Ilustrasi buku (Sumber foto: Unsplash/Olia Gozha)

6 Fakta Menarik Makassar International Writers Festival, Acara Lintas Seni yang Inklusif

25 January 2024   |   21:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Satu agenda tak boleh terlewat oleh para pencinta sastra yakni Makassar International Writers Festival (MIWF). Festival literasi tahunan berskala internasional itu akan kembali digelar tahun ini selama empat hari yakni pada 23-26 Mei 2024 di Fort Rotterdam, Makassar, Sulawesi Selatan.

Tahun ini, MIWF mengangkat tema M/othering. Mengutip akun Instagram resmi MIWF, tema tersebut diangkat mengingat kian penting dan mendesaknya percakapan perihal gagasan dan tindakan merawat atau mengasuh di tengah berbagai persoalan hidup masyarakat saat ini. Layaknya ibu sebagai sosok yang selalu merawat dan mengasuh anak-anaknya.

Baca juga: Angkat Tema M/othering, Makassar International Writers Festival Siap Digelar Mei 2024

"MIWF 2024 ingin membuka, memfasilitasi, dan mengalami ruang aman bagi percakapan serta perayaan ide dan praktik perawatan, terutama yang memengaruhi, membentuk, dan menghidupkan beragam kelompok yang dipinggirkan," demikian tulis MIWF dikutip dari akun @makassarwriters.

Dalam festival tersebut, nantinya akan dihadirkan ruang-ruang untuk kegiatan pertukaran gagasan dan pengalaman antarpenulis, pembaca, seniman, aktivis, akademisi, pegiat komunitas, dan publik dari berbagai latar belakang, mengenai care working.

"[Acara ini] diharapkan membantu kita untuk menemukan sejumlah alternatif pertanyaan dan jawaban dalam menghadapi masalah, baik dalam konteks lokal maupun global," tulis MIWF.
 

Gelaran MIWF selalu dinantikan oleh masyarakat khususnya para penikmat sastra. Pasalnya, tiap tahunnya, MIWF selalu menawarkan gagasan festival yang baru dan relevan dengan kondisi dan tantangan zaman. Lebih dari sekadar festival sastra dan penulis, MIWF juga telah dianggap sebagai ruang pertukaran ide dan gagasan orang-orang berperngaruh lintas bidang dan negara.

Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah sejumlah fakta menarik Makassar International Writers Festival yang telah dirangkum oleh Hypeabis.id.


1. Didirikan pada 2011

MIWF adalah festival penulis yang diselenggarakan oleh Rumata' Artspace sejak 2011. Rumata' Artspace adalah rumah budaya independen sebagai wadah berkarya bagi para seniman, komunitas, dan para pegiat kreatif di Makassar. MIWF sendiri merupakan program unggulan dari Rumata' Artspace yang menjadi bagian penting pengembangan kebudayaan dan kesenian.

Sosok penting yang menggagas MIWF adalah mendiang penulis Lily Yulianti Farid. Dalam arsip tulisan Hypeabis.id, Lily mengatakan MIWF dibuat sebagai peristiwa kebudayaan yang bisa menjadi identitas kota seperti apa yang dia lihat dalam beberapa festival di beberapa negara di antaranya London Book Fair, Jaipur Festival di India, dan Sydney Writers Festival yang menjadi kalender tahunan.

"Saya membayangkan Indonesia sebagai sebuah konsep yang tidak melulu soal pusat-pusat kebudayaan yang sudah established atau mapan. Tetapi justru melihat potensi di tempat-tempat lain untuk bisa melahirkan suatu identitas kebudayaannya yang pada akhirnya memberikan warna pada identitas kebudayaan Indonesia,” katanya.


2. Hadirkan ragam kegiatan seni

Lily menegaskan bahwa MIWF bukan sebatas festival sastra dan penulis. Lebih dari itu, MIWF justru bertransformasi menjadi festival ide yang selalu berupaya menawarkan suatu gagasan yang menjadi penting untuk menjadi kesadaran kolektif.

Hal itu ditandai dengan lineup atau susunan pembicara yang bukan sebatas penulis atau mereka yang bekerja dalam industri perbukuan, tetapi ada juga aktivis dan praktisi seni dari berbagai medium, mulai dari aktivis, dosen, akademisi, fotografer, pegiat komunitas, seniman, dan filmmaker.


3. Raih penghargaan internasional

MIWF adalah salah satu festival literasi terbaik yang rutin digelar setiap tahunnya. MIWF telah meraih penghargaan International Excellence Award sebagai festival sastra terbaik 2020 dari London Book Fair.

Mengutip dari situs London Book Fair, penghargaan itu diberikan kepada MIWF lantaran festival tersebut dinilai telah mengembangkan kegiatan seni dan kebudayaan yang sangat inklusif dan transparan dalam metode kerjanya, serta mengangkat wacana dan isu-isu yang berani dalam programnya.
 
 

4. Terapkan festival nir-sampah

MIWF adalah festival penulis internasional pertama dan satu-satunya di Indonesia Timur, yang dikerjakan secara independen, menjunjung hak asasi manusia (HAM), bersifat anti-korupsi, inklusif, serta dijalankan sebagai kegiatan nir-sampah (zero waste) alias rendah karbon sejak 2019.

Sebagai festival nir-sampah, MIWF berupaya untuk mengurangi sampah selama kegiatan dengan meminta pengunjung untuk tidak membawa botol plastik sekali pakai. Termasuk, melibatkan relawan dan pengunjung serta memastikan bahwa sampah yang dihasilkan selama MIWF dikumpulkan dan diolah, agar tidak berakhir di tempat pembuangan sampah.

DI sisi lain, sebagai kegiatan rendah karbon, MIWF juga mengidentifikasi sumber-sumber emisi gas rumah kaca (GRK) dalam kegiatannya, melakukan perhitungan emisi GRK sebagai dampak dari kegiatan MIWF, dan selanjutnya melakukan penanaman pohon sebagai kompensasi terhadap emisi GRK yang kami hasilkan selama kegiatan MIWF.


5. Tolak all-male panel

Sebagai festival yang inklusif dan setara, MIWF juga menentang all-male panel pada setiap kegiatannya. All-male panel atau manels adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan panelis yang semuanya laki-laki, yang sering menjadi praktik dalam diskusi dan seminar, terutama yang dilakukan secara publik.

"Bahkan di 5 tahun kedua, kami [MIWF] sangat serius membicarakan keadilan dan kesetaraan gender dengan menolak all male panels. Semangat feminisme itu juga sangat terasa dengan komposisi volunteer yang didominasi oleh perempuan,” ujar Lily.


6. Rutin jaring penulis muda berbakat

Tak hanya menghadirkan ragam diskusi, peluncuran dan pameran buku, MIWF juga rutin menjaring penulis muda berbakat dalam program Emerging Writers. Tiap tahunnya, MIWF menceri lima penulis untuk diundang dan berpartisipasi secara khusus pada pelaksanaan festival.

Bagi penulis yang ingin berpartisipasi, diharuskan untuk mengirimkan karya sastra berupa 10 puisi terbaik/3 cerpen terbaik/1 draft novel/2 naskah pertunjukan/2 kritik sastra. Bagi penulis terpilih yang berdomisili di luar Makassar, akan ditanggung biaya transportasi dan akomodasi selama berlangsungnya MIWF.

Baca juga: Borobudur Writers and Cultural Festival 2023 Rayakan Pemikiran Intelektual Nusantara Edi Sedyawati

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Kenalan dengan Para Pemain Film Pasar Setan Yuk, Ada Audi Marissa Hingga Roy Sungkono

BERIKUTNYA

49 Makhluk Hidup Baru Ditemukan di Indonesia, dari Kepiting hingga Cicak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: