Industri gim lokal Indonesia punya potensi besar di pasar global (Sumber gambar: Freepik/Cottonbro Studio)

Punya Peluang Besar, Begini Tantangan Industri Gim Lokal Indonesia di Pasar Global

22 January 2024   |   16:22 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Industri gim lokal terpantau bergairah dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan generasi muda penikmat gim online. Dari laporan VirtualSEA, Indonesia berada di posisi teratas sebagai negara yang menyumbang gim ke platform Steam, khususnya di wilayah Asia Tenggara.

Produktivitas gim lokal tercatat jauh lebih unggul dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara lain, seperti Thailand, Singapura, Filipina, dan Malaysia. Bahkan, per Januari 2024, total tercatat 256 gim yang dikembangkan developer gim asal Indonesia yang terbit di Steam.

Menurut data penjualan game dari platform analisis penjualan Gamalytic, sejumlah gim buatan developer Indonesia diperkirakan berhasil meraih pendapatan kotor (gross revenue) senilai US$2-3 juta atau sekitar Rp31-47 miliar. Tak hanya itu, developer gim lokal di pasar global juga memiliki potensi dalam gim model 3D yang saat ini marak diunduh oleh gamers

Baca juga: Gim Buatan Indonesia Kuasai Pasar Asia Tenggara

Pengamat Game Yabes Elia, mengatakan bahwa industri gim merupakan bentuk kerja kreatif yang paling kompleks. Sebab, dalam satu permainan video saja sudah terdapat unsur seni grafis, cerita, animasi, musik, hingga dialog, yang akhirnya membentuk pola interaksi dengan audiens atau para pemain.

Tak hanya itu, industri gim juga memiliki berbagai jenis produk dengan penggunaan platform yang berbeda-beda. Termasuk menggunakan komputer (PC), perangkat seluler hingga konsol. Hal ini tentunya memengaruhi selera pasar dan preferensi para gamer untuk memilih gim seperti apa yang bakal dimainkan.

"Proses dan hasil merajut semua unsur dalam gim itulah yang mungkin masih sangat terbatas di Indonesia. Namun,untuk mencari pasar, para develop gim ini sering mengeluarkan gim-gim yang 'idealis' agar bisa terlihat berbeda dari gim mainstream," katanya.
 

Ilustrasi orang bermain game online (Sumber gambar: Pexels/RDNE Stock project)

Ilustrasi orang bermain game online (Sumber gambar: Pexels/RDNE Stock project)

Yabes menjelaskan, industri gim di Indonesia memang memiliki potensi jika ekosistemnya digarap dengan sangkil. Kendati begitu, saat ini mayoritas gim di Indonesia masih sebatas hanya sekadar mengeluarkan jargon karya anak bangsa, alih-alih kualitasnya yang ditingkatkan.

Oleh karena itu, para developer lokal harus mengambil peluang pasar yang saat ini mulai terkesan monoton. Bahkan, para gamer, menurutnya, juga sudah mulai jenuh dengan behaviour game developer yang mayoritas seragam. "Makanya, gim-gim seperti Baldur's Gate 3 atau Elden Ring itu langsung mencuri perhatian saat diluncurkan," katanya.

Sementara itu, dari segi pengembangan IP, selain masalah biaya, salah satu hal yang ditakutkan para developer gim  adalah laku atau tidaknya suatu gim di pasaran. Faktor risiko inilah yang akhirnya membuat para pengembang lebih memilih untuk membuat produk yang IP-nya sudah dikenal, karena peluangnya di pasar lebih besar.

"Salah satu strategi lain untuk bisa bersaing di pasar global adalah, bagi yang belum jago bikin game multiplayer, ya bikin single player dulu aja. Jadi potensi yang ada bisa lebih dimaksimalkan," katanya.

Selaras, Founder Enspire School of Digital Art (ESDA), Andre Surya, mengatakan, industri kreatif Indonesia khususnya di dunia gim dan animasi 3D memang memiliki kans besar. Kendati begitu, harus dibentuk ekosistem yang lebih baik agar para pekerja kreatif dapat berinovasi, dan terus berkontribusi terhadap sektor ini. 

Dia mencontohkan Korea Selatan. industri kreatif di Negeri Ginseng itu ekosistemnya didukung penuh oleh negara lewat berbagai program yang masif dan terstruktur. Alhasil, budaya populer mereka menyebar ke berbagai negara lewat hegemoni K-Pop, musik, film, hingga drama, termasuk ke Indonesia.

"Industri gim lokal sejauh ini masih hype, termasuk film yang menggunakan 3D. Potensi pengembangannya pun masih luas jika ekosistemnya dibentuk dengan baik," katanya.

Baca juga: Bangga! Gim Buatan Indonesia Masuk Nominasi Game Developers Choice Awards 2024

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Psikolog Tekankan Pentingnya Fasilitas Daycare di Kantor untuk Para Working Mom

BERIKUTNYA

5 Rute Penerbangan Baru Awal Tahun 2024, Domestik & Internasional

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: