Band rock MGMT (Sumber: Facebook MGMT)

Segera Rilis Karya Baru, Cek 3 Album Terbaik MGMT yang Memadukan Ragam Genre

21 February 2024   |   07:00 WIB
Image
Arindra Fachri Satria Pradana Mahasiswa Mass Communication BINUS University

Menggabungkan berbagai elemen dari genre musik yang berbeda adalah salah satu cara unik untuk menciptakan ciri khas musisi. Salah satu band yang melakukannya adalah MGMT, grup alternative/indie yang sudah berdiri sejak 2002. Mereka suka bereksperimentasi saat berkarya, sehingga menciptakan karakteristiknya sendiri. 

Melansir Pitchfork, MGMT dijadwalkan merilis album terbaru mereka bertajuk Lost of Life pada 23 Februari 2024. Hal ini tentunya membangkitkan antusiasme di kalangan para penggemar musik indie. 

Dikenal dengan kekayaan efek suara dan teknik aransemen yang kompleks, MGMT sering kali menantang pendengar baru untuk menjelajahi dimensi dan inovasi audio yang unik. Untuk lebih memahami dan mengapresiasi karakteristik diskografi MGMT yang sangat beragam, berikut adalah 3 album MGMT yang Genhype wajib dengarkan! 

Baca juga: Rapper Yeat Rilis Album Baru Bertajuk 2093 dengan Konsep Futuristik


1. MGMT (2013) 


Album self-titled MGMT menawarkan suara yang lebih bersifat eksploratif, memadukan elemen indie, elektronika, dan psikedelia, sehingga terkesan unik dan lebih eksperimental dibanding album lainnya. Album ini juga coba merangkai tema di luar batas struktur pop tradisional, serta memunculkan pertanyaan tentang identitas sejati musik mereka. 

Album MGMT mendapat mixed reviews dari para kritikus dan tidak mengikuti kesuksesan album mereka lainya. Namun, jika kamu suka bereksperimen dengan mendengarkan berbagai genre, maka album self-titled dari MGMT ini sangat cocok. "Alien Days" dan "Cool Song No.2' merupakan dua lagu paling unik dan catchy di album tersebut. 
 

2. Little Dark Age (2018) 


Album Little Dark Age dari MGMT adalah karya synthpop yang dipengaruhi gaya musik 1980-an. Album ini menandai kembalinya band ke esensi pop dengan melodi menarik dan penekanan pada penulisan lagu.

Hal menarik dari album ini adalah bahwa produksinya dilakukan bersama Patrick Wimberly dan kolaborator lama Dave Fridmann, serta adanya kolaborasi penulisan lagu dengan Wimberly, Ariel Pink, dan anggota band live MGMT, James Richardson.

Lagu didalam album ini yang juga bertajuk  "Little Dark Age" sangat terkenal di TikTok. Tercatat ada sekitar 201.600 video yang menggunakan lagu tersebut. Selain itu,  "When You Die" dan "She Works Out Too Much" adalah dua lagu lain tidak kalah catchy di album ini. 
 

3. Oracular Spectacular (2007) 


Oracular Spectacular menampilkan perpaduan elemen psikedelik dan elektronik. Album ini menawarkan kombinasi suara yang unik antara kibor, drum, dan lirik yang menarik. Lagu-lagu utamanya, antara lain "Electric Feel", "Time to Pretend", dan "Kids" terkenal dengan melodi dan penggunaan efek yang kreatif.

Album ini mencerminkan pernyataan generasi, serta mengeksplorasi tema ekspresi anak muda dan konsep hidup pada saat itu. Salah satu rekomendasi lagu yang ada di album ini adalah "Time to Pretend", yang digunakan di film Saltburn karya Emerald Fennell rilisan 2023. 

Baca juga: Beyonce Bakal Rilis Album Act II: Renaissance pada 29 Maret 2024

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Daftar Konser Idol K-Pop di Jakarta Tahun 2024, NCT Dream sampai Super Junior

BERIKUTNYA

Teror Mengerikan Hantu Tanpa Kepala di Trailer Film Kuyang: Sekutu Iblis yang Selalu Mengintai

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: