Sutradara dan produser film Lola Amaria. (Sumber foto: JIBI/Hypeabis.id/Endang Mochtar)

Sutradara Lola Amaria Ungkap Kejutan dalam Penggarapan Film Dokumenter Eksil

14 February 2024   |   20:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Film Eksil masih tayang secara terbatas di bioskop-bioskop Indonesia. Film berkonsep dokumenter ini mengisahkan para eksil yang terasing, mereka orang-orang yang dipaksa dibuang dari Indonesia karena situasi politik yang memanas pada September 1965.

Para eksil ini dahulunya adalah mahasiswa Indonesia yang dikirim kuliah ke luar negeri pada era Presiden Soekarno. Politik dalam negeri yang bergejolak imbas meletusnya peristiwa 1965 membuat mereka terkena dampak. 

Baca juga: Cerita di Balik Terbatasnya Jam Tayang Film Eksil & Pentingnya Ruang Putar yang Lebih Heterogen

Mereka yang sedang belajar untuk membangun negeri tiba-tiba dipaksa ikut tersebut, lalu menjadi eksil, terbuang dari negerinya sendiri. Kisah pengelanaan mereka selepas peristiwa itu kini bisa disaksikan di film Eksil.

Butuh waktu yang begitu lama bagi Lola Amaria untuk menggarap film Eksil. Kepingan puzzle yang tercecer di berbagai negara dia susun satu per satu dalam riset mendalam yang dilakukannya sebelum proses syuting dilakukan.

Setelah itu, Lola memulai menyusun konsep dan susunan peristiwa sehingga cerita-cerita yang lama terkubur ini bisa menjadi rangkaian yang lebih mencerahkan. Namun, Lola paham betul bahwa apa yang sedang dilakukannya bukan saja rumit, tetapi berkejaran dengan waktu.

Ketika proses syuting mulai dilakukan, salah satu dari 10 orang narasumber yang bersedia, yakni Sardjio Mintardjo meninggal. Bahkan, sebelum film ini tayang perdana pada akhir 2022 di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, tiga orang eksil lain, yakni Kuslan Budiman, Asahan Aidit, dan Chalik, juga berpulang.

Hal tersebut membuat berbagai konsep dan struktur film pun mencari penyesuaiannya sendiri. Namun, seperti sebuah ‘keajaiban sinema’, berbagai kejadian baru kemudian datang dan menuntun film ini menemukan ‘golden scene’ yang makin menguatkan isi cerita.
 

Film Eksil (Sumber gambar: Instagram/lola.amaria)

Film Eksil (Sumber gambar: Instagram/lola.amaria)


Lola mengatakan saat proses syuting berlangsung, dirinya mengambil semua gambar dan cerita dari para narasumber sesuai dengan riset awal. Namun, di luar apa yang sudah dikonsepkan, hal-hal di luar dugaan juga terjadi dan mewarnai film ini menjadi lebih kaya.

Hal tersebut misalnya terjadi saat Lola mendapat kabar bahwa Pak Min, salah satu narasumbernya meninggal sebelum proses syuting dilakukan. Saat itu, Lola mengaku belum menemukan narasumber pengganti.

Sebab, cerita dari Pak Min itu sangat kuat dan begitu penting dalam membentuk film Eksil. Di tengah proses berpikir untuk mencari subsitusi, Lola memutuskan untuk pergi ke Leiden, Belanda. Dirinya dan tim produksi ingin berziarah sembari mengambil rekaman arsip kuburannya.

“Saat mengambil gambar di Leiden, fixer saya bilang kalau ada dua anak Pak Min yang juga sedang nyekar ke makam. Saya langsung ‘wah mana-mana? Mau enggak dia di-interview?’. Saya kemudian memperkenalkan diri dan mereka mau diwawancarai,” ungkap Lola kepada Hypeabis.id.

Lola mengatakan wawancara tersebut benar-benar mengalir. Tidak ada skrip apa pun yang menuntun, tetapi kemudian hasil dari wawancara tersebut menjadi salah satu bagian paling kuat di film ini.

Bagi Lola, peristiwa itu adalah bagian dari ‘campur tangan semesta’. Sebab, dirinya benar-benar tidak janjian dengan anak dari Pak Min. Namun, keduanya bisa sama-sama berada di makam tersebut pada hari yang sama dan jam yang sama pula.

“Nah, itu yang saya bilang hebatnya dokumenter adalah feeling, naluri, dan hal-hal yang kita tidak konsepin. Itu semua menjadi hal yang paling kuat ketika filmnya jadi,” imbuhnya.

Lola mengatakan saat film ini kemudian tayang, Mas Heru, anak dari Pak Min juga mengatakan hal yang sama, yakni ‘ada campur tangan semesta’. Hal-hal yang sama sekali tidak direncanakan, tetapi kemudan terwujud dalam cara lain. 

Baca juga: Film Dokumenter Eksil, Kisah Pedih Mereka yang Terbuang Tapi Tetap Mencintai Indonesia

“Mas Heru tuh sampai bilang ‘saya yakin ini arwah bapak saya yang menuntun kita bertemu di sini’. Dia bilang begitu, padahal dia orang Belanda, lahir di sana, tetapi percaya gitu-gitu,” terangnya. 

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

BoyNextDoor Siap Comeback April 2024

BERIKUTNYA

5 Agenda Spesial Hari Valentine 2024 di Jakarta, Karaoke Romantis hingga Biro Jodoh

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: