Ilustrasi nyeri bahu saat berolahraga. (Sumber gambar : Wayhomestudio/Freepik)

Nyeri Bahu Saat Olahraga? Kenali Penyebab & Cara Mengatasinya

25 January 2024   |   16:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Olahraga kembali menjadi tren di kalangan kaum urban yang semakin sadar pentingnya gaya hidup sehat. Antusiasme masyarakat semakin tinggi, terutama ketika banyaknya publik figur yang mempopulerkan kembali ragam jenis aktivitas mulai dari tenis, bulu tangkis, basket, golf, maupun senam. 

Semua jenis olahraga ini tentunya memberi manfaat yang baik bagi tubuh. Namun demikian, tidak sedikit orang mengalami nyeri bahu pasca berolahraga, terutama ketika aktivitas tersebut membutuhkan lebih banyak gerakan tangan. 

Baca juga: Pemula Mau Ikut Lomba Lari, Ikuti Saja Saran dari Atlet Nasional Ini Biar Enggak Cedera

Konsultan Sendi Bahu dan Siku Eka Hospital BSD dr. Erica Kholinne menerangkan olahraga seperti tenis atau golf merupakan jenis olahraga yang sangat membutuhkan pergerakan lengan sehingga bahu akan bekerja pada sebagian besar waktu.

Namun tanpa pemanasan atau teknik bermain yang kurang baik, ini bisa menyebabkan gerakan berulang pada tangan dan menimbulkan gesekan yang bisa memicu radang pada sendi, lalu menyebabkan rasa nyeri.

“Kebanyakan nyeri bahu terjadi karena adanya pergerakan bahu berulang seperti diputar atau diayun,” ujarnya dikutip Hypeabis.id, Kamis (25/1/2024).

Kendati demikian, dalam beberapa kasus nyeri bahu bisa terjadi karena adanya cedera. Setidaknya ada empat jenis cedera yang menyebabkan nyeri bahu. 

Pertama, karena adanya dislokasi atau kondisi ketika tulang bahu keluar dari soketnya menyebabkan rasa nyeri yang disertai dengan pembengkakan dan memar. Kedua, fraktur atau patah tulang. Erica menyampaikan tuang di bahu bisa patah atau retak pada saat terjauh atau terkena pukulan keras.

“Akibatnya mungkin ketidakmampuan menggerakkan lengan atau bahu terlihat menurun,” ujarnya

Ketiga, yakni radang sendi. Kondisi ini terjadi karena bursa atau kantung berisi cairan yang menjadi bantalan di persendian bahu membengkak dan iritasi akibat dari gerakan yang sama dan berulang.

Keempat, robekan tendon. Robekan tendon atau rotator cuff pada sendi bahu merupakan jenis cedera otot bahu yang ditandai dengan adanya robekan pada satu atau lebih tendon dan otot rotator cuff.

Erica menyarankan ketika mengalami nyeri bahu pasca berolahraga, sebaiknya melakukan metode RIC. Langkah utama yakni rest alias beristirahat. Istirahatkan tangan saat nyeri berlangsung dengan tidak menggerakan tangan terlalu banyak.

Langkah berikutnya yakni ice atau kompresi dingin. Ambil kain atau benda lunak dingin dan taruh di area nyeri bahu untuk mengurangi rasa nyeri. Langkah terakhir, yaitu compression atau menekan untuk meredakan rasa nyeri. Kompres dengan menggunakan kain atau perban untuk mencegah pembengkakan semakin membesar.

Apabila nyeri bahu semakin parah dan tidak membaik setelah satu minggu dilakukan RIC, atau sudah sangat sulit untuk menggerakkan lengan atau bahu, Erica mengimbau segera temui dokter spesialis bedah ortopedi untuk mengetahui sumber masalah dari nyeri bahu.

Sementara itu, dalam rangka pencegahan, latihan peregangan otot sebelum berolahraga menurutnya perlu  dilakukan untuk mencegah terjadinya adanya cedera pada bahu. Jika nyeri bahu mulai terasa, hindari lakukan aktivitas fisik berat pada bahu terlebih dahulu agar nyeri tidak bertambah parah. “Namun jangan sepenuhnya berhenti menggunakan bahu karena bisa menghambat proses penyembuhan,” imbuhnya.

Baca juga: 4 Langkah Mudah Menangani Cedera Engkel saat Berolahraga Lari

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Peneliti BRIN Temukan Jenis Ular Air Baru di Sulawesi, Seperti Apa Rupanya?

BERIKUTNYA

Gim AAA Death Stranding Hadir di iPhone 15 Pro, Cek Tanggal Pre-order & Harganya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: