Tony Keith (Sumber gambar: Instagram/tobykeith)

Legenda Musik Country Toby Keith Meninggal Dunia, Ini Perjalanan Kariernya

08 February 2024   |   10:53 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Legenda musik country asal Amerika Serikat, Toby Keith meninggal dunia pada Senin (5/2/2024), malam waktu setempat. Pelantun lagu Should’ve Been a Cowboy tersebut tutup usia pada usia 62 tahun di kampung halamannya di Oklahoma, Amerika Serikat.

Kabar mengenai berpulangnya Toby Keith pertama kali diumumkan melalui pernyataan di website resmi sang musisi. Informasi tersebut juga telah diunggah di akun Instagram terverifikasi Keith pada hari yang sama.

“Toby Keith meninggal dengan damai tadi malam, 5 Februari 2024, dengan dikelilingi oleh keluarganya,” bunyi pernyataan resmi tersebut, dikutip Hypeabis.id, Kamis (8/2/2024).

Baca Juga: Kemenparekraf Susun Naskah Akademik Mekanisme Pembayaran Royalti Musik

Dalam pengumuman tersebut, Toby diketahui meninggal setelah dirinya berjuang dengan perlawanan yang anggun dan berani. Pihak keluarga kemudian meminta semua pihak untuk menghormati privasi keluarganya saat ini yang tengah berduka.

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab legenda musik Amerika Serikat tersebut meninggal dunia. Tidak dijelaskan pula bagaimana kondisi terakhir Keith sebelum tutup usia.

Namun, Keith dalam beberapa tahun terakhir memang diketahui tengah berjuang untuk sembuh dari kanker. Pada 2021 lalu, dia didiagnosis kanker perut. Sejak saat itu, sang musisi mulai rutin menjalani perawatan, dari kemoterapi, radiasi, hingga operasi untuk menyembuhkan kanker perut yang diidapnya.

Namun, di tengah berbagai upaya untuk sembuh, hari ini Keith telah pergi dengan damai. Pemilik lagu I Love This Bar tersebut berpulang ke Sang Pencipta dengan meninggalkan istrinya, Tricia Lucus, serta tiga orang anaknya.

Semasa hidup, Keith dikenal sebagai penyanyi country dengan segudang lagu hitnya. Hampir semua lagu yang diciptakannya disukai dan dinikmati oleh jutaan penggemarnya yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Toby Keith lahir di Clinon, Oklahoma pada 1961. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya, Carolyn Joan adalah seorang pekerja di ladang minyak. Ibunya, Hubert K Cove Jr merupakan penyanyi sekaligus ibu rumah tangga.

Sejak kecil, Keith telah menggemari dunia tarik suara. Dia juga piawai bermain gitar. Keith sempat bekerja di ladang minyak, mengikuti jejak sang ayah, sebelum akhirnya memilih jalan hidupnya sendiri.

Saat usianya 20 tahun, dia membentuk band bernama Easy Money. Pelan-pelan, kariernya dirintis dari band tersebut. dimulai dari bermain musik di bar lokal hingga ke panggung-panggung jalanan.

Sebuah keberuntungan didapat Keith. Salah satu penggemarnya pernah merekam aksinya ketika di atas panggung. Tak lama setelah itu, ada produser bernama Harold Shedd yang menghubunginya. Akhirnya, Keith mendapatkan kontrak dengan Mercury Records pada 1990-an.

Pada 1933, lewat lagu “Should’ve Been a Cowboy” namanya mendadak melambung. Lagu tersebut diputar 3 juta kali di stasiun radio dan menjadi lagu country paling populer pada masanya. Lagu ini juga membuka keran kesuksesan lain sang musisi.

Keith lalu mulai membangun kariernya lebih pesat, layaknya seorang legenda hidup. Lagu-lagunya dikenal berkat tema-tema patriotik yang mengesankan para penggemarnya. Salah satu yang cukup kontroversial adalah lagu “Courtesy of the Red White and Blue”.

Lagu tersebut dirilis tak lama setelah serangan 9/11. Banyak pihak menilai lagu tersebut terlalu chauvanistik atau berlebihan dalam cinta terhadap Tanah Air. Namun, nyatanya lagu tersebut juga banyak yang menyukainya.

Berbagai penghargaan juga pernah diraih oleh Keith. Pada 2001, dia pernah memenangkan vokal pria terbaik dan album terbaik di Academy of Country Music Awards. Dia juga pernah memenangkan vocalist of the year dan album of the year pada Shock ‘n Y’all. Lalu, pernah juga mendapatkan Ikon Country di People’s Choice Country Awards 2023.

Tak hanya di dunia tarik suara, Toby Keith juga mulai merambah dunia film layar lebar. Dia sempat membintangi Broken Bridges (2005) dan Beer for My Horses (2008). Kini, Keith telah berpulang, tetapi kontribusinya pada kesenian, utamanya musik, akan selalu diingat oleh para pencintanya di seluruh dunia.

Baca Juga: Hypereport: Jalan Panjang Pengarsipan Musik Digital dan Restorasi Rilisan Analog

Editor: M. Taufikul Basari

SEBELUMNYA

Xin Nian Kuai Le, Makna dan Tradisi di Balik Ucapan Tahun Baru Imlek

BERIKUTNYA

Ini Faktor Pedorong Gerak Bitcoin pada Tahun Baru Imlek 2024

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: