Ilustrasi investasi (Sumber gambar: Maxim Hopman/Unsplash)

Tak Cuma Saham & Emas, Investasi Derivatif Dinilai Masih Prospektif pada Tahun Pemilu

10 January 2024   |   10:00 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Mengawali tahun, investasi kerap dijadikan prioritas dalam resolusi tahunan demi menyongsong keuangan personal yang lebih baik. Selain investasi pasar modal dan emas, jenis investasi derivatif pun tak luput dari lirikan para investor. Meski mengalami fluktuasi naik dan turun, investasi derivatif masih menuai berkah. 

CEO Tokocrypto Yudhono Rawis menjelaskan, fluktuasi aset kripto saat ini cukup dipengaruhi oleh ragam aspek seperti kebijakan ekonomi bank sentral, regulasi pemerintah terhadap kripto, hingga fenomena black swan dalam industri kripto.

Jatuhnya harga Bitcoin ke level US$16.000 pada awal 2023 merupakan efek domino dari kebangkrutan FTX hingga kekhawatiran investor terhadap risiko resesi ekonomi. Namun pemulihan harga Bitcoin pada paruh kedua 2023 cukup memberikan angin segar dan memicu akumulasi Bitcoin oleh investor, serta naiknya ekspektasi pemulihan ekonomi global.
 
“Tren dan pertumbuhan kripto tahun ini masih dalam tahap pemulihan untuk menyambut potensi bull run market di tahun 2024. Banyak sentimen positif yang akan membuat pasar kripto lebih bergairah, seperti ETF Bitcoin, halving dan penurunan suku bunga The Fed,” kata Yudhono. 

Baca juga: Kiat Investasi Saham & Reksa Dana Biar Cuan untuk Pemula Tahun 2024
 
Yudhono menyatakan pasar aset kripto memperlihatkan kondisi yang menarik pada tahun politik. Transaksi kripto di Indonesia, dinilainya masih cukup tinggi dengan capaian Rp10,5 triliun pada Oktober 2023. Angka tersebut meningkat hingga 31,9% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan pasar aset kripto di Indonesia masih relatif stabil. Namun, dia tak menampik bahwa kondisi politik ini sedikit banyak berpotensi memengaruhi pasar kripto. “Jelang tahun politik, investor cenderung memilih wait and see, bisa membuat pasar jadi tidak bergairah,” imbuhnya.

Bagi Yudhono, sentimen pasar global merupakan akar dari faktor penting yang akan memengaruhi kondisi pasar kripto. Sentimen yang positif bisa mendorong investor untuk berinvestasi di berbagai instrumen investasi. Sebaliknya, sentimen pasar global yang negatif bisa mendorong investor justru menarik dana mereka dari pasar kripto.

Dia menilai, investasi kripto pada tahun ini dapat mencapai positif jika sentimen pasar global positif, inflasi terkendali, dan nilai tukar stabil.
 

Kencangkan Sabuk pada Tahun Politik

Ilustrasi investasi (Sumber gambar: Austin Distel/Unsplash)

Ilustrasi investasi (Sumber gambar: Austin Distel/Unsplash)

Menurut Yudhono, investor harus memperhatikan volatilitas harga sebagai kewaspadaan yang utama dalam investasi kripto pada tahun politik ini. Perubahan yang signifikan dalam waktu singkat menyoal volatilitas harga dinilai Yudhono bisa menimbulkan risiko yang tinggi bagi investor.

Sisanya, investor hanya perlu memperhatikan kesesuaian jumlah dan profil risiko masing-masing. Investor disarankan melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi di kripto, termasuk dari segi risiko dan pemilihan jenis kripto yang tepat sesuai profil risiko pribadi. Selain itu, investor direkomendasikan menggunakan platform perdagangan yang terpercaya, melakukan diversifikasi portofolio, dan memikirkan investasi kripto jangka panjang agar risikonya lebih rendah.
 
Menurutnya, saat ini pertimbangan mengenai perluasan pangsa pasar dan pengembangan model bisnis  juga perlu diperhatikan. Aset kripto yang hanya bisa diperdagangkan oleh individu mendorong keinginan para pelaku usaha agar pada masa mendatang institusi juga bisa berinvestasi di aset ini. 

“Pengaturan aset kripto masih terfokus pada transaksi jual beli dan penarikan dana. Kami berharap bahwa pada masa depan, regulasi dapat mencakup produk derivatif, NFT, DeFi, dan lainnya,” imbuhnya.
 
Trader NFT & Head of Media Cak Investment Club, Bevan Pramudito, mengungkapkan hal yang senada. Fluktuasi yang sama juga dialami jenis investasi derivatif lain di luar kripto seperti perdagangan berjangka atau kontrak komoditas berjangka. Namun, tren untuk kedua instrumen tersebut mengalami pergerakan signifikan ke arah positif.
 
Menyongsong tahun politik, Bevan mengatakan diperlukan keseksamaan investor dalam memantau perubahan karena pengaruh kebijakan dan regulasi yang berdampak pada pasar derivatif. Bahkan, Bevan menyebut kemungkinan besar investasi derivatif bisa lebih berfluktuasi pada 2024.
 
Menurutnya, kondisi pasar investasi derivatif tahun ini akan dipengaruhi oleh sentimen global, suku bunga, inflasi, dan stabilitas nilai tukar. “Rencana The Fed untuk melakukan tiga kali pemangkasan suku bunga pada 2024 dapat mendorong aset berisiko, termasuk derivatif, menjadi bullish,” jelas Bevan.

Ekspektasi bullish dalam konteks pemangkasan suku bunga ini dinilai Bevan bisa membentuk dasar strategi dalam berinvestasi. Namun, investor perlu meningkatkan perhatian pada faktor ekonomi dan geopolitik untuk menentukan pengambilan keputusan berinvestasi derivatif selama tahun politik ini.
 
Selain itu, Bevan merekomendasikan investor tidak hanya memperhatikan volatilitas pasar, tetapi juga membuat manajemen risiko yang efektif dan kesiapan menghadapi perubahan regulasi utamanya pada aset seperti kripto. Investor perlu membuat langkah strategis dengan mengedepankan tujuan dan profil risiko, menganalisis berbagai instrumen derivatif, melakukan evaluasi kondisi pasar, manajemen risiko, dan pemantauan kondisi investasi secara terus-menerus.

“Penting untuk menghindari keputusan impulsif dan tidak mengabaikan manajemen risiko,” kata Bevan. 

Baca juga: Tren Investasi yang Disenangi Investor Muda, Apa Aja Ya?

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Syaiful Millah 

SEBELUMNYA

Spesifikasi MSI Claw, Gaming Handheld dengan Prosesor Intel Core Ultra

BERIKUTNYA

Mencicipi Manis Gurih Es Krim Nasi Lemak, Fusion Dessert Kekinian ala Negeri Merlion

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: