromikan. Digikagi pun berprinsip tidak memulai dengan sesuatu yang terlalu bombastis. Oleh karena itu, bagi yang ingin bergabung menjadi VTuber di Digikagi, bisa langsung mendaftar.
 
Kendati demikian, para talent harus memiliki karakter yang kuat dan mampu membawakan personality yang baik. Pasalnya, karakter yang diterima oleh pasar itu 50 persen karena tampilan yang bagus dan 50 persen lainnya karena interaksi yang dihasilkan itu seru.
 
Sementara itu, Nico menyebut Digikagi juga bisa mengerjakan pembuatan VTuber mulai dari level sederhana sampai kompleks. Untuk pembuatan karakter sederhana, modal yang diperlukan kata Nico mulai dari jutaan sampai puluhan juta. Kendati demikian, angka tersebut masih di luar dari audisi dan training karakter. 
 
Marketing Advisor MAHA5 Kosuke Ide menilai di Indonesia setiap bulannya hampir selalu ada VTuber baru yang debut baik dari agensi maupun secara mandiri (indie). Dalam 2 tahun terakhir, VTuber pun sudah diakui setara dengan key opinion leader (KOL) atau brand ambassador.
 
Masyarakat pun semakin familiar dengan para VTuber sehingga memudahkan divisi pemasaran MAHA5 untuk 'menjual' YouTuber virtual ini ke brand. Alhasil bisnis mereka mengalami pertumbuhan dalam 2 tahun terakhir dibandingkan awal-awal mendirikan agensi ini pada 2019.
"Kami pikir akan terus tumbuh seiringnya brand mulai melirik dan menggunakan VTuber sebagai KOL atau brand ambassador mereka," ujarnya.
 
MAHA5, katanya, terus berusaha meningkatkan kemampuan talenta VTubernya. Menurut Kosuke, para talenta harus terus mengasah kreativitas dan terus update pada konten-konten yang sedang trending, serta menerapkannya ke dalam konten. "Jika lengah sedikit, posisi kami bisa tergantikan oleh VTuber agency lainnya yang juga tidak kalah bagus," tambahnya. 

Baca juga: Suika Game, Permainan Menumpuk Buah yang Lagi Ramai di Kalangan Vtuber
 
Saat ini, MAHA5 memiliki 12 VTuber. Biasanya, mereka melakukan proses audisi dari penjaringan melalui sosial media dan komunitas. Setelah itu, talenta akan ada penjaringan hingga akhirnya mendapatkan talent yang sesuai. Kemudian, manajemen akan berdiskusi untuk membuat livery karakter mereka sesuai dengan keinginan dari talent yang lolos audisi. 

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

Hypereport: Musik Pop & Kreativitas Musisi Muda Meraih Sorotan di Belantika Musik Digital

BERIKUTNYA

8 Fakta Menarik Oscar 2024, Penampilan Ryan Gosling hingga Kembalinya Ariana Grande

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: