Ilustrasi merchandise K-Pop, Jennie BLACKPINK (Sumber gambar: X/YG SELECT)

Perhatikan Hal-hal Ini Sebelum Memulai Bisnis Merchandise K-Pop

02 March 2024   |   07:11 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Popularitas Korean Pop atau K-Pop sebagai budaya musik asal Korea Selatan, tidak lepas dari peran serta agensi yang menaungi para idola dari girl group atau boy group yang ada di dalamnya. Agensi-agensi inilah yang menjadikan industri K-Pop kian meluas hingga ke ranah internasional.

Para agensi yang melambungkan nama idol asal Korea Selatan tersebut tidak hanya memiliki kekuatan besar di dalam industri musik saja. Mereka juga turut mengelola cendera mata (merchandise), yang bisa dikoleksi oleh para penggemar sebagai upaya mendukung artis dan idola kesayangan. 

Para penggemar fanatik ini bahkan tak lagi mempermasalahkan besaran harga merchandise yang ingin mereka dapatkan. Ini terlihat dari data yang dirilis Katadata Insight Center 2022 bertajuk Potret Aktivitas dan Belanja Penggemar Hiburan Korea di Indonesia, yang menemukan bahwa terdapat sekitar 3,9% penggemar yang rela merogoh kocek lebih dari Rp10 juta untuk menikmati konten para idolanya termasuk tiket, merchandise, dan aplikasi dalam satu tahun.

Sementara itu, 39,5% diantaranya siap mengeluarkan anggaran kurang dari Rp2 juta untuk mengoleksi merchandise dari girl group maupun boy group idolanya. Sedangkan 5% lainnya menyiapkan anggaran sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per tahun untuk itu. 

Baca juga: Bermula dari Hobi, Wanita Ini Sukses Berbisnis Merchandise K-Pop

Septia Winduwati, pengamat komunikasi dan budaya populer dari Universitas Tarumanagara mengatakan kecenderungan para penggemar K-Pop mengeluarkan dana besar untuk merchandise yang terkait idolanya muncul karena mereka menganggap hal tersebut bisa jadi cara mengekspresikan dukungan dan kecintaan kepada grup atau idolanya. 

“Dengan memiliki merchandise, maka para penggemar ini memiliki rasa kedekatan dengan idolanya sekaligus untuk membangun identitas dengan sesama anggota komunitas penggemar lainnya,” tuturnya.

Tak heran bila bisnis merchandise ini memiliki prospek dan peluang yang masih terbuka luas. Apalagi jumlah penggemar K-Pop  terus meningkat seiring dengan makin banyaknya girl group dan boy group baru yang bermunculan, yang semuanya memiliki basis fan militan.

“Ini menunjukkan potensi pasar yang cukup besar untuk dieksplorasi, mengingat popularitas yang terus meningkat berkat globalisasi serta media online dan loyalitas penggemar yang kuat,” tutur wanita yang akrab disapa Tya ini.

Meski demikian, dari sisi keberlanjutan bisnis penjualan merchandise K-Pop, menurutnya, akan sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha untuk beradaptasi dengan perubahan tren dan mempertahankan kualitas produk yang menarik bagi penggemar.

Tya menuturkan, bagi pelaku usaha yang ingin terjun dalam bisnis merchandise K-Pop, mereka perlu memperhatikan beberapa hal seperti memahami selera dan preferensi penggemar, bekerja sama dengan agensi resmi untuk mendapatkan lisensi resmi, dan menjaga kualitas produk.

Selain itu, mereka juga dapat memanfaatkan media sosial dan acara komunitas untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat koneksi dengan penggemar. 

Baca juga: Daftar Konser Idol K-Pop di Jakarta Tahun 2024, NCT Dream sampai Super Junior

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Hadir di Jakarta, Donna Prive Gandeng Carendelano Rilis Koleksi Madre

BERIKUTNYA

Ryan Gosling, Becky G, dan Billie Eilish akan Membawakan Lagu-lagu yang Masuk Nominasi Oscar

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: