Ilustrasi bermain game (Sumber gambar: Unsplah/ Onur Binay)

Digugat Nintendo Terkait Isu Pembajakan, Emulator Yuzu & Citra Disuntik Mati

06 March 2024   |   11:06 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Emulator Yuzu dan Citra hari ini disuntik mati imbas gugatan Nintendo yang mulai memanas dalam satu minggu terakhir. Matinya dua emulator populer tersebut juga dibarengi dengan denda cukup besar yang harus dibayarkan keduanya, yakni sekitar US$2,4 juta.

Kemunculan emulator dalam dunia game memang kerap jadi perbincangan panjang. Emulator adalah perangkat lunak yang memungkinkan pengguna menjalankan suatu program yang awalnya dibuat khusus pada sistem tertentu, menjadi dapat dijalankan sistem komputer berbeda. 

Keberadaan emulator kerap dianggap memudahkan gamer yang ingin memainkan gim konsol di dalam perangkat PC atau laptop. Namun, hal tersebut juga kerap dikaitkan dengan pembajakan. 

Baca juga: Game-game Paling Laris di Semua Konsol Nintendo, dari NES sampai Switch 
 

Hal tersebut yang juga mendasari tuntutan hukum Nintendo terhadap dua emulator populer, Yuzu dan Citra. Nintendo menganggap ada korelasi pembajakan yang dilakukan kedua emulator terhadap beberapa gimnya. 

Platform Yuzu dan Citra dianggap memfasilitasi proses pembajakan tersebut. Meski kabar terakhir kedua belah pihak berencana membawa masalah ini ke meja hijau, tetapi saat ini justru penyelesaian tampak telah dilakukan di belakang layar.

Selain membayar denda, dua emulator ini juga tidak diperkenankan mengoperasionalkan lagi layanannya. Penyelesaian di belakang layar ini tampaknya telah dimenangkan oleh Nintendo. 

Dalam pernyataan resminya, tim dari Yuzu mengaku sangat menyayangkan bahwa program mereka disalahgunakan dan berujung pada isu pembajakan. Menurut mereka, niat Yuzu pada mulanya adalah hal yang baik.

Program mereka berawal dari rasa cinta kepada Nintendo dan konsol perusahaan, tanpa ada upaya untuk menghasilkan hal-hal negatif. Namun, karena ada bukti program buatannya mampu menembus sistem proteksi Nintendo dan membuat gim Switch dimainkan di luar perangkat seharusnya, isu pembajakan pun mulai bergaung.

Tim Yuzu mengaku sangat kecewa khususnya untuk para user yang menggunakan program mereka untuk membocorkan game yang belum dirilis. Hal tersebut diakui telah merusak pengalaman pemain yang membelinya secara legal.

"Yuzu dan timnya selalu menentang pembajakan. Namun, secara khusus kami sangat kecewa ketika pengguna memakai perangkat lunak kami untuk membocorkan konten game sebelum dirilis serta merusak pengalaman pembeli dan penggemar yang sah," tulis Yuzu dalam pernyataan resminya, dikutip Hypeabis.id, Rabu (6/3/2024).
 

Pihaknya akhirnya mengambil keputusan bahwa tidak lagi dapat terus membiarkan hal ini terjadi. Pembajakan tidak pernah menjadi niat nya, tetapi pihaknya percaya bahwa pembajakan video game dan konsol video game harus diakhiri.

Mulai hari ini, Yuzu akan menghentikan repositori kodenya secara offline, menghentikan akun Patreon dan server Discord, serta segera menutup situs web. Pihaknya berharap tindakan ini akan menjadi langkah kecil untuk mengakhiri pembajakan atas karya semua pencipta.

"Terima kasih atas dukungan Anda selama bertahun-tahun dan memahami keputusan kami," imbuhnya. 

Baca juga: 8 Aksesoris Nintendo Switch yang Paling Diburu Tahun 2024

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Ariana Grande, Ryan Gosling & America Ferrera Bakal Jadi Presenter Oscar 2024

BERIKUTNYA

Review Film Dune: Part Two, Antara Cinta & Menjaga Alam Semesta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: