Ilustrasi tanaman hias. (Sumber foto: Pexels/Sam Lion)

Peluang Bisnis Tanaman Hias di Perkotaan, Eksostisme Pembawa Cuan

29 January 2024   |   17:13 WIB
Image
Paundra Zakirulloh Mahasiswa Institut Ilmu Sosial & Ilmu Politik Jakarta, Jurusan Ilmu Jurnalistik

Like
Tanaman hias di dalam ruangan tumbuh dan dirawat dalam lingkungan terkendali, seperti rumah, kantor, atau tempat lainnya yang tidak dipengaruhi oleh kondisi cuaca luar. Selain memberikan sentuhan estetis, tanaman hias dalam ruangan juga memenuhi keinginan masyarakat akan keseimbangan dan keharmonisan dengan alam di tengah keramaian perkotaan.

Selain aspek estetika dan kesejahteraan, bisnis tanaman hias dalam ruangan telah berkembang pesat sebagai tanggapan terhadap tren urbanisasi dan kebutuhan akan solusi dekoratif yang mudah diakses. Masyarakat kini cenderung mencari tanaman yang tahan terhadap kondisi ruangan, membutuhkan perawatan minimal, dan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai tata letak rumah.

Baca juga: 8 Tanaman Hias yang Bakal Jadi Tren 2024

Salah satu pelaku usaha yang menjalani bisnis ini adalah Rendy Naufaldi (25) yang biasa akrab disapa Faldi. Dia tertarik untuk membuka usaha ini karena memiliki keuntungan yang cukup besar dan potensi pasar yang stabil.

Faldi sudah menjalani usaha ini selama kurang lebih 6 tahun, yakni sejak dia masih duduk di bangku sekolah. Hal tersebut terjadi karena dia melanjutkan usaha yang ayahnya sudah jalani dan hingga saat ini usahanya tersebut semakin berkembang.

Ada banyak jenis tanaman hias yang biasa dijual di tempatnya, beberapa dari tanaman-tanaman ini populer karena keindahan estetikanya, kemudahan perawatannya, atau sifatnya yang tahan terhadap kondisi dalam ruangan. Tanaman hias yang biasa dia jual diantaranya Sansevieria (Lidah Mertua), Pothos (Epipremnum aureum), Spider Plant (Chlorophytum comosum), succulents, dan masih banyak lainnya.

“Buat saya usaha ini bisa sangat menguntungkan karena beberapa faktor seperti, tempat usaha yang strategis. Kebetulan tempat saya dekat dengan area perkantoran dan perumahan yang butuh dekorasi interior. Kita juga harus tahu tentang perkembangan tren, dan paham dengan tanaman yang akan kita jual mulai dari usia tanaman hingga perawatannya,” ujar Faldi.

Dalam menjalani bisni ini agar bisa terus berkembang, Faldi melakukan beberapa inovasi seperti menjual juga tanaman non organik atau berbahan dasar plastik yang lebih tahan lama. Dia juga sering mengamati permintaan tertinggi dipasaran seperti saat ini sedang meningkat permintaan untuk tanaman Succulents, tanaman tersebut dijual dari harga Rp8.500 hingga Rp100.000 tergantung ukuran dan jenisnya.

”Untuk sekarang yang sedang tinggi permintaannya yaitu tanaman succulents. Menurut saya tanaman ini memang memiliki daya tarik yang indah dan memang karena harga dan jenisnya yang variatif jadi banyak orang yang ingin membeli. Selain itu juga dari segi perawatan, tanaman ini tidak terlalu sulit," kata Faldi.

Dari sisi keuntungan, Faldi mengatakan dia bisa meraup hingga Rp5 juta dalam waktu satu bulan jika permintaan sedang tinggi. Namun jika permintaan sedang rendah, maka dia hanya mendapatkan keuntungan sebesar Rp2 juta-Rp2,5 juta per bulan.
 

Ilustrasi tanaman hias. (Sumber foto: Pexels/Maria Orlova)

Ilustrasi tanaman hias. (Sumber foto: Pexels/Maria Orlova)

Sementara itu, pelaku usaha Amelia Rizky (28) atau yang biasa disapa Amel, berpendapat bahwa usaha ini bisa bertahan atau bahkan berkembang selagi mempunyai pengetahuan tentang tanaman hias dan memiliki strategi pemasaran yang baik karena dapat membantu menarik perhatian pelanggan potensial.

Selain menjual tanaman hias, wanita ini juga menjual berbagai bibit tanaman produktif seperti cabai, jeruk, terong dan masih banyak lainnya. Tidak hanya aneka tanaman, Amel juga menyediakan kebutuhan pokok untuk merawat tanaman seperti pupuk, berbagai jenis pot, hingga alat – alat berkebun seperti penyiram tanaman dan sekop, hal itu demi menambah keuntungan yang dia peroleh.

“Buat saya, usaha ini sangat menguntungkan dan terlebih lagi saya pribadi memang hobi memelihara berbagai tanaman sejak kecil bersama orang tua saya dahulu. Hal itu juga membuat saya mempunyai pengetahuan tentang berbagai tanaman dan mendorong saya untuk menjalankan usaha ini,” ujar Amel

Dari segi penghasilan, Amel berkata bahwa dia rata – rata bisa mendapat keuntungan bersih hingga Rp6 juta dalam sebulan namun hal itu tergantung pada permintaan pasar dan jenis tanaman yang memang sangat tren. Amel juga memperhatikan keeping stock yang berdasarkan panjang usia berbagai tanaman agar bisa memperkirakan kerugian jika tanamannya tidak terjual.

Dosen ekonomi Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta yakni Eka Millo menanggapi hal tersebut. Dia berpendapat bahwa dalam konteks ekonomi, usaha ini dapat berkontribusi secara substansial pada pembentukan ekosistem ekonomi dan penciptaan nilai tambah dalam beberapa aspek yang dapat diamati.

Usaha tanaman hias menciptakan peluang pekerjaan yang signifikan, mulai dari produksi dan distribusi tanaman hingga penjualan eceran di tingkat lokal maupun global. Hal ini memberikan dampak positif pada tingkat pengangguran dan pendapatan masyarakat di sektor ini.

Menurutnya dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan industri tanaman hias dapat dikarakterisasi sebagai dinamis dan penuh potensi, terdapat beberapa tren yang menarik dalam konteks ekonomi tanaman hias yang patut diperhatikan.

"Terlihat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keberlanjutan dan gaya hidup sehat, yang berdampak positif pada permintaan tanaman hias. Konsumen semakin menyadari manfaat kehadiran tanaman dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan menyenangkan di rumah mereka,” kata Eka.

Dalam membangun dan mengelola platform untuk penjualan usaha tanaman hias, penyelarasan aspek-aspek ekonomi menjadi kunci dalam mencapai keberlanjutan dan keberhasilan bisnis. Aspek yang perlu diperhatikan adalah penetapan harga. Harga harus mencerminkan nilai yang diberikan oleh tanaman hias, dan strategi penetapan harga dapat mempertimbangkan faktor-faktor seperti biaya produksi, permintaan pasar, dan strategi pesaing.

Baca juga: Melirik Peluang Bisnis Tanaman Hias yang Kian Menjanjikan

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

Trailer Despicable Me 4 Rilis, Petualangan Keluarga Gru Berlanjut

BERIKUTNYA

Babak Baru Demon Slayer Siap Mengudara, Cek Jadwal Penayangan Film dan Serialnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: