para finalis Diplomat Success Challange (sumber gambar : Dewi Andriani)

Intip Profil Para Pengusaha Muda yang Bersaing Dalam Kompetisi Entrepreneur DSC

27 January 2024   |   22:34 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Untuk membentuk wirausaha muda berkarakter yang dapat menciptakan bisnis secara jangka panjang, Wismilak Foundation kembali menyelenggarakan ajang Diplomat Success Challenge (DSC) yang telah memasuki 14 tahun perjalanan.

Ketua Dewan Komisioner DSC, Surjanto Yasaputera mengatakan sejak pertama kali dimulai pada 2010 lalu, jumlah peserta yang mengikuti ajang DSC terus meningkat. Dari yang semula hanya ada 606 proposal masuk, pada tahun ini jumlahnya mencapai 29.780 proposal yang berasal dari berbagai jenis usaha.

“Ini menunjukkan antusiasme dan kreativitas calon wirausaha dari berbagai sektor untuk dapat bertumbuh dan berkembang semakin besar,” ucapnya. 

Baca juga: Founder Kebab Turki Baba Rafi Bicara Keuntungan UKM Go Public

Edric Chandra, Program Initiator DSC mengatakan di dalam program ini para challengers mendapatkan banyak bekal untuk menjadi seorang entrepreneur muda dan berdampak positif bagi lingkungan.

“Karakter 3P (paham, piawai, persona) ditanamkan agar challengers tidak hanya menjalankan bisnisnya, tapi dapat kolaborasi berbagai pihak yang bertujuan sama dalam pengembangan dan pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), Ronald Walla menuturkan, DSC merupakan bagian dari SDGs (Sustainable Development Goals) Center. Inti dari inisiatif ini adalah programnya harus terstruktur dan terukur. Hal ini menjadi salah satu key success agar program DSC menjadi ESG (Ecosystem, Social, Government) oriented. 

“Mulai tahun ini DSC akan lebih fokus pada karakter bangsa, aspek sosial , dan aspek government ,” ucapnya.

Setelah melalui berbagai tahapan, saat ini Diplomat Success Challenge telah memasuki tahap final, dan menyisakan delapan orang finalis yang akan mendapatkan dana hibah modal usaha dengan total Rp2,5 miliar.

Selain pendanaan, para finalis yang berasal dari berbagai jenis usaha ini juga akan mendapatkan pendampingan dan pengembangan usaha dari berbagai selama 2 tahun dari para mentor dan coach yang sudah berpengalaman di dunia bisnis.

Kedelapan finalis tersebut antara lain:
  • Richardo Petricius yang telah memulai bisnis makanan berupa keripik buah sehat tanpa pemanis sejak Maret 2020 lalu.
  • Nurdini Prihastiti yang mengembangkan bisnis fesyen batik modern dengan motif yang khas, simpel, dan sarat makna. Dalam membangun brand fesyen Dama Kara ini, Dini menggandeng anak-anak ‘istimewa’ untuk berkarya.
  • Nathania Tifara yang mengembangkan Guru Bumi, sebuah media edukasi untuk anak-anak yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar anak yang kontekstual.
  • Adhyatma Wiradharma dengan brand Verus Audio yang menyediakan kabel audio.
  • Septia Erianty yang menghadirkan Oganic Lombok’s Best Natural Skincare dengan menggunakan bahan baku dari petani lokal di Lombok.
  • Ria Andriana pemilik brand Street Sushi yang telah hadir sejak 2013 sekaligus menjadi pioneer sushi jalanan dengan harga terjangkau dan kualitas ala resto.
  • Mirna an Nisa pemilik PSI Surfboards yang memproduksi papan selancar.
  • Yoel Tristan Kurniawan pemilik usaha Fit Fuel yang telah merevolusi pengalaman makan salad dengan pendekatan segar dan pola makan sehat. Yoel Tristan sendiri berhasil menyabet kategori ‘Best of the Best’ dalam program ini.

Menurut Surjanto, terpilihnya Tristan sebagai Best of the Best karena dinilai memiliki kualitas pengusaha muda yang berkarakter. Konsep bisnis makanan sehat dengan guilty pleasure menurutnya juga selaras dengan kepedulian masyarakat modern terhadap pilihan yang lebih sehat.

 “Gagasan tentang komposisi makanan sehat sebanyak 75%-80% ditambah sedikit guilty pleasure yaitu ayam goreng yang terdapat didalamnya benar-benar menjadikan FI+/FUEL menarik dan ditunggu-tunggu di pasar," papar Surjanto.

Selain kedelapan pemenang tersebut, juga ada Danang Satria (Alamme) sebagai ‘Most Promissing Business’, dan Hesti Rosa Wulansari (Mebiso.com) sebagai ‘Most Progressive Challenger’.

Seluruh pemenang DSC Season 14 memperoleh dana hibah modal usaha, pendampingan selama 2 tahun, maupun pengembangan usaha dari berbagai aspek , dengan total Rp2,5 miliar

Pada DSC Seasons 14 kali ini, para challengers diberikan sesi khusus Bela Negara dari LEMHANAS dan Brigade Infanteri 17 di Cijantung, Jakarta Timur. Dalam kesempatan tersebut, challengers diberikan pengetahuan mengenai empat manifesto DSC yaitu Karakter Bangsa, Governance, Environment dan Social Culture. yang menjadi bagian penting dalam mewujudkan kecintaan terhadap Indonesia. 

Pada tahap Battleround, para challengers juga berkunjung dan berkolaborasi dengan banyak pihak mulai dari industri manufaktur hingga industri hiburan. Mereka terlibat langsung untuk mengetahui proses produksi dari hulu hingga ke hilir. Dalam tahap ini challengers tidak hanya akan belajar tetapi juga memberikan kontribusi nyata untuk pengembangan dan keberlanjutan sebuah bisnis.

M.Jupaka, Chief Operating Officer NAMA Beauty dan Coach DSC Season 14 menggarisbawahi pentingnya pengembangan skill dan kreativitas. Kemajuan jaman mengharuskan para entrepreneur untuk mengetahui lebih banyak informasi mengenai perkembangan bisnis terbaru. 

“Dalam dunia bisnis, bertukar informasi dan berkolaborasi adalah sebuah hal penting untuk mengetahui update terbaru mengenai bisnis itu sendiri. DSC mempunyai Diplomat Entrepreneur Network (DEN) yang membantu entrepreneur dalam berjejaring untuk keberlanjutan bisnisnya,” papar Jupaka.

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

3 Kesalahan Pengusaha Muda saat Berbisnis, Mitra hingga Validasi

BERIKUTNYA

Hypereport: Proyek-proyek Restorasi Karya Seni Paling Kesohor di Dunia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: